Bank Indonesia DIY Catat Rp1,34 Triliun Uang Keluar Bulan Desember 2025

- Realisasi outflow Desember lebih tinggi dari November, namun lebih rendah dari tahun sebelumnya
- Hadirkan layanan kas keliling SERUNAI di DIY untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar
- Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga ketersediaan uang rupiah dan mendorong efisiensi sistem pembayaran melalui transaksi nontunai
Yogyakarta, IDN Times – Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPwBI DIY) mencatat jumlah uang kartal yang keluar (outflow) selama periode Desember 2025 sebesar Rp1,34 triliun. Uang yang keluar untuk kebutuhan perbankan dan masyarakat tersebut antara lain untuk memenuhi kebutuhan menyambut Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
“Jumlah uang kartal yang keluar (outflow) dari Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta kepada perbankan dan masyarakat selama periode Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,34 triliun. KPwBI DIY menyiapkan uang kartal sebesar Rp2 triliun, yang disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan perbankan dan masyarakat,” ujar Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, Senin (5/1/2026).
1. Realisasi outflow Desember lebih tinggi dari November

Sri Darmadi mengatakan, realisasi outflow pada Desember 2025 tersebut lebih tinggi 76,9 persen dari realisasi outflow November 2025 yang sebesar Rp757,51 miliar. Namun, jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, realisasi outflow lebih rendah sebesar 20,67 persen, dimana realisasi pada Desember 2024 tercatat Rp1,69 triliun.
“Hal tersebut antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan transaksi nontunai seiring dengan semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital,” ucap Sri Darmadi.
2. Hadirkan layanan kas keliling

Sri Darmadi mengatakan sebagai bagian dari komitmen untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar dan mudah diakses masyarakat, Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan Kas Keliling SERUNAI (Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai) di seluruh provinsi. Di DIY, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (18/12/2025) di dua rumah ibadah, yaitu Gereja GKKR Baciro dan GKI Ngupasan.
“Total realisasi penukaran uang pada kegiatan SERUNAI di DIY tercatat sebesar Rp1,07 miliar, yang menunjukkan tingginya antusiasme dan kebutuhan masyarakat terhadap uang Rupiah yang layak edar di momen keagamaan,” kata Sri Darmadi.
3. Jaga ketersediaan uang rupiah

Sri Darmadi menyebut Bank Indonesia senantiasa berkomitmen untuk menjaga ketersediaan uang rupiah yang cukup, berkualitas, dan tepat waktu, sekaligus mendorong efisiensi sistem pembayaran melalui penguatan transaksi nontunai.
“Sinergi antara pemenuhan kebutuhan uang kartal, layanan kas keliling, serta digitalisasi sistem pembayaran diharapkan dapat mendukung stabilitas dan kelancaran aktivitas ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkapnya.


















