4 Bulan Tak Digaji, Eks Pekerja Rumah Sakit di Bantul Demo

- Puluhan eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menggelar aksi damai menuntut pembayaran gaji yang belum dibayarkan selama empat bulan.
- Upaya mediasi bipartit dan tripartit bersama Disnakertrans Bantul belum menghasilkan kesepakatan terkait jadwal maupun skema pembayaran gaji.
- Pihak rumah sakit menyatakan telah mengikuti proses mediasi dan akan meneruskan aspirasi para eks pekerja kepada manajemen untuk keputusan lebih lanjut.
Bantul, IDN Times – Puluhan eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menggelar aksi damai di depan rumah sakit yang berlokasi di Sewon, Bantul, Sabtu (27/6/2026). Mereka menuntut pembayaran gaji yang disebut belum dibayarkan selama empat bulan.
Dalam aksi tersebut, para eks pekerja membawa poster berisi tuntutan dan bergantian menyampaikan aspirasi. Mereka menyebut aksi damai dilakukan setelah berbagai upaya penyelesaian melalui jalur ketenagakerjaan belum membuahkan hasil.
1. Eks pekerja tuntut gaji empat bulan segera dibayarkan

Perwakilan eks pekerja, Nurul Fitriah, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan karena hingga kini belum ada kepastian mengenai pembayaran tunggakan gaji. "Tuntutan kami adalah upah yang belum dibayarkan oleh RSU Griya Mahardhika Jogja selama empat bulan," ujarnya.
Nurul menyebut sedikitnya 36 eks pekerja ikut menuntut pembayaran hak mereka. Namun, menurutnya, jumlah pekerja yang terdampak tunggakan gaji lebih banyak dari itu. Sejumlah pekerja bahkan memilih mengundurkan diri karena tidak ada kepastian pembayaran upah.
2. Mediasi belum menghasilkan kesepakatan

Nurul mengatakan pihaknya telah menempuh berbagai mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial, mulai dari perundingan bipartit hingga tripartit. Namun, menurutnya, belum ada itikad baik dari pihak rumah sakit untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
"Langkah formal sesuai aturan sudah kami tempuh berkali-kali. Bipartit dan tripartit tapi belum ada iktikad baik dari perusahaan untuk membayar," katanya.
Di sela aksi, mediator dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul kembali memfasilitasi pertemuan antara eks pekerja dan pihak rumah sakit. Meski demikian, Nurul menyebut mediasi belum menghasilkan kesepakatan mengenai jadwal maupun skema pembayaran gaji. "Lagi-lagi belum disepakati untuk tanggal dan terminnya termasuk kenapa belum bayar," ujarnya.
Ia berharap rumah sakit segera membayarkan hak para pekerja, meski dilakukan secara bertahap sesuai kesepakatan bersama. "Nanti akan ada sidang mediasi ketiga pada 1 Juli 2026. Harapan kami ada kesepakatan final pada pertemuan itu," katanya.
3. Rumah sakit mengaku mengikuti proses mediasi

Perwakilan RSU Griya Mahardhika Jogja, Putri Agustiningtyas Kurniawati, mengatakan rumah sakit telah beberapa kali mengikuti proses mediasi. Menurutnya, hingga kini belum tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak.
"Sekarang memang sudah ada mediasi dari Disnakertrans Bantul, kami hanya mengikuti langkah-langkah selanjutnya sesuai arahan dari dinas," ujarnya.
Putri tidak menjelaskan alasan rumah sakit belum membayarkan gaji para eks pekerja. Ia mengatakan aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut akan diteruskan kepada manajemen rumah sakit.
"Kalau dari pihak rumah sakit, sejak awal sudah disampaikan bahwa nanti prosesnya disesuaikan. Dan yang pasti, ini kan karena saya perwakilan ya, bukan dari direksi resmi jadi tetap nanti kami sampaikan kepada manajemen agar ada keputusan," pungkasnya.


















