Viral Pemain Ketoprak Ambruk dan Meninggal Saat Manggung di Bantul

- Pemain ketoprak Sarjiyono alias Mbetut (62) meninggal setelah mendadak terjatuh saat pentas Agustusan di Dusun Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Selasa sekitar pukul 00.00 WIB.
- Lawan main sempat mengira Sarjiyono sedang berakting ketika ia jatuh tertelungkup saat adegan, sebelum korban diketahui tak sadarkan diri dan dibawa ke PKU Muhammadiyah Gamping.
- Korban dinyatakan meninggal pukul 00.34 WIB akibat henti jantung; pemeriksaan medis tak menemukan tanda kekerasan, dan keluarga menyebut ia memiliki riwayat penyakit jantung.
Bantul, IDN Times - Video seorang pria pemain ketoprak yang mendadak terjatuh saat pentas di Bantul viral di media sosial. Polisi membenarkan narasi yang beredar, bahwa sang pemain ketoprak tersebut meninggal dunia. Pemain ketoprak tersebut bernama Sarjiyono alias Mbetut (62), warga warga Ngrame RT 02, Tamantirto, Kasihan, Bantul.
Lawan main sempat kira akting
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menyebut, peristiwa itu terjadi saat pentas seni ketoprak dalam rangka perayaan Agustusan di halaman rumah warga di Dusun Petung RT 03, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.
Menurut Rita, korban saat itu tengah mengikuti pentas ketoprak Karya Budaya dengan lakon "Ontran-Ontran Kademangan Dadapan". Dalam pertunjukan tersebut, korban berperan sebagai panjak. Korban semula masih mengikuti jalannya pertunjukan seperti biasa.
"Ketika sedang berakting gandrung memeluk lawan main, korban tiba-tiba jatuh tertelungkup," kata Rita dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
"Lawan mainnya sempat mengira korban sedang berakting. Setelah dicoba dibangunkan, ternyata korban tidak memberikan respons dan diketahui sudah tidak sadarkan diri," sambungnya.
Kemudian, korban dibawa menggunakan mobil menuju PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan pertolongan medis.
Punya riwayat penyakit jantung
Rita bilang, korban mendapatkan penanganan di unit gawat darurat rumah sakit. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.34 WIB.
"Berdasarkan pemeriksaan dokter PKU Muhammadiyah Gamping, Dr Huma Laila Ramadani, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban," kata Rita.
Hasil pemeriksaan medis mengungkap bahwa korban meninggal dunia akibat henti jantung. Pihak keluarga turut menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung.
"Korban dinyatakan meninggal dunia karena henti jantung. Dari keterangan keluarga, korban juga memiliki riwayat jantung," kata Rita.
Nihil tanda-tanda kekerasan
Setelah mendapat penjelasan dari pihak rumah sakit dan kepolisian, keluarga korban menerima kejadian tersebut. Jenazah lalu diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Dusun Ngrame, Tamantirto, Kasihan.
Rita menegaskan, pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan maupun penganiayaan dalam peristiwa itu.
"Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Kejadian tersebut merupakan peristiwa meninggal dunia secara medis akibat henti jantung," pungkasnya.


















