Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ini Hasil Penyelidikan TIm UGM Fenomena Api Misterius di Seyegan Sleman

Ini Hasil Penyelidikan TIm UGM Fenomena Api Misterius di Seyegan Sleman
Fenomena api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman, sebabkan barang-barang di dalam rumah hangus terbakar. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Intinya Sih
  • Tim PKPE UGM menemukan gas hidrogen dari limbah pemotongan ayam sebagai penyebab utama munculnya api misterius di rumah Fia, Seyegan, Sleman.
  • Selain gas hidrogen, tim menduga ada gas fosfin yang lebih mudah terbakar dan bisa memicu ledakan kecil saat bereaksi dengan oksigen.
  • UGM merekomendasikan peningkatan ventilasi, pemasangan blower, serta penjenuhan air kapur untuk mencegah akumulasi gas dan menekan risiko kebakaran berulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sleman, IDN Times - Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM menyampaikan hasil penyelidikan sementara terkait fenomena api misterius yang terus bermunculan di rumah Mutfiana alias Fia, Seyegan, Sleman.

Tim PKPE memberikan sejumlah rekomendasi untuk meminimalisir kebakaran yang sudah terjadi 80 kali kejadian di rumah Fia.

1. Gas hidrogen bersumber dari limbah pemotongan ayam

Api misterius membakar barang di dalam rumah warga Seyegan, Sleman, dengan nyala api terlihat jelas di ruangan gelap.
Fenomena api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman, sebabkan barang-barang di dalam rumah hangus terbakar. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Koordinator Pusat Kajian Pelambatan Entropi Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, menjelaskan kesimpulan awal menunjukkan kemunculan api berkaitan dengan ditemukannya gas hidrogen (H2) di lokasi kejadian.

"Keluarnya api berasosiasi dengan gas hidrogen. Gas hidrogen diduga kuat berasal dari proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam," kata Alva dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026). Diketahui keluarga Fia menjalankan usaha pemotongan ayam, yang berada di samping rumah.

2. Diduga ada senyawa gas lain yang lebih mudah terbakar

Tumpukan barang rumah tangga hangus terbakar di atas kursi kayu di rumah warga Seyegan, Sleman, setelah fenomena api misterius.
Fenomena api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman, sebabkan barang-barang di dalam rumah hangus terbakar. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Alva menjelaskan selain gas hidrogen, kemungkinan terdapat gas lain yang lebih mudah tersulut api pada suhu ruang, yaitu gas fosfin (PH3).

"Yang diduga bisa terbentuk dari material yang kaya fosfat seperti tulang dan bagian keras dari bulu ayam," urai Alva.

Hanya saja, gas fosfin ini tidak mudah terdeteksi dan akan habis terbakar apabila mengalami kontak dengan oksigen. "Sangat dimungkinkan gas fosfin tersebut yang memicu terbakarnya gas hidrogen yang keluar bersamaan. Hal ini masih perlu diselidiki secara lebih mendalam," ujar Alva.

Saat ini, tim UGM masih meneliti kemungkinan sumber lain yang berasal dari limbah cair. Sampel tersebut tengah dianalisis di laboratorium untuk memperoleh kepastian lebih lanjut.

3. Rekomendasi tim UGM

Seorang pria memegang pakaian yang hangus terbakar dan masih berasap di rumah warga Seyegan, Sleman, usai fenomena api misterius.
Fenomena api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman, sebabkan barang-barang di dalam rumah hangus terbakar. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Sebagai langkah sementara, tim UGM merekomendasikan sejumlah upaya yang bisa dilakukan demi meminimalkan kebakaran. Pertama, agar ventilasi rumah Fia dibuka secara maksimal. Mereka juga merekomendasikan pemasangan blower atau kipas angin untuk mencegah akumulasi gas yang berpotensi memicu kebakaran.

Selain itu, barang-barang yang mudah terbakar disarankan untuk dipindahkan guna mengurangi risiko jika kebakaran terjadi kembali.

"Tim UGM akan membantu melakukan penjenuhan cairan basa (air kapur) pada tanah dan lantai rumah, untuk menekan kemungkinan adanya bakteri Clostridium yang berperan dalam menghasilkan gas hidrogen," pungkas Alva.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More