Ribuan Porsi Takjil Gratis yang Selalu Habis di Masjid Jogokariyan

- Masjid Jogokariyan Yogyakarta rutin membagikan ribuan porsi takjil gratis setiap Ramadan, tahun ini mencapai 4.100 porsi per hari dengan dukungan ratusan relawan yang menyiapkan hidangan berbuka.
- Kemeriahan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga diwarnai ratusan pedagang kuliner tanpa pungutan biaya, serta berbagai kegiatan seperti kajian, apresiasi seni, dan kisah inspiratif tokoh Islam.
- Antusiasme masyarakat sangat tinggi, ribuan orang rela mengantre lama demi menikmati suasana buka bersama yang meriah dan penuh kebersamaan di sekitar Masjid Jogokariyan.
Yogyakarta, IDN Times – Ribuan orang tampak berlalu lalang di sekitar jalan Masjid Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta, Minggu (22/2/2026) sore. Mereka antusias mengantre takjil yang disediakan pengurus Masjid Jogokariyan. Ada juga yang memilih untuk membeli berbagai makanan dan minuman yang dijajakan di sepanjang jalan.
Pemandangan tersebut menghiasi Kampoeng Ramadhan Jogokariyan 22 tahun terakhir. Membuat semarak setiap bulan suci Ramadan di sekitar Jogokariyan. Semangat berbagi dengan ribuan porsi menu berbuka gratis, membuat Ramadan semakin berarti.
“Acara yang selalu kami gelar yaitu buka bersama dengan jumlah porsi setiap tahunnya kita tambah. Tahun lalu 3.500 porsi, tahun ini kita menyediakan minimal 3.800 porsi, dan untuk hari ini ada 4.100 porsi,” ujar Ketua II Takmir Masjid Jogokariyan, Syubban Rizali Noor.
1. Ribuan porsi disediakan setiap hari

Antusias masyarakat yang tinggi, membuat Masjid Jogokariyan tidak bisa menampung seluruhnya. Ada beberapa yang rela makan di pinggir jalan, berjubel dengan orang yang berlalu lalang. Tidak sedikit pula yang tidak mendapat takjil gratis, karena porsi yang disediakan telah habis.
“Setiap hari selalu habis, bahkan kurang. Target kita kan disediakan 3.800, ini tadi 4.100 habis, selalu kurang,” ungkap Rizal.
Rizal juga bercerita dari ribuan porsi yang disajikan setiap hari, ada ratusan relawan di baliknya. Mereka berbagi tugas, ada yang memasak menyiapkan makanan, ada yang menyiapkan minum, ada juga yang menyiapkan ke meja-meja sebelum diberikan ke masyarakat. Selain itu, beberapa bertugas mencuci piring hingga gelas.
“Biasanya 2.000 porsi nanti dibagi untuk kelompok ibu-ibu dalam satu kampung ini ada 28 kelompok. Minimal 1 kelompoknya terdiri dari 25-30 ibu-ibu. Kemudian 1.800 itu dimasak takmir sendiri, dengan tenaga profesional. Supaya 3.800 porsi disajikan dengan baik,” ucap Rizal.
2. Berbagai kemeriahan menyemarakkan Jogokariyan

Deret jajanan dari makanan tradisional hingga modern, berbagai jenis minuman, menjadi pilihan bagi mereka yang tidak kebagian takjil gratis. Tahun ini ada ratusan pedagang yang berjualan di sepanjang jalan sekitar Masjid Jogokariyan.
“Tahun ini lebih dari 412 lapak. Semua pedagang tidak kita pungut biaya sepeser pun. Kami tidak mewajibkan (membayar), hanya ada kita infaq terserah, seikhlasnya,” ucap Rizal.
Semarak Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga diisi dengan berbagai kajian. Mulai dari para ustad di Masjid Jogokariyan, hingga sejumlah tokoh, seperti Mahfud MD. Apresiasi terhadap seni juga diwadahi di Masjid Jogokariyan.
“Jelang buka puasa, selain pengajian dari ustad dari Masjid Jogokariyan, juga ada apresiasi seni ditampilkan. Ada dari TK ABA Jogokariyan, ada dari kelompok seni SD Muhammadiyah Jogokariyan. Kemudian ada Masjid Jogokariyan berkisah, itu ada cerita kisah Nabi, sahabat nabi, tokoh Islam, yang menginspirasi,” ujar Rizal.
3. Masyarakat antusias datang di Masjid Jogokariyan

Masyarakat yang hadir di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan mengaku antusias. Salah satunya Adelia Anjani yang baru pertama kali datang. Meski harus menunggu 1 jam lebih mengantre takjil gratis, ia mengaku menikmati suasana ramadan di Jogokariyan.
“Kurang lebih satu setengah jam nunggu. Baru pertama kali ini. Gak nyangka, seramai ini, tapi jujur sangat menarik banget. Banyak masyarakat antusias, ramai banget, sumpek-sumpekan,” ucap Adel.
Tak kalah antusiasnya masyarakat lainnya, Resti. Ia juga baru pertama kali datang di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan. “Baru kali ini, kesannya MasyaAllah banget antusiasnya buka puasa,” ungkap Resti.


















