Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sinkhole Muncul di Wilayah di Gunungkidul, Ini Analisa Guru Besar UGM

Sinkhole Muncul di Wilayah di Gunungkidul, Ini Analisa Guru Besar UGM
Lubang raksasa di Aceh Tengah mirip dengan sinkhole, tetapi muncul pada kawasan dengan batuan vulkanik. (Foto: ANTARA FOTO/Abiyyu)
Intinya Sih
  • Sejumlah sinkhole muncul di Gunungkidul sejak Januari 2026, diduga akibat kondisi geologi kawasan karst yang rawan pelarutan batuan dan runtuhan tanah vertikal.
  • Guru Besar UGM menjelaskan sinkhole terbentuk karena rongga alami, curah hujan tinggi, serta aktivitas manusia seperti pertambangan yang mempercepat proses pelarutan batuan.
  • Masyarakat diminta waspada terhadap tanda-tanda retakan atau penurunan tanah dan segera melapor ke pihak berwenang untuk mencegah dampak lingkungan maupun keselamatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sleman, IDN Times - Sejumlah sinkhole (lubang runtuhan) ditemukan di beberapa tempat di Kabupaten Gunungkidul, sejak Januari 2026 lalu.

Guru Besar Teknik Geologi UGM, Prof. Wahyu Wilopo mengungkapkan, munculnya sinkhole disinyalir karena wilayah pemukiman Gunungkidul berada pada kawasan pegunungan karst. Fenomena yang sama sebelumnya muncul di sumatera Barat usai dilanda bencana longsor dan banjir bandang.

1. Adanya rongga yang terjadi proses alami

Wahyu Wilopo mengatakan sinkhole merupakan fenomena terjadinya runtuhan permukaan tanah secara vertikal sehingga terbentuk suatu lubang dengan kedalaman yang bervariasi. Runtuhan ini dapat disebabkan dengan adanya rongga yang terjadi akibat proses alami, proses pelarutan batuan, hingga kegiatan tambang.

Sedangkan proses pelarutan dapat berlangsung lebih intensif apabila terdapat intensitas air yang lebih banyak. “Sinkhole merupakan proses alami yang dapat dipercepat dari aktivitas manusia dan faktor alam. Hampir semua fenomena sinkhole yang muncul dipicu oleh curah hujan yang tinggi,” kata Wilopo, Jumat (20/2/2026).

2. Dipengaruhi daratan karst

Wahyu menambahkan fenomena munculnya sinkhole tersebut juga dipengaruhi dengan 8 persen daratan di Indonesia terdiri dari kawasan karst. Akibatnya, kata Wahyu, sering terjadi runtuhan permukaan tanah yang berbentuk lubang akibat faktor alam maupun dampak aktivitas manusia.

Ia menyampaikan terdapat beberapa tanda-tanda terjadinya sinkhole agar dapat melakukan mitigasi lebih cepat.

Pertama, kata Wahyu, munculnya retakan di permukaan tanah atau batuan dengan pola membulat, setengah, dan seperempat. Kedua, permukaan tanah atau batuan turun dibandingkan dengan lokasi sekitarnya. Keadaan ini lebih mudah terlihat apabila terjadi hujan, air hujan akan terkumpul dalam satu tempat. Ketiga, banyak muncul lubang-lubang kecil yang dapat membesar. “Apabila teridentifikasi tanda-tanda tersebut sebaiknya masyarakat segera melapor pada pihak berwajib dan tidak mendekatinya,” jelasnya.

3. Warga diminta tingkatkan kewaspadaan

ilustrasi sinkhole (pixabay.com/Realme)
ilustrasi sinkhole (pixabay.com/Realme)

Menurut Wahyu, munculnya sinkhole dalam skala besar dapat berdampak besar terhadap lingkungan dan manusia. Dampak lingkungan seperti perubahan topografi, hilangnya ekosistem flora dan fauna akibat runtuhan, pencemaran air tanah, hingga erosi. Dampak yang dapat ditimbulkan dalam aktivitas manusia seperti ancaman keselamatan, dan relokasi pemukiman apabila terjadi di area tersebut.

Dengan adanya peristiwa itu, Wahyu menekankan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan keamanan daerah tempat tinggal. Masyarakat dapat melakukan ronda lingkungan terutama pasca hujan untuk memastikan tanda-tanda terjadinya sinkhole maupun bencana hidrometeorologi. “Marilah selalu siaga pada lingkungan sekitar terutama saat masih musim penghujan,” katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More