Balita 3 Tahun di Bantul Ditemukan Terikat dan Mulut Terlakban

- Seorang balita perempuan berusia 3 tahun ditemukan di kontrakan wilayah Pleret, Bantul, dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut tertutup lakban.
- Polisi mengamankan ibu korban berinisial TKS untuk dimintai keterangan terkait dugaan meninggalkan anaknya sendirian saat kejadian berlangsung.
- Balita bernama ACB dipastikan dalam kondisi sehat dan kini dirawat oleh keluarga ayahnya di Gunungkidul, sementara kasus masih diselidiki Polsek Pleret.
Bantul, IDN Times - Seorang balita perempuan berinisial ACB (3) ditemukan di sebuah rumah kontrakan di wilayah Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam keadaan tangan dan kaki terikat serta mulutnya tertutup lakban. Polisi saat ini telah mengamankan TKS, ibu dari sang balita untuk dimintai keterangannya.
Dengar suara tangis bocah
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa anak berinisial ACB (3) itu ditemukan pada Senin (1/6) malam sekitar pukul 21.00 WIB oleh dua orang saksi.
Menurut Rita, seorang saksi yang tinggal di sekitar kontrakan melihat TKS, ibu korban, keluar rumah seorang diri sekitar pukul 17.00 WIB pada hari yang sama. TKS kemudian terlihat kembali pada 18.00 WIB.
Setelah waktu maghrib, saksi mendengar tangisan anak kecil yang berasal dari rumah kontrakan tersebut.
"Saat saksi sedang bakar sate di depan kontrakan mendengar suara tangisan anak kecil dari kamar kontrakan yang ditempati oleh TKS," kata Rita, Rabu (3/6/2026).
Kaki tangan diikat, mulut dilakban
Lanjut Rita, saksi tersebut kemudian mengajak pemilik bangunan kontrakan untuk memeriksa kondisi rumah yang ditempati TKS sekitar pukul 20.50 WIB.
Saat melakukan pengecekan dengan mencongkel jendela kamar, keduanya menemukan ACB dalam kondisi lemas. Mulutnya dilakban dan kedua kaki tangannya diikat.
"Posisi mulut dilakban plastik bening, kedua tangan diikat menggunakan lakban bening dan kedua kaki diikat menggunakan lakban bening dan selendang warna merah maroon," urai Rita.
Setelah itu, salah satu warga menghubungi petugas Bhabinkamtibmas setempat. Bersama anggota piket Polsek Pleret, mereka kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan TKP.
Berdasarkan hasil pendataan, ACB diketahui merupakan anak dari pasangan Ridho Fahriza dan TKS. Ayah korban diketahui bekerja sebagai sopir di Jakarta. Sedangkan TKS tidak berada di lokasi ketika saksi maupun petugas tiba mengecek kontrakan.
Ibu balita diamankan dan diperiksa
Lebih lanjut, Rita mengungkap bahwa TKS kini telah diamankan di Polsek Pleret. TKS diperiksa mengetahui apakah ia secara sengaja meninggalkan rumah dan putrinya pada hari Senin tersebut.
TKS sendiri disebut datang bersama suaminya ke Polsek Pleret. "Masih proses klarifikasi, jadi masih dimintai keterangan," sambung Rita.
Adapun ACB telah dipastikan kondisinya masih sehat. Ia kini dirawat oleh keluarga dari ayahnya di Gunungkidul.
Rita menyampaikan bahwa TKS tidak berada di rumah kontrakan ketika saksi maupun petugas tiba di lokasi. Namun, pihak kepolisian telah mengamankan TKS guna dimintai keterangan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah TKS meninggalkan putrinya sendirian dalam keadaan terikat saat peristiwa itu terjadi.
"Memang betul diamankan datang bersama suaminya untuk dimintai klarifikasi atau dimintai keterangan. Masih proses klarifikasi, jadi masih dimintai keterangan di Polsek," kata Rita.
Rita menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Sementara itu, kondisi ACB telah dipastikan sehat dan saat ini berada dalam perawatan keluarga Ridho di Gunungkidul.

















