Penampakan Perbaikan Sementara Jalan Amblas di Srikeminut Bantul

- Perbaikan sementara jalan amblas di Srikeminut telah selesai, dengan pemasangan bronjong dan gorong-gorong untuk aliran air.
- Perbaikan permanen membutuhkan anggaran Rp13 miliar dan masih menunggu hasil kajian dari tim ahli UGM.
- Warga Srikeminut senang karena akses jalan telah terhubung kembali, namun berharap agar segera diaspal untuk kenyamanan.
Bantul, IDN Times - Akses jalan menuju objek wisata Srikeminut di Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, yang sempat amblas akibat hujan deras beberapa hari lalu, kini telah selesai diperbaiki. Meski demikian, perbaikan tersebut masih bersifat sementara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, mengatakan perbaikan jalan yang amblas di kawasan Srikeminut telah rampung pada akhir 2025. Dengan perbaikan sementara tersebut, jalan sudah dapat dilalui kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.
"Sudah selesai perbaikan jalan yang amblas namun belum permanen hanya sementara saja," ungkapnya, Jumat (9/1/2026).
1. Dipasang bronjong, tapi tidak diaspal

Meski perbaikannya masih bersifat sementara, Jimmy memastikan akses jalan tersebut aman dilalui. Pasalnya, telah dipasang bronjong di sisi selatan jalan yang berbatasan langsung dengan Sungai Oya, dilakukan pengurukan menggunakan tanah yang tidak mudah menyerap air, serta pemasangan gorong-gorong sebagai jalur aliran air dari pegunungan menuju Sungai Opak.
"Tapi memang jalannya tidak diaspal karena sifatnya sementara," ungkapnya.
2. Perbaikan permanen butuh anggaran Rp13 miliar

Lebih lanjut, Jimmy mengatakan pembangunan jalan secara permanen masih menunggu hasil kajian dari tim ahli Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menyebutkan, untuk pembangunan jalan permanen sepanjang 300 meter dibutuhkan anggaran sekitar Rp13 miliar.
"Kita tunggu hasil kajian dari ahli UGM tersebut sebelum kita bangun permanen jalannya. Untuk anggaran kita coba ajukan ke BNPB, ya semoga akhir tahun 2026 atau awal 2027 pembangunan jalan permanen Srikeminut sudah selesai," terangnya.
3. Warga Srikeminut senang jalan sementara telah selesai dibangun

Salah satu warga Kedungmiri, Siti Romdonah (56), mengaku senang karena kini kembali dapat melintas di ruas jalan tersebut. Ia mengatakan, sebelum akses jalan terhubung kembali, dirinya harus memutar cukup jauh untuk menuju ladang yang berada di Wunut.
"Senang sekali jalannya sudah bisa dilewati. Karena sebelumnya saya kalau ke Wunut harus memutar lewat Selopamioro dan itu sekitar 10 sampai 12 kilometer," katanya.
Siti berharap ruas jalan tersebut dapat segera diaspal agar permukaannya lebih halus dan nyaman dilalui.
"Kalau harapannya ya semoga jalannya itu bisa segera diaspal, biar jadi bagus gitulah," ujarnya.
Warga Kedungmiri lainnya, Tumisem (54), juga mengaku terbantu dengan kembali terhubungnya ruas Jalan Kedungmiri. Ia mengatakan, akses tersebut membuat aktivitasnya ke sawah tidak perlu lagi dilakukan dengan berjalan kaki.
"Ya senanglah jalannya sudah jadi, saya bisa beraktivitas di sawah tanpa harus jalan kaki lagi lewat sawah-sawah itu. Karena sebelumnya saat putus jalannya itu harus jalan kaki dari pada memutar kan jauh," ucapnya.


















