Comscore Tracker

Thrifting Paradise, Rayakan Valentine Sembari Belanja Barang Bekas

Tren thrifting menambah antusias masyarakat untuk datang

Tren thrifting atau berburu barang-barang bekas layak pakai tengah mewabah belakangan ini. Masyarakat sudah tidak malu lagi untuk menggunakan barang-barang bekas karena barang yang dijual adalah barang yang cenderung bermerek, langka, atau berharga bagi pemilik sebelumnya.

Cukup banyak acara thrifting yang sudah terlaksana di Jogja. Salah satu yang sedang berjalan adalah Thrifting Paradise. Yuk, intip bagaimana event ini berjalan!

Baca Juga: Sambut Hari Kasih Sayang, Kebun Roti Buat Roti Edisi Valentine

1. Digelar hingga 15 Februari 2020

Thrifting Paradise, Rayakan Valentine Sembari Belanja Barang BekasKebun Roti Jogja - IDN Times/Rijalu Ahimsa

Event Thrifting Paradise ini digelar di Jl. Bougenville No.7-11, Karang Gayam, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di lantai 2 toko roti ini.

Event diadakan sejak hari Kamis (13/2) sampai hari Sabtu (15/2) sekaligus untuk merayakan Hari Valentine di Kebun Roti. Acara ini dibuka mulai jam 2 siang hingga 9 malam. Jangan khawatir kelaparan, karena kamu juga bisa mencicipi aneka roti organik dan minuman menyegarkan di lantai 1 toko Kebun Roti ini.

2. Banyak barang yang dijual oleh tenant dengan harga yang relatif murah

Thrifting Paradise, Rayakan Valentine Sembari Belanja Barang BekasInstagram.com/afj_store

Di Thrifting Paradise, kamu bisa menemukan barang-barang fashion dengan kondisi layak pakai, makeup, hingga buku. Untuk harga relatif murah, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp100 ribuan, bahkan ada barang yang gratis namun pengunjung harus mendonasikan uang seikhlasnya untuk menebus barang tersebut.

Siane Caroline, selaku pemilik Kebun Roti mengatakan bahwa tenant yang bisa meramaikan acara thrifting dibuat bergiliran sehingga selalu ada tenant baru di setiap event yang diadakannya, dan pengunjung juga jadi memiliki lebih banyak pilihan barang setiap tahunnya.

"Jadi kita ada pendaftaran, nanti kita pilih tenant-nya. Maksudnya yang udah pernah nanti lagi, supaya yang belum pernah itu bisa masuk, jadi bisa rotasi merata. Terus dari pengunjungnya juga senang dia bisa dapat barang murah, terus bisa berkumpul sama teman, terus barangnya gonta-ganti," ucap wanita yang kerap disapa Ane ini.

Di Thrifting Paradise kali ini tercatat ada 6 tenant yang sudah masuk dan membuka gelaran barang-barangnya untuk bisa dibeli oleh pengunjung.

3. Mengambil tema Swirling Moonstruck! Dreamly Romantic, Relove Stuff

Thrifting Paradise, Rayakan Valentine Sembari Belanja Barang BekasInstagram.com/thrifting.paradise

Thrifting Paradise ini tak selalu rutin diadakan di tanggal yang sama. Ane mengaku dia terkadang membuat acara thrifting dua bulan sekali hingga paling jarang satu tahun sekali. Tempat dan kapasitasnya pun berbeda-beda. Acara thrifting yang diadakan bisa di tempat selain Kebun Roti untuk menjangkau kapasitas tenant dan pengunjung yang lebih besar.

"Kadang dua bulan sekali kadang setahun cuma sekali, tergantung ada tenaganya nggak. Kita pernah bikin itu di Filkop, di Balakosa, di Gembul Kitchen, yang gede-gede tempatnya. Ini mungkin sudah kesebelas kalau gak salah, kalau (event) yang gede setahun sekali," ucap Ane.

Sedangkan tema yang diangkat tahun ini adalah Swirling Moonstruck! Dreamly Romantic, Relove Stuff, yang memiliki makna bahwa barang yang pernah dicintai oleh orang lain kini bisa kembali dicintai oleh pemilik yang baru melalui event ini.

4. Terinspirasi dari gaya hidup minimalis dan isu slow fashion

Thrifting Paradise, Rayakan Valentine Sembari Belanja Barang BekasSiane Caroline, pemilik Kebun Roti, saat kami temui pada Kamis (13/2) - IDN Times/Rijalu Ahimsa

Ane sebagai pencetus acara ini pada awalnya menjual barang-barang bekasnya sendiri karena terinspirasi dari Marie Kondo, yang menata rumahnya dengan hanya mengisikan barang-barang yang dibutuhkan sehari-hari saja. Dari situ Ane menjual barang-barang yang tidak dia pakai dengan konsep garage sale.

Selain itu, beberapa tahun lalu juga gencar tentang isu slow fashion, di mana produk-produk fashion dibuat dengan bahan berkualitas agar lebih awet dipakai sehingga konsumen tidak konsumtif dengan selalu membeli barang-barang fashion terbaru yang selalu keluar dengan cepat.

Garage sale yang Ane bersama teman-temannya ternyata mendapat respons yang bagus, sehingga terciptalah Thrifting Paradise ini sekaligus dijadikan ajang kumpul-kumpul bersama teman.

"Akhirnya kita pakai itu buat konsep Thrifting Paradise, jadi temanya berkumpul bersama. Soalnya kalau gak ada acara itu kita susah kumpul bareng teman, soalnya sudah pada sibuk," ungkap Ane.

Selain itu Ane juga mengaku jika dia dan teman-temannya sedang tidak sempat menjual barang-barang bekas yang dimiliki, mereka menyumbangkan barang-barang tersebut ke sebuah komunitas pecinta hewan yang bernama Animal Friends Jogja. Barang-barang akan dijual oleh komunitas tersebut dan uangnya digunakan untuk merawat kucing, anjing, dan hewan lainnya yang terlantar.

Baca Juga: Ramai-ramai Move On, Begini Kemeriahan Festival Melupakan Mantan 2020

Topic:

  • Rijalu Ahimsa
  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya