Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jaga Daya Beli, Pasar Murah Ramadan Digelar di Sleman

Jaga Daya Beli, Pasar Murah Ramadan Digelar di Sleman
Ilustrasi warga membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar murah (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Intinya Sih
  • Pemkab Sleman menggelar Pasar Murah Ramadan untuk menjaga daya beli warga dan menekan inflasi menjelang Idul Fitri, dengan harga kebutuhan pokok lebih terjangkau bagi masyarakat.
  • Kegiatan berlangsung 2–10 Maret 2026 di enam lokasi Sleman, memprioritaskan warga miskin dan rentan dengan syarat menunjukkan KTP atau surat domisili resmi saat bertransaksi.
  • Pasar murah bekerja sama dengan Bulog, Gapoktan, dan penyedia lokal lain, menjual beras, minyak goreng, gula, telur, serta daging ayam dengan pembatasan kuota per KTP agar merata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sleman, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan meluncurkan rangkaian Pasar Murah Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Program ini digelar untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Langkah tersebut diambil guna menekan potensi inflasi yang kerap muncul menjelang hari raya. Melalui pasar murah ini, warga diharapkan dapat memperoleh komoditas pokok dengan harga lebih terjangkau.

1. Warga didorong manfaatkan pasar murah

Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, menyampaikan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Kabupaten Sleman pada Senin (2/3/2026). Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman bersama Bank Indonesia serta didukung sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Djaka mengimbau warga, khususnya di Kapanewon Berbah, memanfaatkan pasar murah untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran.

“Pasar murah ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan ketersediaan bahan pokok bagi warga dengan harga yang sangat miring. Kami meminta masyarakat datang lebih awal mulai pukul 08.30 WIB dan sangat disarankan membawa wadah belanja sendiri dari rumah untuk mendukung gerakan pengurangan sampah plastik,” ujar Djaka dikutip KIM Berbah di laman resmi Media Center Sleman.

2. Jadwal pasar murah di enam lokasi

Operasi pasar murah dijadwalkan berlangsung di enam lokasi di Sleman pada 2–10 Maret 2026. Kegiatan diawali di GOR Tridadi untuk Zona Sleman Tengah pada Senin (2/3/2026), dilanjutkan Selasa (3/3/2026) di Lapangan Baratan Pakem untuk Zona Utara, dan Rabu (4/3/2026) di Stadion Maguwoharjo untuk Zona Timur. Selanjutnya digelar di Stadion TGP Seyegan pada Kamis (5/3/2026), Lapangan Rejondani Ngaglik pada Senin (9/3/2026), dan berakhir di Lapangan Sumbersari Moyudan pada Selasa (10/3/2026).

Meski terbuka untuk umum, pemerintah memprioritaskan warga pemegang kartu miskin dan rentan miskin yang berdomisili di Sleman. Untuk bertransaksi, masyarakat cukup menunjukkan fotokopi KTP Sleman atau surat domisili resmi. Kebijakan ini diterapkan agar penyaluran bahan pangan bersubsidi tepat sasaran, terutama bagi warga yang terdampak kenaikan harga.

3. Bekerja sama dengan penyedia pasokan

Panitia juga bekerja sama dengan sejumlah penyedia pasokan, seperti Bulog Kanwil DIY, Pinsar Petelur Nasional Sleman, Gapoktan Sleman, dan PT Saliman Riyanto sebagai pemasok daging ayam. Komoditas yang dijual meliputi beras SPHP, beras premium, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, serta daging ayam. Untuk mencegah pembelian berlebih, diberlakukan pembatasan kuota per KTP, antara lain maksimal 10 kilogram beras serta masing-masing 2 kilogram untuk telur dan daging ayam.

“Kami berharap masyarakat bisa berbelanja dengan bijak dan membeli sembako sesuai dengan kebutuhan masing-masing, bukan berdasarkan keinginan untuk menimbun. Dengan pembatasan ini, kami ingin memastikan manfaat pasar murah bisa dirasakan secara merata oleh lebih banyak warga Sleman,” pungkas Djaka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More