Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Diresmikan, Menag: Integrasi Ilmu Medis dan Spiritual

- UIN Sunan Kalijaga resmi membuka Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter, diresmikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai langkah strategis memperkuat peran universitas Islam.
- Nasaruddin menekankan integrasi ilmu medis dan spiritual, berharap UIN Sunan Kalijaga menjadi pusat pengembangan ilmu yang memadukan sains, teknologi, kesehatan, dan nilai keislaman.
- Pembukaan fakultas ini mendukung pembangunan nasional di sektor kesehatan serta mencetak dokter berkompetensi medis tinggi dengan empati, etika, dan pemahaman spiritual masyarakat.
Yogyakarta, IDN Times - Setelah lebih dari 70 tahun mengembangkan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi membuka Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter. Peresmian dilakukan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, pada Kamis (4/6/2026) di halaman Gedung Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Nasaruddin mengatakan pembukaan Program Studi Kedokteran menjadi langkah strategis yang semakin melengkapi peran UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi Islam.
“Universitas adalah samudra yang mampu menampung universalitas ajaran Islam. Kehadiran Fakultas Kedokteran menjadikan UIN Sunan Kalijaga makin lengkap sebagai universitas yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Integrasi ilmu pengetahuan dan ilmu agama

Nasaruddin juga menekankan pentingnya integrasi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan sebagaimana berkembang pada masa kejayaan peradaban Islam. Menurutnya, sejumlah tokoh seperti Ibnu Rusyd, Ar-Razi, Jabir bin Hayyan, dan Al-Khawarizmi menjadi contoh ilmuwan Muslim yang mampu menguasai berbagai bidang keilmuan secara terpadu.
Karena itu, ia berharap UIN Sunan Kalijaga dapat berkembang menjadi “Baitul Hikmah Baru”, yakni pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mengintegrasikan kajian keislaman, sains, teknologi, kesehatan, serta berbagai disiplin ilmu lainnya dalam satu ekosistem akademik.
Menurut Nasaruddin, lulusan kedokteran dari perguruan tinggi Islam memiliki nilai tambah karena tidak hanya menguasai kompetensi medis, tetapi juga dibekali pemahaman keagamaan yang dapat mendukung hubungan dengan pasien.
"Dokter Islam bukan hanya memahami fisiologi dan ilmu medis, tetapi juga memahami persoalan psikologis dan spiritual pasien. Pasien tidak hanya membutuhkan kesembuhan fisik, tetapi juga penguatan mental dan spiritual," ujarnya.
Sejalan dengan pembangunan nasional di sektor kesehatan

Nasaruddin mengatakan pembukaan Program Studi Kedokteran sejalan dengan program pembangunan nasional di sektor kesehatan. Menurutnya, langkah tersebut dapat mendukung berbagai upaya pemerintah, termasuk percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Karena itu, kehadiran Fakultas Kedokteran diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia," katanya.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, mengatakan pembukaan Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter merupakan bagian dari upaya universitas dalam mengembangkan pendidikan yang mengintegrasikan sains, etika, spiritualitas, nilai kemanusiaan, dan keislaman.
“Indonesia membutuhkan dokter yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, integritas moral, serta kemampuan memahami dimensi spiritual dan budaya masyarakat yang dilayaninya,” ujarnya.
Noorhaidi menjelaskan pendidikan kedokteran di UIN Sunan Kalijaga dikembangkan dengan paradigma integrasi-interkoneksi yang selama ini menjadi karakter universitas. Melalui pendekatan tersebut, kampus berkomitmen mencetak dokter yang menguasai ilmu kedokteran modern berbasis bukti ilmiah, sekaligus memiliki empati, etika, dan komitmen terhadap pengabdian kemanusiaan.
















