Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mitos Larangan Bangun Rumah di Bulan Syawal, Benarkah Membawa Sial?

Mitos Larangan Bangun Rumah di Bulan Syawal, Benarkah Membawa Sial?
ilustrasi pekerja bangunan (pexels.com/ Denniz Futalan)
Intinya Sih
  • Membangun rumah perlu pertimbangan cermat, termasuk waktu yang dianggap baik atau buruk.
  • Salah satu alasan larangan membangun rumah pada bulan syawal adalah keselamatan dan perhitungan matang.
  • Alasan logis seperti keterlambatan penyelesaian proyek, gangguan terhadap warga sekitar, dan hambatan distribusi material menjadi pertimbangan utama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pembangunan rumah dalam tradisi Jawa mempertimbangkan aspek sosial dan spiritual yang matang. Agar terhindar dari kemalangan, pemilihan waktu pembangunan harus dihitung secara cermat.

Bulan Syawal dianggap sebagai waktu yang tidak ideal untuk mendirikan atau merenovasi rumah besar-besaran. Suwardi Endraswara dalam bukunya, Falsafah Hidup Jawa, menyebutkan mendirikan bangunan pada periode ini diyakini dapat memicu konflik sosial maupun cobaan hidup. Untuk memahami fenomena budaya ini, penting untuk menelaah alasan rasional yang melatarbelakangi mitos tersebut.

1. Seberapa penting perhitungan waktu dalam budaya Jawa saat membangun rumah?

ilustrasi pekerja bangunan (pexels.com/Davide Locatelli)
ilustrasi pekerja bangunan (pexels.com/Davide Locatelli)

Membangun rumah membutuhkan persiapan mulai bahan bangunan hingga tenaga kerja. Inilah salah satu pertimbangan yang harus dilakukan. Bagi orang Jawa keselamatan adalah utama, sehingga penting melakukan perhitungan dan pertimbangan matang.

Hal ini sejalan dengan Budiono Herusatoto dalam bukunya Mitologi Jawa: Pendidikan Moral dan Etika Tradisional, ia menjelaskan bahwa melakukan sesuatu yang tidak sesuai situasi, kondisi, waktu dan tempat dapat menyebabkan kerugian dalam beragam hal, entah itu materi maupun sanksi sosial. Demi tercipta keamanan dan kenyamanan, maka bulan syawal dianggap kurang baik untuk membangun rumah.

2.Mengapa bulan syawal dianggap tak baik untuk membangun rumah?

ilustrasi pekerja bangunan (pexels.com/Rodolfo Quirós)
ilustrasi pekerja bangunan (pexels.com/Rodolfo Quirós)

Ada beberapa alasan logis yang menyebabkan kesialan saat mendirikan rumah di bulan syawal. Pertama, bulan ini adalah momen penting bagi umat Islam untuk merakan lebaran. Demikian juga dengan pekerja bangunan yang masih menikmati waktu bersama keluarga merayakan lebaran. Ini bisa menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek rumah lantaran jumlah tenaga kerja terbatas.

Kedua, bisa kena teguran warga sekitar karena merasa terganggu dengan proses pembangunan rumah. Bulan syawal adalah waktu di mana masyarakat masih aktif saling berkunjung untuk silaturami. Jika bangunan rumah juga berlokasi di permukiman penduduk, aktivitas pembangunan tentu mengganggu kenyamanan warga.

Banyak orang lalu-lalang, anak-anak berlarian dan bermain di sekitar lokasi pembangunan, menimbulkan risiko tinggi. Oleh karena itu, mitos ini mengajarkan untuk tahu kondisi dan waktu ketika berbuat sesuatu. Jangan sampai merugikan diri, apalagi berakibat buruk ke orang lain.

3. Saat mudik bisa sebabkan kemacetan pengiriman material

ilustrasi material bangunan (pexels.com/Denniz Futalan)
ilustrasi material bangunan (pexels.com/Denniz Futalan)

Bulan Syawal juga identik dengan kemacetan akibat arus mudik dan liburan, yang otomatis menghambat pengiriman material. Belum lagi, harga bahan bangunan biasanya ikut naik. Alasan logis inilah yang membuat orang Jawa enggan membangun rumah atau memulai proyek besar di bulan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More