Saat mereka melintas di Perempatan Terminal Giwangan, mereka berpapasan dengan serombongan penunggang sepeda motor tak dikenal. Mas Anggara alias Acil adalah salah satu di antara kawanan itu.
Tiada angin, tiada hujan, tiba-tiba saja Anggara ini meneriaki, seolah menuduh Niskan cs ini adalah pelaku klitih. "Diteriaki 'klitih yo, klitih yo', seperti itu," lanjut Alaal.
Alaal sudah memastikan bahwa Niskan dan teman-temannya bukanlah kawanan pelaku klitih. Namun, saat itu mereka dilanda panik sehingga melarikan diri hingga terjadi aksi kejar-kejaran.
Aksi kejar-kejaran terjadi dari Perempatan Terminal Giwangan sampai Jalan Imogiri Timur. "Sampai di SPBU Gambiran, motor korban (Niskan) terhenti oleh motor pelaku yang dipalangkan, sehingga tidak bisa kabur. Sementara teman-teman lainnya bisa lolos," ungkap Alaal.
Rozi yang saat itu dibonceng oleh Niskan sebenarnya sempat kena timpuk Anggara. Namun, dia lebih beruntung dari Niskan karena bisa kabur. "Tapi, korban (Niskan) tertangkap, dia dipukul juga ditendangi. Motornya juga," kata Alaal.
Setelah puas menghajar Niskan, Anggara lantas memaksanya untuk naik sepeda motor bersama dirinya. Korban saat itu diminta menunjukkan di mana rekan-rekannya yang lain.
"Tapi karena tidak ketemu, akhirnya korban dilepas," ujar Alaal nenambahkan.