Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

8 Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
Ratusan mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta menggelar demo menuntut tindak tegas pelaku kekerasan seksual di lingkungan kampus, Rabu (20/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih
  • Delapan dosen dari berbagai fakultas UPN Veteran Yogyakarta diduga terlibat kasus kekerasan seksual, dengan bukti yang telah dikumpulkan oleh BEM KM UPNYK.
  • Jumlah korban disebut tidak terhitung, dengan laporan yang mencakup kasus sejak 2013 dan bentuk kekerasan mulai dari verbal hingga fisik.
  • Pihak kampus melalui Satgas PPKPT masih menelusuri dugaan kasus lain dan mendorong mahasiswa untuk membuat laporan resmi agar penanganan bisa dilakukan cepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sleman, IDN Times – Kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNYK) disebut tidak hanya melibatkan satu dosen dari satu Program Studi. Sejumlah dugaan kasus kekerasan lainnya terungkap dari laporan para korban.

“Kami mencatat kurang lebih saat ini laporan itu hingga 8 (dosen) yang buktinya sudah terkumpul,” ungkap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UPNYK, Muhammad Risyad Hanafi, seusai aksi menuntut tindakan tegas untuk pelaku kekerasan seksual, di gedung Rektorat, Rabu (20/5/2026).

1. Terduga pelaku kekerasan mencapai delapan dosen

Ratusan mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta menggelar demo menuntut tindak tegas pelaku kekerasan seksual di lingkungan kampus, Rabu (20/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Ratusan mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta menggelar demo menuntut tindak tegas pelaku kekerasan seksual di lingkungan kampus, Rabu (20/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Risyad merinci terduga dosen pelaku kekerasan seksual 3 berasal dari Fakultas Pertanian, kemudian dari Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) ada 1 dosen. Selanjutnya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) ada 2 dosen dan 1 dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). “Satu lagi belum bisa kami konfirmasi karena tidak berada di homebase mana pun,” ungkap Risyad.

Mahasiswa menuntut dosen bersangkutan untuk dinonaktifkan hingga proses pemeriksaan selesai. Penyelesaian pun dituntut sesegera mungkin. Mahasiswa memberikan waktu 3 hari untuk penyelesaian. 

“Kemudian jika memang tidak dapat diselesaikan secara secepatnya, pertama kami sudah mengumpulkan banyak bukti namun beberapa kronologi dan polemik dan dinamika yang ada di Satgas tidak dapat mengerjakan kasus ini secara cepat dan taktis. Maka dari itu teman-teman marah hari ini, akumulasinya marah,” tegas Risyad.

Risyad mengharapkan ada sanksi yang sesuai untuk para terduga pelaku. Selain itu, kampus diminta untuk tidak bertele-tele. “Dengan sanksi sesuai kategorinya itu satu, tapi kami tidak mau kampus memelihara dan terus bertele-tele dalam menyelesaikan penanganan kekerasan seksual, karena ini sebenarnya sudah pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

2. Korban disebut tidak terhitung

Ratusan mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta menggeruduk Rektorat UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Rabu (20/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Ratusan mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta menggelar demo menuntut tindak tegas pelaku kekerasan seksual di lingkungan kampus, Rabu (20/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Risyad menyebut dari tindakan para terduga pelaku, jumlah korban sudah tidak terhitung. Lebih lagi laporan yang masuk ada kasus yang terjadi lebih dari 10 tahun lalu. “Kalau korbannya tidak terhitung, karena ini kasus sebenarnya sudah dari laporan 2013 untuk sekarang, karena Satgas kan baru ada beberapa tahun belakangan,” kata Risyad.

Risyad menuturkan bentuk kekerasan seksual tersebut berbagai macam dari verbal, nonverbal, dan bentuk fisik. BEM KM UPN “Veteran” Yogyakarta pun telah menghimpun berbagai bukti-bukti yang ada.

“Ada bertutur kata di dalam kelas ataupun di forum-forum terbuka dengan jokes-jokes seksisnya. Mahasiswi itu takut berkomentar karena bimbingan beliau, takut nilainya diancam, skripsinya tidak jalan, penelitiannya tidak jalan, seperti itu,” ungkapnya.

3. Pihak kampus menelusuri

Ratusan mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta menggeruduk Rektorat UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Rabu (20/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Ratusan mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta menggelar demo menuntut tindak tegas pelaku kekerasan seksual di lingkungan kampus, Rabu (20/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Sebelumnya, Ketua Satgas PPKPT UPNYK, Iva Rachmawati, mengatakan pihaknya tengah menelusuri informasi adanya dugaan kasus kekerasan lainnya, selain yang menyangkut Dosen Agroteknologi. Meski demikian ia menyebut belum ada laporan resmi yang masuk. “Sampai saat ini itu belum secara resmi ya, tapi munculnya malah di media sosial,” kata Iva.

Iva mendorong untuk mahasiswa membuat laporan dugaan kekerasan seksual. Ia menyebut pihaknya juga telah mempersuasi Ketua Jurusan yang ada di UPN “Veteran” Yogyakarta, agar mahasiswa membuat laporan. “Jadi kami sangat-sangat berharap mahasiswa itu mau membantu kami sebenarnya,” ungkapnya.

Diketahui dalam aksi ini ratusan mahasiswa menggeruduk Rektorat UPN “Veteran” Yogyakarta. Mereka menuntut tindakan tegas dan cepat dari kampus terkait dugaan kasus kekerasan seksual.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More