Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pabrik Bambu di Pleret Bantul Dilalap Api, Kerugian Capai Rp1 M
Sebuah pabrik bambu di Padukuhan Jati, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, terbakar pada Sabtu (25/7/2026) sore. (Dok. Humas Polres Bantul)
  • Sebuah pabrik bambu di Padukuhan Jati, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul, terbakar pada Sabtu (25/7/2026) sore dengan kerugian material diperkirakan lebih dari Rp1 miliar tanpa menimbulkan korban jiwa.

  • Berdasarkan penyelidikan awal, api diduga berasal dari tungku oven produksi dan sempat membesar meski telah diupayakan pemadaman menggunakan APAR.

  • Kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.25 WIB oleh petugas gabungan, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bantul, IDN Times - Sebuah pabrik bambu di Padukuhan Jati, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, terbakar pada Sabtu (25/7/2026) sore. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian material ditaksir melebihi Rp1 miliar.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan api muncul di area gudang produksi. Kebakaran berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran bersama tim gabungan melakukan proses pemadaman selama beberapa jam.

"Peristiwa kebakaran terjadi di gudang produksi atau ruang oven pabrik bambu di wilayah Wonokromo, Pleret. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan lebih dari Rp1 miliar," kata Rita.

Kebakaran menghanguskan sebagian bangunan

Berdasarkan penyelidikan awal, aktivitas produksi telah berakhir sekitar pukul 15.00 WIB dan mayoritas pekerja sudah meninggalkan lokasi. Saat itu, masih ada tiga karyawan yang berada di pabrik untuk membantu membersihkan pohon di rumah sebelah atas permintaan pemilik.

Sekitar pukul 15.30 WIB, seorang saksi melihat asap hitam mengepul dari sisi ruang oven. Setelah pintu geser ruang oven dibuka untuk diperiksa, api diketahui sudah membesar. Para pekerja sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi kobaran api tidak dapat dikendalikan.

Mereka kemudian mengevakuasi sejumlah barang di sekitar ruang oven agar api tidak meluas. Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, kobaran api semakin besar hingga menghanguskan sebagian bangunan produksi.

"Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama unsur BPBD, Tagana, PMI, FPRB, serta personel Polsek Pleret. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.25 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan," ujar Rita.

Api diduga berasal dari tungku oven

Dalam penanganan kebakaran itu, tim gabungan mengerahkan satu tangki air Tagana, satu tangki PMI, dua tangki BPBD, dan dua unit mobil pemadam kebakaran. Polisi juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Bantul untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab kebakaran.

"Untuk sementara, dugaan awal api berasal dari tungku oven produksi bambu. Namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan petugas yang melakukan olah TKP," tutur Rita.

Rita menambahkan, penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan sumber api sekaligus menghitung total kerugian akibat kebakaran tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article