Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jelang Tayang, Munafik: Melawan Iblis Ungkap Persiapan Para Pemain

Kota Yogyakarta
Jelang Tayang, Munafik: Melawan Iblis Ungkap Persiapan Para Pemain
Jumpa pers Film Munafik: Melawan Iblis, di The Rich Hotel Yogyakarta, Sabtu (15/8/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

  • Munafik: Melawan Iblis dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026 sebagai adaptasi resmi film Malaysia karya Syamsul Yusof.
  • Dimas Aditya dan Arya Saloka menjalani pelatihan bacaan Al-Qur'an serta rukiah dengan pengawasan ustaz agar adegan tetap sesuai kaidah syariat dan kebutuhan sinema.
  • Donny Damara menghadapi adegan mantra Jawa kuno dengan persiapan doa, sementara cerita mengikuti Ustaz Adam yang membantu Fitri menghadapi gangguan misterius.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Film horor religi Munafik: Melawan Iblis bakal tayang di bioskop Indonesia pada Kamis (3/9/2026). Menjelang perilisan, sejumlah cerita di balik proses produksi film adaptasi resmi karya Syamsul Yusof itu mulai terungkap.

Tak sekadar mendalami karakter, para pemain harus menjalani persiapan intensif untuk memastikan adegan religi dalam film tetap sesuai dengan kaidah syariat. Dimas Aditya, pemeran Ustaz Anwar, bahkan menjalani pendalaman bacaan Al-Qur'an selama dua bulan di bawah pengawasan ustaz yang berpengalaman dalam rukiah.

  1. 1. Dimas Aditya dituntut sempurnakan bacaan Al-Qur'an

    WhatsApp Image 2026-08-15 at 13.09.40.jpeg
    Jumpa pers Film Munafik: Melawan Iblis, di The Rich Hotel Yogyakarta, Sabtu (15/8/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Dimas mengaku perannya sebagai Ustaz Anwar menjadi salah satu tantangan terbesar sepanjang kariernya. Berbeda dengan peran ustaz yang pernah dimainkan sebelumnya, kali ini ia dituntut menguasai bacaan Al-Qur'an secara lebih mendalam.

    “Di Ustaz Anwar ini ternyata saya mencoba untuk trying to chase the limit, the highest limit, karena sebelumnya saya pernah memerankan ustaz, tetapi pendalamannya belum sampai sedalam yang sekarang. Karena di sini kami benar-benar diawasi oleh ustaz asli yang memang biasa merukiah,” ujar Dimas saat ditemui di The Rich Hotel Yogyakarta, Sabtu (15/8/2026).

    Tak hanya hafal ayat, Dimas dan Arya Saloka yang berperan sebagai Ustaz Adam juga harus memperhatikan tajwid, makhraj, hingga qalqalah. “Diajarkan tajwidnya, qalqalahnya, makhrajnya, semua itu banyak yang mungkin keliru atau belum tepat. Waktu awal itu saya tanya, ini maunya berapa persen? 100 persen, kata sutradaranya,” tutur Dimas.

    Target tersebut membuat para pemain harus berlatih secara disiplin. Dimas bahkan mengaku sempat merasa putus asa karena waktu persiapan mereka jauh lebih singkat dibandingkan proses belajar seorang santri.

    “Sempat ada momen keputusasaan. Saya pernah bertanya ke ustaz, 'Ustaz punya murid-murid yang setiap hari setor hafalan, untuk mereka melafalkan secara sempurna bacaannya itu butuh berapa lama?' Bertahun-tahun, kata Ustaz. Nah, kami cuma punya waktu dua bulan untuk mengejar target itu,” katanya.

  2. 2. Arya Saloka sempat terlalu serius melakukan rukiah

    Arya Saloka (Instagram.com/arya.saloka)
    Arya Saloka (Instagram.com/arya.saloka)

    Tantangan berbeda dialami Arya Saloka. Aktor tersebut justru terlalu mendalami praktik rukiah secara nyata sehingga sutradara Guntur Soeharjanto harus mencari keseimbangan antara praktik keagamaan dan kebutuhan dramatik film. “Kekhawatirannya adalah ketika kami test cam, Arya berubah menjadi ustaz sungguhan yang ternyata jauh dari sisi sinema. Secara rukiah asli sebenarnya biasa sekali membacakannya. Ternyata di film, kami harus mendramatisasi adegan,” kata Dimas.

    Menurutnya, proses tersebut akhirnya menemukan titik temu. Adegan rukiah tetap mengedepankan aspek syar'i, tetapi dikemas dengan bahasa sinema agar dapat membangun ketegangan bagi penonton. Bahkan, Arya sempat mendapat perubahan tugas secara mendadak saat proses syuting. Ia diminta menggantikan Dimas membacakan ayat dari Surah Al-Hasyr.

    “Arya kaget waktu itu karena ini bukan tugasnya. Namun, akhirnya dia hafal di momen itu. Dia mencoba membacakan dengan sempurna, Arya adalah aktor profesional dan dia bisa menyelesaikan itu,” ujar Dimas.

    Dimas juga menegaskan bahwa versi Indonesia tidak dibuat dengan menjiplak film aslinya. Menurut dia, proses adaptasi dilakukan secara resmi dan setiap perubahan cerita dikonsultasikan dengan Skop Productions selaku pemegang hak dari Malaysia.

    "Dari awal ada penyesuaian, dan setiap penyesuaian itu kami selalu berkonsultasi langsung dengan Skop Productions di Malaysia. Kalau mereka tidak menyetujui, kami tidak akan bisa mengeksekusinya," jelas Dimas.

    Ia mengatakan pihak Malaysia justru meminta versi Indonesia memiliki warna tersendiri dan menyesuaikan dengan kultur lokal. “Malaysia sendiri bilang, 'Jangan samakan. Kalian harus punya warna sendiri, harus sesuai dengan kultur Indonesia'. Jadi pasti akan ada perubahan, apalagi set latar tempatnya berbeda sekali,” ujar Dimas.

  3. 3. Donny Damara harus melafalkan mantra Jawa kuno

    WhatsApp Image 2026-08-15 at 13.09.39.jpeg
    Jumpa pers Film Munafik: Melawan Iblis, di The Rich Hotel Yogyakarta, Sabtu (15/8/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Nuansa mistis dalam film juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi Donny Damara yang memerankan Haji Mansyur. Donny harus melafalkan mantra berbahasa Jawa kuno yang dalam konteks cerita digunakan untuk memanggil entitas gaib. Adegan tersebut membuatnya harus ekstra berhati-hati selama proses syuting.

    “Bagi saya, tantangannya adalah pada saat saya harus memanggil dalam bahasa Jawa kuno. Saya memanggil setan, dan itu sungguhan memanggil setan dan roh jin. Sebelum membaca itu, saya membaca doa karena mantra yang digunakan memang mantra kuno dan ada artinya,” kata Donny.

    Untuk menjaga diri, Donny mengaku selalu membaca doa sebelum menjalani latihan maupun pengambilan gambar. “Saya agak berdebar sebenarnya karena itu sungguhan pada artinya. Jadi setiap kali saya take, setiap kali saya latihan, saya selalu membekali diri dengan istigfar, membaca Ayat Kursi,” ujarnya.

    Munafik: Melawan Iblis mengikuti kisah Ustaz Adam, seorang ahli rukiah yang memilih meninggalkan pekerjaannya setelah mengalami kehilangan besar dalam hidupnya. Kehidupan Adam berubah ketika ia diminta membantu Fitri, perempuan yang mengalami gangguan misterius. Dari sinilah konflik spiritual dan teror gaib mulai berkembang.

    Trailer perdana film yang dirilis pada 29 Juli 2026 memperlihatkan sejumlah adegan rukiah, kemunculan makhluk gaib, hingga pergulatan batin yang dialami para karakter. Selain Arya Saloka dan Dimas Aditya, film ini turut dibintangi Acha Septriasa sebagai Fitri, Donny Damara, Nova Eliza, Faqih Alaydrus, Annisa Hertami, Izabel Jahja, Widi Dwinanda, dan Oce Permatasari.

    Disutradarai Guntur Soeharjanto, Munafik: Melawan Iblis merupakan adaptasi resmi dari film horor religi Malaysia Munafik karya Syamsul Yusof. Diproduksi Unlimited Production bersama Skop Productions, Legacy Pictures, AZ Films, dan Komet Productions.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More