Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polisi Gerebek Markas Sindikat Scam di Sleman, Ini Kesaksian Warga

Polresta Yogyakarta menggerebek bangunan yang diduga digunakan sebagai markas sindikat scam berlokasi di Jalan Gito Gati, Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada Senin (5/1/2026).
Polresta Yogyakarta menggerebek bangunan yang diduga digunakan sebagai markas sindikat scam berlokasi di Jalan Gito Gati, Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada Senin (5/1/2026). (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
Intinya sih...
  • Polisi gerebek markas sindikat scam di Sleman
  • Warga sekitar tidak menaruh curiga
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Beberapa warga mengungkap momen penggerebekan bangunan dua lantai di Jalan Gito Gati, Sleman, yang diduga dijadikan markas sindikat scam atau penipuan daring jaringan internasional.

Warga melihat sejumlah orang dan benda dibawa polisi sebagai barang bukti.

1. Ponsel hingga laptop disita, ada puluhan karyawan di dalam

Polresta Yogyakarta menggerebek bangunan yang diduga digunakan sebagai markas sindikat scam berlokasi di Jalan Gito Gati, Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada Senin (5/1/2026).

Berdasarkan pantauan, tempat ini nihil aktivitias pada Selasa (6/1/2026). Bangunan dengan tiga pintu geser di bagian depan tertutup. Sebuah papan bulat menggantung di tembok depan bertuliskan 'Altair TS'. Sementara area luar dibatasi dengan pagar rantai.

Ketua RW 33, Penen, Donoharjo, Wahyu Agung Purnomo mengaku diminta petugas kepolisan untuk menyaksikan proses penggeledahan di lokasi tersebut.

Dalam prosesnya, Agung melihat sejumlah benda dibawa polisi, seperti ponsel beserta laptop dalam jumlah banyak. "Banyak sekali, karena itu ada di lantai bawah dan lantai atas juga ada kamar-kamar. Setiap kamar itu ada barang buktinya masing-masing di atas meja," kata Agung.

Selain pengambilan barang bukti, kata Agung, polisi juga meminta keterangan dari 50-60 orang karyawan di tempat tersebut. Menurutnya, jumlah pegawai di tempat tersebut memang banyak dan jam operasional kantornya sampai 24 jam.

Bahkan, area halaman depan bangunan hampir tak cukup menampung kendaraan pegawai. "(Pembagian kerja karyawan) tiga shift," ungkap Agung.

2. Jenis usaha misterius, izin bukan di Sleman

Polresta Yogyakarta menggerebek bangunan yang diduga digunakan sebagai markas sindikat scam berlokasi di Jalan Gito Gati, Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada Senin (5/1/2026).
Polresta Yogyakarta menggerebek bangunan yang diduga digunakan sebagai markas sindikat scam berlokasi di Jalan Gito Gati, Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada Senin (5/1/2026). (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Agung mengaku tak mengetahui jenis kegiatan yang dijalankan di tempat tersebut. Menurutnya, aktivitas di dalam bangunan tak begitu jelas dari dari luar. Selain itu, tak ada warganya yang bekerja di sana.

Kata Agung, pegawai di tempat itu juga tidak pernah berinteraksi dengan warga sekitar. "Dulu itu izinnya ada di Pak RT itu. Ada di Pak RT itu usahanya itu seperti apa ya saya lupa, wong agak susah juga untuk menjelaskan itu. Tapi izinnya juga tidak di Sleman, tapi di daerah Jawa Barat," imbuh Agung.

Agung hanya mengetahui bangunan itu milik salah seorang warga setempat dan beberapa kali dikontrakkan ke penyewa berbeda.

Kata dia, penyewa terakhir mulai menempati bangunan itu kurang lebih setahun terakhir. "Kalau motor penuh itu bahkan sampai mepet di jalan marka (bahu) jalan itu. Bahkan untuk warga sini sebenarnya sudah mengingatkan juga," ujar Agung.

3. Warga tidak pernah menaruh curiga

Polresta Yogyakarta menggerebek bangunan yang diduga digunakan sebagai markas sindikat scam berlokasi di Jalan Gito Gati, Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada Senin (5/1/2026).
Polresta Yogyakarta menggerebek bangunan yang diduga digunakan sebagai markas sindikat scam berlokasi di Jalan Gito Gati, Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada Senin (5/1/2026). (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Sementara itu beberapa warga mengaku tak menyangka tempat itu digerebek oleh polisi. Mereka sama sekali tak menaruh curiga pada aktivitas di dalam bangunan.

Salah satunya adalah Jessica (32), penjual minuman di sekitar lokasi penggerebekan. Beberapa karyawan dari tempat tersebut pernah membeli dagangannya. "Rata-rata (usia pegawai) muda," katanya.

Adapun N, salah seorang pegawai sebuah toko tak jauh dari lokasi penggerebekan, tiap hari melihat keramaian di area bangunan. Berdasarkan cerita yang ia terima, orang-orang di dalam bangunan bekerja sebagai admin atau customer service. Namun ia kurang paham tentang jenis usaha tempat tersebut.

"(Karyawannya) pakai baju biasa saja, pakai baju biasa-biasa sih kayak ya baju kesehari-harian lah bukan yang terlalu formal, tapi ya ada formal tapi ya bebas lah pakaiannya," kata N.

Baik Jessica maupun N sama-sama melihat dua unit truk saat penggerebekan kemarin. Mereka juga melihat beberapa motor serta sejumlah orang diangkut.

"Kalau truk dua, mobil polisi dua, pakai motor empat. (Truk) bawa orang," ucap N.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Pemandangan Tepi Pantai Sepanjang Usai Ratusan Kios Dibongkar

07 Jan 2026, 21:09 WIBNews