Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jardine Foundation Perluas Beasiswa Hingga S2 di UGM dan ITB
Kampus UGM. (Dok. ugm.ac.id)
  • UGM menyambut perluasan beasiswa Jardine Foundation di Indonesia karena membantu pembiayaan pendidikan sekaligus penguatan keterampilan dan soft skills mahasiswa.
  • Kerja sama UGM dan Jardine Foundation sejak 2022 telah menjangkau puluhan penerima, dengan cakupan yang berkembang dari jenjang S1 hingga S2.
  • Jardine Foundation memfokuskan investasi pendidikan Asia melalui kemitraan dengan UGM dan ITB, sambil menghentikan beasiswa sarjana Oxford-Cambridge namun melanjutkan dukungan penerima aktif dan pascasarjana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times – Universitas Gadjah Mada (UGM) menyambut baik langkah Jardine Foundation yang meningkatkan investasi pendidikan di Asia dengan memperluas program beasiswa di Indonesia. Menurut UGM, kehadiran beasiswa tersebut tidak hanya membantu mahasiswa dari sisi pembiayaan kuliah, tetapi juga mendukung pengembangan kapasitas diri penerimanya.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna, mengatakan program beasiswa dari Jardine Foundation menjadi salah satu bentuk dukungan bagi mahasiswa di tengah keterbatasan anggaran pendidikan. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pemberi beasiswa dinilai semakin penting.

"Program ini terus berlanjut untuk mendukung teman-teman mahasiswa di tengah anggaran pendidikan yang semakin terbatas. Beasiswa seperti Jardine Foundation tidak hanya memberikan kemudahan akses pendidikan melalui pembiayaan, tetapi juga memberikan penguatan keterampilan dan soft skills bagi mahasiswa penerima," ujar Hempri, Jumat (7/8/2026).

1. Bantu mahasiswa akses pendidikan dan tingkatkan keterampilan

Hempri menyebut kerja sama UGM dengan Jardine Foundation telah berlangsung sejak 2022. Selama periode tersebut, puluhan mahasiswa UGM telah menerima manfaat dari program tersebut. Cakupan beasiswa juga terus berkembang, dari semula hanya menyasar mahasiswa sarjana (S1) kini mulai menjangkau jenjang magister (S2).

"Kalau program ini sudah berjalan sejak 2022 dan sudah ada puluhan penerima. Saat ini tidak hanya untuk S1, tetapi mulai masuk ke S2 sehingga jangkauan beasiswa semakin luas. Program ini berjalan dengan baik karena ada sinergi yang kuat. Yang jelas, beasiswa ini membantu mahasiswa mempermudah akses pendidikan sekaligus meningkatkan kapasitas keterampilan mereka," katanya.

2. Fokus perluasan investasi pendidikan

ilustrasi mahasiswa UGM (ugm.ac.id)

Sementara itu, Jardine Foundation mengumumkan Indonesia menjadi salah satu fokus perluasan investasi pendidikan setelah yayasan tersebut melakukan tinjauan strategis terhadap program-programnya di Asia. Melalui kebijakan baru ini, kesempatan memperoleh beasiswa sarjana dan pascasarjana akan diperluas melalui kemitraan dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dengan telah melakukan tinjauan strategis, yayasan akan meningkatkan fokus dan investasinya di Asia. Strategi tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi pelajar berbakat di kawasan Asia, termasuk Indonesia, agar dapat menempuh pendidikan di universitas-universitas terkemuka di dalam negeri dengan dukungan penuh dari Jardine Foundation.

Sebagai bagian dari perubahan kebijakan, Jardine Foundation akan menghentikan program beasiswa sarjana ke Universitas Oxford dan Universitas Cambridge. Namun, beasiswa untuk jenjang pascasarjana di kedua perguruan tinggi tersebut tetap dilanjutkan.

3. Berbagai kampus rasakan manfaat

Yayasan juga memastikan seluruh penerima beasiswa yang saat ini masih menempuh studi di Oxford maupun Cambridge tetap memperoleh dukungan hingga masa studi mereka selesai. Penerima beasiswa yang telah diumumkan untuk tahun akademik 2026 juga tidak terdampak oleh perubahan kebijakan tersebut.

Jardine Foundation didirikan oleh Jardine Matheson pada 1982 sebagai bagian dari peringatan 150 tahun perusahaan. Awalnya, yayasan ini berfokus pada pemberian beasiswa penuh ke sejumlah college di Oxford dan Cambridge. Seiring waktu, program diperluas melalui kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi di Asia, termasuk UGM, ITB, University of Hong Kong, Fulbright University Vietnam.

Curated For You

Editorial Team

Related Article