Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gelar Perayaan Natal

- Perayaan Natal di Sanggar Cendana, Bantul
- Abdi Dalem Keprajan terbanyak di Bantul
- Rutin menggelar pertemuan paguyuban abdi dalem setiap Sabtu Kliwon
1. Perayaan Natal sejak paguyuban terbentuk

Abdi Dalem Keprajan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus pemilik Sanggar Cendana, Mas Bekel Yudho Prabowo mengatakan perayaan Natal ini sudah berlangsung semenjak Paguyuban Abdi Dalem Keprajan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Wewengkon Bantul terbentuk.
"Jadi yang ikut perayaan Natal ini tidak saja abdi dalem yang beragama Kristiani, namun juga yang beragama Islam. Sebab bersamaan dengan pertemuan rutin Paguyuban Abdi Dalem Keprajan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Wewengkon Bantul yang digelar setiap 35 hari sekali bertepatan pada Sabtu Kliwon," ujarnya.
2. Abdi Dalem Keprajan terbanyak dari Kabupaten Bantul

Demikian pula saat Hari Raya Idulfitri, Paguyuban Abdi Dalem Keprajan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Wewengkon Bantul juga menggelar perayaan pada bulan Syawal hari Sabtu Kliwon.
"Ini sudah tradisi yang setiap tahun dilakukan oleh Paguyuban Abdi Dalem Keprajan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Wewengkon Bantul," ujarnya.
Mas Bekel Yudho Prabowo yang masih aktif bertugas di Pos TNI AL (Posal) Pantai Samas ini menjelaskan, Abdi Dalem Keprajan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Wewengkon Bantul merupakan abdi dalem terbanyak dibandingkan Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Sleman hingga Gunungkidul. "Anggota Paguyuban Abdi Dalem Keprajan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Wewengkon Bantul mempunyai anggota mencapai 250 orang namun yang aktif sebanyak 150 orang. Hampir sebagian besar Abdi Dalem Keprajan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Wewengkon Bantul ini merupakan pensiunan ASN," katanya.
3. Rutin menggelar pertemuan paguyuban abdi dalem setiap Sabtu Kliwon

Dalam setiap pertemuan Paguyuban Abdi Dalem Keprajan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Wewengkon Bantul yang berlangsung setiap 35 hari sekali atau setiap Sabtu Kliwon banyak kegiatan yang dilakukan, yang utama adalah melestarikan kebudayaan Yogyakarta.
"Ada yang berlatih tabuh gamelan, menari hingga tembang Jawa yang intinya melestarikan kebudayaan Yogyakarta," terang pria yang memiliki nama asli Yohanes Ari Prabowo ini.


















