Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

SAPAKU Tularkan Bahagia lewat Pameran Lukisan Orang-Orang Bahagia

SAPAKU Tularkan Bahagia lewat Pameran Lukisan Orang-Orang Bahagia
Pembukaan pameran lukisan bertema “Orang-orang Bahagia” oleh Komunitas Lukis Sahabat Pakuningratan (SAPAKU) di Galeri Kolsani. (IDN Times/Paulus Risang)
Intinya Sih
  • Komunitas Lukis SAPAKU menggelar pameran bertema 'Orang-Orang Bahagia' di Galeri Kolsani Yogyakarta pada 17–29 Maret 2026 untuk menularkan semangat positif menjelang Nyepi dan Idul Fitri.
  • Pameran ini melibatkan 16 anggota dengan latar profesi beragam, dikurasi oleh mentor Yuswantoro Adi dan Bambang Herras sebagai bagian dari persiapan menuju pameran besar tahun ini.
  • Selain memajang sekitar 50 karya lukisan, SAPAKU juga mengadakan empat workshop melukis terbuka bagi publik selama rangkaian acara berlangsung di akhir Maret 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Yogyakarta, IDN Times - Komunitas Lukis Sahabat Pakuningratan (SAPAKU) menggelar pameran lukisan bertema “Orang-orang Bahagia” menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026. Kegiatan ini menjadi cara komunitas tersebut untuk menularkan kebahagiaan melalui karya seni.

Pameran terbuka untuk umum pada 17–29 Maret 2026, dengan jeda pada 21 dan 22 Maret saat Idul Fitri. Kegiatan ini berlangsung di Galeri Kolsani, yang berada di kompleks Kolese St. Ignatius Yogyakarta, Jalan Abubakar Ali 1, Kotabaru, Yogyakarta.

Pameran kali ini diikuti 16 anggota Komunitas Lukis Sahabat Pakuningratan (SAPAKU). Para peserta memiliki latar belakang profesi yang beragam, mulai dari ahli bahasa, pegiat lingkungan, arsitek, dokter, dosen, ekonom, ahli hukum, hingga insinyur teknik sipil. Selain itu, ada pula pelestari pusaka, ibu rumah tangga, pensiunan, serta mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

1. Alasan di balik tema Orang-Orang Bahagia

Koordinator Komunitas Lukis SAPAKU, Edi Arinto, mengatakan komunitas tersebut telah eksis sejak tahun 2005. Menginjak tahun yang ke-21, "Orang-Orang Bahagia" dipilih sebagai tema sebagai wujud syukur atas hal-hal yang mampu mengikat anggota komunitas selama dua dekade lebih. Baginya, melukis adalah salah satu hal yang membuat mereka bahagia.

"Pada kesempatan kali ini, di tengah suasana internasional yang memanas serta tekanan-tekanan ekonomi, politik, dan yang cukup memberatkan masyarakat, kita mencoba untuk menyajikan tema 'Orang-Orang Bahagia', tidak hanya untuk kita sendiri tetapi kita juga ingin membagikan kebahagiaan itu kepada orang lain," ucapnya usai pembukaan pameran pada Senin (16/3/2026) sore.

Pria yang akrab disapa Anto ini menambahkan, komunitas SAPAKU cukup rutin menggelar pameran. Pameran ini adalah yang ketujuh kalinya digelar.

"Awal-awal itu setiap tahun (menggelar pameran). Tapi sempat berhenti ketika COVID. Selain itu, kesibukan seperti anggota yang sekolah dan lain-lain membuat kita tidak menggelar pameran setahun sekali atau dua tahun sekali," tuturnya.

2. Proses persiapan dan kurasi pameran

Pembukaan pameran lukisan bertema “Orang-orang Bahagia” oleh Komunitas Lukis Sahabat Pakuningratan (SAPAKU) di Galeri Kolsani.
Pembukaan pameran lukisan bertema “Orang-orang Bahagia” oleh Komunitas Lukis Sahabat Pakuningratan (SAPAKU) di Galeri Kolsani. (IDN Times/Paulus Risang)

Sementara, Yuswantoro Adi, pelukis yang menjadi mentor bagi SAPAKU, bercerita lebih banyak soal persiapan pameran dan proses kurasi. Yus mengaku, pameran kali ini sebenarnya merupakan pemanasan untuk pameran besar yang sedang dipersiapkan untuk diadakan tahun ini.

"Jadi kami sudah punya materinya (untuk pameran besar), makanya untuk pameran ini (Orang-Orang Bahagia) kami meminta lukisan yang berbeda. Bisa bikin baru, bisa lukisan lama. Makanya ada lukisan yang dibuat tahun 2011 dari cat minyak," ujarnya. Yang jelas, lanjut Yus, lukisan tersebut harus yang diproduksi di dalam kelas komunitas SAPAKU.

Menurut Yus, anggota SAPAKU yang rata-rata sudah senior terbiasa bekerja kolektif. Para anggotalah yang membangun sistem, membuat timeline, hingga menentukan tema pameran. Sedangkan ia bersama Bambang Herras, mentor tandem Yus, cukup bertugas memilih karya.

"Jadi selama proses itu kami memilih, oh ini kurang, atau ini bisa, dengan catatan ini diperbaiki seperti ini. Begitu seterusnya. Sehingga menurut kami, setidaknya inilah yang terbaik di luar karya yang untuk pameran besar. Karena kami masih tahun ini masih punya satu lagi yang memang temanya beda. Dan itu temanya dibebaskan," kata Yus.

3. Berbagai kegiatan selama pameran

Di sepanjang lorong di galeri Kolsani, ada sekitar 50-an karya yang dipajang. Karya-karya tersebut merupakan buah goresan kuas dari 16 anggota SAPAKU yang aktif saat ini, yaitu Blessta Lova, Dwita Hadi Rahmi, Edi Arinto, Ening Widiastuti, Ernani Hastuti W, Ida Safitri L, Marie Ning Murdiyanti, Rina A Prianto, SM Darmastuti, Sita Adishakti, Sithowati Sandrarini, Syuli, Susie Ith, Tasya Kalyana, Wati Atmoko, dan Yudi Aning. Lukisan mereka dapat dinikmati oleh masyarakat umum hingga akhir Maret 2026 nanti.

Selain itu, selama rangkaian Gelar Karya berlangsung, SAPAKU juga mengadakan sejumlah workshop melukis yang terbuka bagi pengunjung. Seluruh kegiatan dijadwalkan berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB:

1. Workshop Lukis Gouache: Rabu, 25 Maret 2026, Dipandu Maria R. Anggit Tut Pinilih

2. Workshop Lukis Cat Air: Kamis 26 Maret 2026, Dipandu Alfi

3. Workshop Lukis On the Spot Painting: Jumat 27 Maret 2026, dipandu Bambang Herras dan Yuswantoro Adi

4. Workshop Lukis Pastel: Sabtu 28 Maret 2026 dipandu Dwita Rahmi Hadi

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More