Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Iqbaal Ramadhan Main Film Monster Pabrik Rambut, Horor Retro 80an

Iqbaal Ramadhan Main Film Monster Pabrik Rambut, Horor Retro 80an
Pemeran film Monster Pabrik Rambut saat screening film di Jogja City Mall (JCM) Yogyakarta, Kamis (21/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih
  • Film Monster Pabrik Rambut garapan Edwin menghadirkan kisah tiga bersaudara yang bekerja di pabrik misterius untuk melunasi hutang keluarga dan mengungkap kematian ibunya.
  • Iqbaal Ramadhan menyebut film ini menawarkan horor retro ala 80-an dengan efek praktikal, tanpa jumpscare berlebihan, serta monster fisik yang dibuat langsung di lokasi syuting.
  • Para pemain menilai kengerian film ini muncul dari tekanan kerja dan realitas sosial, bukan sekadar hantu, dengan jadwal tayang nasional pada 4 Juni 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Yogyakarta, IDN Times – Sederet artis papan atas mengambil bagian dalam film horor Monster Pabrik Rambut, garapan sutradara Erwin. Dari Iqbaal Ramadhan hingga Sal Priadi menjadi warna tersendiri dalam film yang bercerita tentang teror lewat suasana pabrik dan monster ini.

Film produksi Palari Films menceritakan tiga kakak beradik, Putri, Ida, dan Bona yang bekerja di pabrik tempat ibu mereka dulu bekerja. Mereka terpaksa melunasi hutang keluarga kepada pabrik sekaligus mencari jawaban atas kematian ibunya yang misterius.

“Film ini tentang tiga bersaudara yang terpaksa bekerja di dalam pabrik dan menemukan kejadian-kejadian janggal di sekitarnya,” ujar Edwin saat screening film di Jogja City Mall (JCM) Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).

1. Atmosfer industrial yang menekan

Film Monster Pabrik Rambut. (Dok. Istimewa)
Film Monster Pabrik Rambut. (Dok. Istimewa)

Edwin menjelaskan, rasa takut dalam film dibangun dari atmosfer industrial yang menekan. Mesin-mesin besar, lembur kerja, debu, rambut beterbangan hingga monster yang muncul di tengah pabrik menjadi sumber utama horor dalam film tersebut.

“Buat aku, membayangkan hal sesederhana bekerja di pabrik, lembur, capek, berhadapan dengan alat-alat industri berat, itu saja sudah sangat horor tanpa harus ada setan,” katanya.

Tim produksi bahkan mendatangkan dua truk rambut asli untuk memenuhi kebutuhan set dan properti monster. Rambut-rambut itu digunakan untuk mengisi area pabrik, properti makhluk hingga efek visual praktikal. Persiapan film disebut dilakukan selama dua tahun.

Selain rambut, produksi juga memakai ribuan properti seperti kaki palsu, mata palsu hingga 1.200 manekin kepala yang didatangkan dari Bali. “Kadang sampai ada momen harus cari rambut sekilo lagi,” kata Edwin sambil tertawa.

2. Alternatif baru di tengah tren horor modern

Film Monster Pabrik Rambut. (Dok. Istimewa)
Film Monster Pabrik Rambut. (Dok. Istimewa)

Pemeran Bona, Iqbaal Ramadhan, menyebut Monster Pabrik Rambut sengaja dirancang menjadi alternatif baru di tengah tren horor modern Indonesia. “Tidak ada setan atau jumpscare berlebihan. Cerita dan setting di pabrik rambut itulah yang menciptakan horor dan terornya sendiri,” ujarnya.

Iqbaal menambahkan, film ini menghadirkan nuansa horor retro ala film tahun 1980-an melalui penggunaan practical effect ketimbang CGI. Monster dalam film benar-benar dibuat secara fisik di lokasi syuting sehingga para pemain dapat berinteraksi langsung tanpa bantuan green screen.

“Monsternya kelihatan dan ada beneran di set. Jadi kami tidak perlu membayangkan sesuatu di depan green screen. Jadi kami sebagai pemain bisa benar-benar masuk ke suasana. Buat Gen Z seperti saya, ini jadi pengalaman menarik karena seperti melihat cara film horor era 80-90an diproduksi,” katanya.

Dalam film ini, Iqbaal memerankan karakter Bona yang memiliki kemampuan regenerasi tubuh. Pada trailer, tangan karakter tersebut terlihat dapat terlepas lalu tumbuh kembali. Sal Priadi juga mengisi original soundtrack berjudul Kepala Pundak Kerja Lagi. Lagu tersebut bahkan ditulis langsung saat proses syuting berlangsung.

“Aku bikin liriknya di lokasi syuting. Semoga bisa menambah jiwa dari film ini,” ungkap Sal Priadi yang memerankan karakter Rudi.

3. Kengerian tidak hanya soal hantu

Film Monster Pabrik Rambut. (Dok. Istimewa)
Film Monster Pabrik Rambut. (Dok. Istimewa)

Aktris Rachel Amanda mengaku pengalaman syuting tetap menyenangkan meski harus berada di tengah set penuh debu dan rambut beterbangan. “Kengerian di film ini bukan cuma soal hantu, tapi bagaimana pekerjaan juga bisa menjadi horor tersendiri. Ceritanya kuat dan semoga bisa sampai ke penonton,” ujarnya.

Sementara itu, Lutesha menilai karakter dalam film ini dibuat tidak biasa dan memiliki lapisan emosi yang kuat. Melalui Monster Pabrik Rambut, Palari Films ingin menghadirkan horor yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar soal penampakan, melainkan tekanan dunia kerja, eksploitasi, dan ketakutan manusia yang muncul dari situasi nyata. Film Monster Pabrik Rambut dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More