Api Misterius di Sleman Terus Muncul, Pemilik Rumah Gelar Doa Bersama

- Fenomena api misterius di rumah Fia di Seyegan sudah terjadi 125 kali sejak akhir Mei 2026, dengan intensitas kini menurun berkat langkah antisipatif pemilik rumah.
- Keluarga Fia bersama warga menggelar yasinan dan doa bersama sambil menerima sosialisasi ilmiah agar masyarakat tetap tenang menghadapi fenomena ini.
- Tim peneliti dari UGM, UPN, dan BRIN menelusuri penyebab munculnya api, menduga keterlibatan gas metana, hidrogen, serta fosfin yang keluar melalui retakan tanah.
Sleman, IDN Times - Fenomena api misterius di rumah Mutfiana alias Fia di Seyegan, Sleman, hingga hari ke-21 bekum berakhir. Kejadian ini sudah terjadi akhir Mei 2026. Hingga Kamis (11/6/2026) malam, jumlah kemunculan api atau kebakaran berulang di rumah Fia tercatat sudah mencapai 125 kali.
Fia dan keluarga pun menggelar yasinan serta doa bersama dengan harapan teror api misterius ini segera ditemukan penyebabnya dan berakhir.
1. Intensitas berkurang, tapi api belum sepenuhnya hilang

Fia menuturkan, pada hari Kamis sempat terjadi satu kali api muncul. Saat ini intensitasnya turun dibanding hari pertama kemunculan hingga 8-9 kali sehari.
"Jumlahnya turun signifikan," kata Fia ditemui di kediamannya, Kamis (11/6/2026) malam.
Hal ini tak lepas dari langkah antisipatif dengan memindahkan barang-barang di dalam rumah. "Sekarang juga sudah nggak ada barang baju dicanthel-canthelke (digantung-gantung)," katanya.
2. Gelar yasinan dan doa bersama

Fia sekeluarga menggelar acara yasinan dan doa bersama masyarakat setempat. Tujuannya mendoakan keselamatan serta agar teror api misterius lekas berakhir.
Selain yasinan dan doa bersama, acara juga menyisipkan sosialisasi dari perangkat lingkungan setempat soal sisi ilmiah fenomena api ini.
"Ilmiahnya tetap jalan, religiusnya juga. Ini kan juga adanya doa bersama, memberikan penjelasan bahwa tidak perlu khawatir walaupun ada retakan-retakan (di bawah permukaan tanah) itu, nggak apa-apa, enggak usah resah gitu lho," kata Fia.
Masyarakat diminta tak terlalu panik, karena sekarang para peneliti sedang menganalisa hasil temuan mereka.
"Karena kan sekarang yang terjadi di masyarakat sekitar itu, resah, panik. 'Piye yo, aku meh (harus) pindah ke mana yo kalau ada seperti ini', begitu," sambungnya.
3. Tetangga mulai merasa khawatir

Laila Putri Rahmadini jadi salah satu tetangga Fia, mengaku resah akan fenomena api misterius ini. Dia mengontrak bangunan di sebelah utara ruko tempat Fia mengungsi.
Keresahannya itu didasari pada kemunculan api yang sudah sampai ke area rumah kontrakannya. Handuk yang ia jemur di belakang rumah beberapa hari lalu jadi salah satu benda yang terbakar.
"Handuk, pas tak tinggal tidur (terbakar)," kata Laila.
Menurut Putri, setidaknya sudah ada tiga barang miliknya yang hangus terbakar. Karena itu, ia merasa perlu lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Putri mengaku memang berencana pindah dari kontrakannya. Keputusan tersebut bukan dipicu rasa khawatir terhadap kejadian yang terjadi, melainkan masa sewa rumahnya berakhir bulan depan.
Hingga kini, sejumlah tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN 'Veteran' Yogyakarta, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab fenomena tersebut. Tiga senyawa yang diduga berperan adalah gas metana (CH4), gas hidrogen (H2), dan gas fosfin (PH3).
Tim UGM telah mengoperasikan perangkat georadar dan menemukan sejumlah retakan tanah yang diduga menjadi jalur keluarnya senyawa pemicu munculnya api.
Sementara itu, tim peneliti UPN melakukan kajian geomagnetik untuk mengidentifikasi keberadaan batuan ultrabasa dan vulkanik yang berpotensi menghasilkan gas hidrogen.
Selain itu, survei geolistrik juga dilakukan di sekitar rumah Fia untuk memetakan lapisan batuan bawah permukaan serta mendeteksi struktur atau rongga yang kemungkinan menjadi jalur keluarnya gas penyebab kemunculan api.
















