Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Bahaya Makan Sambil Berdiri Bagi Kesehatan Tubuh, Hentikan Ya!

5 Bahaya Makan Sambil Berdiri Bagi Kesehatan Tubuh, Hentikan Ya!
ilustrasi makan sambil berdiri (pexels.com/Kampus Production)
Share Article

Makan sambil berdiri memang kelihatan praktis kalau lagi buru-buru. Tapi sadar gak sih, kebiasaan ini ternyata bisa berdampak buruk buat kesehatan? Tak hanya bikin gak nyaman, tapi ada risiko bagi sistem pencernaanmu. Yuk, cari tahu apa saja dampaknya jika kebiasaan ini terus berlanjut.

1. Pencernaan jadi lebih berat

ilustrasi makan sambil berdiri (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi makan sambil berdiri (pexels.com/Kampus Production)

Di saat kamu makan sambil berdiri, tubuhmu gak dalam posisi ideal untuk mencerna makanan. Proses mengunyah bisa jadi lebih buru-buru, dan makanan masuk ke lambung dalam bentuk yang belum halus. Alhasil, lambung harus kerja dua kali lipat untuk mengolah makanan yang belum siap cerna. Hal ini bisa memicu perut kembung, rasa gak nyaman, bahkan naiknya asam lambung.

Selain itu, posisi berdiri bikin gravitasi cepat mendorong makanan ke bawah, yang ternyata gak selalu jadi keuntungan. Lambung butuh waktu untuk mengatur proses pencernaan dengan baik. Kalau semuanya serba cepat dan gak tertata, kerja sistem pencernaan jadi gak optimal. Yuk, kasih tubuh kesempatan buat nikmatin makanan dengan posisi duduk yang tenang dan rileks!

2. Nutrisi gak terserap maksimal

Ilustrasi gemetar menggigil dan tersedak (sumber: freepik)
Ilustrasi gemetar menggigil dan tersedak (sumber: freepik)

Makan sambil berdiri sering bikin kita gak fokus, sehingga mengunyah cepat, menelan makanan buru-buru, dan bahkan lupa jumlah makanan yang sudah dimakan. Nah, cara makan kayak gini bisa memengaruhi penyerapan nutrisi penting, lho. Tubuh butuh waktu dan kondisi tenang buat menyerap zat-zat gizi dari makanan yang kamu makan.

Apalagi saat makan sambil jalan atau ngobrol, fokus tubuhmu bisa terpecah. Nutrisi kayak zat besi, vitamin B12, atau magnesium itu butuh proses cerna yang cukup matang. Kalau proses ini terganggu, bisa jadi tubuhmu gak dapet benefit maksimal dari makanan yang sudah dikonsumsi. Sayang banget kan, udah makan enak tapi gizinya gak sampai?

3. Resiko tersedak lebih tinggi

ilustrasi tersedak (freepik.com/user1452)
ilustrasi tersedak (freepik.com/user1452)

Pernah mengalami tersedak waktu makan sambil berdiri? Ternyata itu bukan cuma karena kamu lagi sial. Saat berdiri, otot di tenggorokan dan saluran pencernaan bagian atas gak dalam posisi optimal buat menelan makanan, alhasil risiko tersedak jadi meningkat, apalagi kalau kamu makan sambil mengobrol atau ketawa-ketawa.

Tersedak tak hanya batuk-batuk kecil, lho, jika makanan masuk ke saluran napas, maka bahaya banget. Dalam kasus ekstrem, bisa menyebabkan aspiration pneumonia atau infeksi paru karena makanan nyasar ke tempat yang salah. 

4. Koneksi otak dan tubuh jadi kurang sinkron

ilustrasi batuk atau tersedak (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
ilustrasi batuk atau tersedak (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Waktu kamu makan sambil berdiri, otak cenderung fokus ke hal lain, jalan, mengobrol, lihat sekitar, atau bahkan memikirkan hal lain. Hal ini bisa bikin koneksi antara otak dan tubuh soal rasa kenyang jadi gak nyambung. Akibatnya, kamu bisa makan kebanyakan atau malah jadi gak puas karena proses makan yang gak mindful.

Padahal, salah satu cara terbaik buat menjaga berat badan dan kesehatan adalah dengan memperhatikan mindful eating. Duduk, tenang, nikmati setiap suapan, dan rasakan kenyang dengan alami. Kalau kamu makan sambil berdiri dan multitasking, otak gak bisa kasih sinyal kenyang secara tepat waktu. Akhirnya, kamu bisa kelebihan makan tanpa sadar!

5. Bikin tubuh cepat lelah tanpa disadari

Kelelahan mental, Bingung
ilustrasi lelah mental (pexels.com/olly)

Makan sambil berdiri itu kelihatan simpel, tapi tubuh tetap butuh energi buat menopang berat badanmu. Apalagi kalau kamu makan dalam waktu cukup lama, misalnya pas acara kondangan atau pesta. Tanpa kamu sadari, tubuh akan cepat capek karena harus kerja ekstra sambil mencerna makanan.

Kalau ini terjadi terus-terusan, kamu bisa merasakan rasa lelah, mengantuk setelah makan, atau malah pusing. Badanmu butuh jeda dan relaksasi pas proses makan berlangsung. Jadi, duduk sejenak itu bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga soal kasih waktu tubuh buat istirahat dan fokus ke satu hal dulu, makan dengan benar.

Nah sudah paham kan, kenapa makan sambil berdiri kurang baik? Masalah pencernaan, penyerapan nutrisi yang terhambat, hingga risiko tersedak sebenarnya bisa kita hindari lewat satu kebiasaan sederhana: duduk manis saat makan. Langkah kecil ini efeknya luar biasa, lho.

Ingat ya, makan itu bukan sekadar mengisi perut yang kosong, tapi juga momen berharga untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Antisipasi Libur Sekolah, Simpang Tiga Piyungan Dibuka Sementara

01 Jul 2026, 09:09 WIBNews