Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tujuh Petugas KPPS di Gunungkidul Terkonfirmasi Positif COVID-19
ilustrasi infeksi virus corona COVID-19 (IDN Times/Mardya Shakti)

Gunungkidul, IDN Times - ‎Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menyebut terdapat tujuh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Sampai hari ini ada tujuh petugas KPPS yang terkonfirmasi positif COVID-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (26/11/2020).

1. Sebanyak 13.300 petugas KPPS menjalani rapid tes‎

Ilustrasi Rapid Test Tim IDN Times (IDN Times/Herka Yanis)

Terpisah Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan sesuai aturan protokol kesehatan menjelang pemungutan suara petugas KPPS yang berjumlah 13.300 harus menjalani rapid tes untuk memastikan kesehatannya. 

"Jadi petugas KPPS yang terkonfirmasi positif COVID-19 langsung kita lakukan penggantian," ungkapnya.

2. KPU Gunungkidul berharap warga tak takut lakukan hak pilihnya

Simulasi Pilkada Serentak 2020 (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Ahmadi berharap masyarakat yang telah memiliki hak pilih tidak takut datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Seluruh TPS sudah dipersiapkan sesuai protokol kesehatan, mulai dari tempat cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, pengukur suhu tubuh dan diberikan sarung tangan sebelum mencoblos.

"Kita pastikan petugas KPPS dan petugas linmas yang berjaga di lingkungan TPS telah menjalani rapid tes dan dinyatakan sehat," ujarnya.

Selain itu disediakan bilik khusus bagi calon pemilik yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius.

"Bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius, disediakan bilik suara khusus dan ada petugas yang dilengkapi dengan pakaian pelindung diri."‎

3. Jam kedatangan ke TPS akan diatur

IDN Times/Istimewa

Agar tidak terjadi kerumunan saat pemungutan suara maka kedatangan warga yang akan menggunakan hak pilih akan diatur waktunya oleh petugas KPPS dengan harapan tak ada kerumunan. 

"Tempat untuk membangun TPS juga diusahakan di tempat terbuka, kalau tidak bisa menggunakan balai dusun atau menggunakan tenda," terangnya.‎

Editorial Team

Related Article