Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tahun Ini PGN Perluas Jaringan Gas Kota di Yogyakarta
ilustrasi jaringan gas rumah tangga (jargas) Pertamina (dok. Pertamina)

Yogyakarta, IDN Times - PT. PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina memulai perluasan jaringan gas kota di wilayah Kota Yogyakarta di tahun ini. Sebelumnya PT. PGN merintis jaringan di Kabupaten Sleman yang dilakukan sejak 2023.

 

1. Hemat uang negara, harga gas lebih murah

ilustrasi gas LPG 3kg (IDN Times/ Riyanto)

Direktur Utama PT. PGN Tbk, Arief Setiawan Handoko menerangkan, jaringan gas kota akan dibangun disalurkan ke rumah dan industri baik kecil maupun besar. Manfaatnya, bisa menghemat uang negara dan menguntungkan warga, karena harga gas akan lebih murah.

"Kami mau memperluasnya di DIY. Kenapa jaringan gas kota ini penting, karena secara langsung nantinya akan menyelamatkan keuangan negara. Elpiji, terutama 3 kg, yang sehari-hari dipakai oleh masyarakat kan berasal dari luar negeri," kata Arief.

Kata Arief, gas yang dialirkan adalah gas domestik yang bersumber dari gas bumi milik Indonesia. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT. PGN Tbk, Arief Setiawan Handoko usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X pada Senin (15/7/2024) di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta.

2. Jaringan gas kota kurangi emisi udara

ilustrasi jaringan gas rumah tangga (jargas) Pertamina (dok. Pertamina)

Jaringan gas kota ini, kata Arief, mampu menekan pemakaian gas tabung, sehingga proses distribusi gas tabung makin berkurang.

"Dengan begitu, kita juga mengurangi emisi udara, sehingga kualitas udara di DIY akan lebih baik. Masyarakat tidak perlu lagi repot-repot secara berkala membeli gas karena sudah tersedia langsung di rumah," urai Arief.

3. Sri Sultan mengingatkan tanah lava

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Menurut Arief, Sultan mengingatkan agar selalu berhati-hati saat membangun saluran-saluran jaringan gas kota, lantaran sebagian tanah yang akan dilalui adalah tanah lava. 

"Kami saat ini sudah memiliki roadmap pembangunannya. Layout dan map sudah ada, tinggal berkoordinasi dengan Pemda DIY dalam pelaksanaannya karena kami diingatkan Sri Sultan sebagian tanah yang akan dilalui adalah tanah lava. Karena kami juga tidak mau nantinya pembangunan jaringan gas ini menyisakan dampak yang jelek," paparnya.

Sembari menyusun keamanan pembangunan, pihaknya segera memulai sosialisasi jaringan gas kota ini kepada warga dan UMKM di Kota Yogyakarta. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article