Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelajar SMA yang Tewas Dikeroyok Pernah Dibacok Sajam hingga Masuk RS

Pelajar SMA yang Tewas Dikeroyok Pernah Dibacok Sajam hingga Masuk RS
SMAN 1 Bambanglipuro Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)
Intinya Sih
  • Ilham Dwi Prasetyo, pelajar SMAN 1 Bambanglipuro, tewas setelah dikeroyok sekitar 10 remaja di Lapangan Gadung Mlaten pada malam 14 April 2026.
  • Saksi menyebut korban dibawa berboncengan tiga ke lokasi kejadian sebelum diserang, lalu ditolong ke rumah sakit dalam kondisi bersimbah darah.
  • Sebelumnya Ilham pernah menjadi korban pembacokan di Jalan Samas dan dikenal di kalangan remaja dengan nama jalanan 'Boteng'.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bantul, IDN Times - IIlham Dwi Prasetyo (16), pelajar kelas X-2 SMAN 1 Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, meninggal dunia setelah dikeroyok sedikitnya 10 remaja di Lapangan Gadung Mlaten (Melati), Kalurahan Triharjo, Selasa (14/4/2026) malam.

Sebelum kejadian, korban dijemput dua orang di rumahnya dan sempat mampir di warung atau angkringan di belakang SMAN 1 Bambanglipuro. Korban kemudian dibawa berboncengan tiga menggunakan satu sepeda motor ke Lapangan Gadung Mlaten dan diduga dikeroyok oleh sekelompok remaja.

Pemilik warung di belakang SMAN 1 Bambanglipuro, Julastri (42), membenarkan korban sempat mampir dan mengisi daya gawai di warungnya sebelum dijemput.

"Saya tidak tahu Ilham sampai ke warung saya dengan siapa dan dua orang yang menjemput Ilham dari warung menuju Lapangan Gadung Mlaten saya juga tidak hafal orangnya," katanya, Rabu (22/4/2026).

1. ‎Korban sering mampir di warung belakang sekolah

Warung SLF di belakang SMAN 1 Bambanglipuro tempat korban sering membeli makanan dan minuman.(IDN Times/Daruwaskita)
Warung SLF di belakang SMAN 1 Bambanglipuro tempat korban sering membeli makanan dan minuman.(IDN Times/Daruwaskita)

Julastri mengatakan Ilham kerap mampir ke warungnya sepulang sekolah untuk membeli minuman sambil menunggu jemputan atau pulang bersama temannya.

"Kalau di warung saya ini, Ilham hanya beli minum dan ngobrol dengan teman-temannya," ungkapnya.

Ia mengaku kaget saat didatangi petugas kepolisian pada Rabu (15/4/2026) menjelang subuh yang menanyakan terkait Ilham yang menjadi korban pengeroyokan hingga dirawat di rumah sakit.

"Setahu saya Ilham pergi dari warung sama bersama dengan temannya, ternyata jadi korban pengeroyokan," tuturnya.

2. ‎Pengakuan saksi yang menolong korban dibawa ke rumah sakit

Pemilik warung SLF di belakang SMAN 1 Bambanglipuro tempat korban sering membeli makanan dan minuman, Suprihatin.(IDN Times/Daruwaskita)
Pemilik warung SLF di belakang SMAN 1 Bambanglipuro tempat korban sering membeli makanan dan minuman, Suprihatin.(IDN Times/Daruwaskita)

Suami Julastri, Suprihatin, mengaku tidak mengetahui kedatangan Ilham ke warung karena sudah tidur setelah seharian beraktivitas. Ia mendapat informasi dari salah satu saksi yang mengetahui korban dikeroyok sekitar 10 orang di Lapangan Gadung Mlaten.

"Kebetulan salah satu saksi itu adalah tetangga saya dan baru saja lulus dari SMAN 1 Bambanglipuro," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan saksi, korban dibawa menggunakan sepeda motor berboncengan tiga ke warung. Tidak lama kemudian, korban dibawa lagi dengan sepeda motor lain menuju Lapangan Gadung Mlaten. "Saksi bilang juga tidak tahu dua orang yang membawa korban, namun saksi bersama satu teman membuntuti korban hingga sampai ke Lapangan Gadung Mlaten," ungkapnya.

Di lokasi, korban disebut sudah ditunggu banyak orang hingga terjadi pengeroyokan. Saksi yang mencoba mendekat untuk melerai justru mendapat ancaman. "Akhirnya saksi bersama seorang temannya menyingkir karena takut jadi sasaran seperti korban," ungkapnya.

Saat korban sudah tidak berdaya dan telinganya hendak digunting, saksi merebut gunting dari tangan pelaku hingga para pelaku membubarkan diri.

"Saat korban dalam kondisi tak berdaya dan bersimbah darah saksi kemudian berboncengan bertiga menuju Rumah Sakit Saras Adyatma Bambanglipuro," ujarnya.

3. ‎Ilham pernah dibacok celurit di Jalan Samas

Ilustrasi celurit. (Dok. Polres Bantul)
Ilustrasi celurit. (Dok. Polres Bantul)

Suprihatin mengatakan korban sebelumnya pernah menjadi korban pembacokan dengan senjata clurit di Jalan Samas, tepatnya di depan Koramil Bambanglipuro. Akibat kejadian itu, korban sempat dirawat di rumah sakit dan tidak mengikuti ujian akhir semester.

"Nama Ilham itu di kalangan kelompok remaja punya nama jalanan yang cukup dikenal yakni 'Boteng' namun korban sempat vakum setelah menjadi korban pembacokan hingga korban dikeroyok di Lapangan Gadung Mlaten," ungkapnya.

4. Ilham di mata guru di sekolah

Guru Bimbingan dan Konseling (BK), SMAN 1 Bambanglipuro, Heni Widayati. (IDN Times/Daruwaskita)
Guru Bimbingan dan Konseling (BK), SMAN 1 Bambanglipuro, Heni Widayati. (IDN Times/Daruwaskita)

Sementara, pihak SMAN 1 Bambanglipuro menyebut Ilham merupakan siswa dengan perilaku wajar seperti siswa lainnya, meski pernah melompat pagar sekolah dan kerap ramai di kelas. "Kalau dibilang nakal ya itu sebatas kenakalan remaja saja dan masih wajarlah," kata guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMAN 1 Bambanglipuro, Heni Widayati, Rabu (22/4/2026).

Heni mengaku pernah memanggil orang tua Ilham karena aksi memanjat pagar sekolah. Itu merupakan kali pertama orang tua Ilham dipanggil ke sekolah.

Ia menambahkan, pada Selasa (14/4/2026) usai pulang sekolah, Ilham sempat berpamitan kepada guru dengan berjabat tangan dan menyampaikan akan lebih semangat belajar.

"Saya juga dipamiti Ilham dengan jabat tangan dan Ilham bilang saya sekarang semangat belajar," ucapnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More