Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kubah Barat Daya Gunung Merapi Alami Perubahan Morfologi

Kubah Barat Daya Gunung Merapi Alami Perubahan Morfologi
Gunung Merapi difoto dari kawasan Kaliurang, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (18/11/2020). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Share Article

Sleman, IDN Times - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini masih aktif. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso, menjelaskan berdasarkan hasil analisis morfologi pada periode 11—17 Agustus 2023, pada kubah barat daya Merapi, teramati adanya perubahan morfologi atau bentuk yang terjadi akibat terjadinya guguran lava.

“Untuk kubah tengah tidak teramati perubahan morfologi yang signifikan,” katanya melalui keterangan resminya, Selasa (22/8/2023).

 

1. Gunung Merapi alami 38 kali gempa guguran

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso. Youtube.com/BPPTKG CHANNEL
Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso. Youtube.com/BPPTKG CHANNEL

Agus menjelaskan Gunung Merapi mengalami 38 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Selasa (22/8/2023), pukul 00.00-06.00 WIB.
Gempa guguran itu, kata Agus, memiliki amplitudo 3-23 mm selama 28.76-179.96 detik.

“Selain gempa guguran, Gunung Merapi juga tercatat mengalami 15 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-7 mm selama 6-8.28 detik, empat gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 25-48 mm selama 7.08-10.36 detik,” katanya.

 

2. Status Gunung Merapi masih Siaga

(Petugas menunjukkan rekaman CCTV letusan Gunung Merapi dari Pos Pengamat Gunung Merapi, Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (9/11/2019)) ANTARA FOTO/Aloyisus Jarot Nugroho
(Petugas menunjukkan rekaman CCTV letusan Gunung Merapi dari Pos Pengamat Gunung Merapi, Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (9/11/2019)) ANTARA FOTO/Aloyisus Jarot Nugroho

Agus Budi Santoso menambahkan berdasarkan hasil foto udara pada10 Agustus 2023, volume kubah barat daya Merapi terukur sebesar 2.764.300 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.369.800 meter kubik.

“Hingga saat ini kami masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga,” ujarnya.

3. Potensi bahaya guguran lava dan awan panas bisa ke Kali Woro

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Sedangkan untuk potensi bahaya dari guguran lava dan awan panas guguran bisa berdampak ke Kali Woro hingga sejauh tiga kilometer dari puncak dan Kali Gendol hingga sejauh lima kilometer dari puncak.

Selain itu, kata Agus, guguran lava dan awan panas guguran bisa berdampak ke Kali Boyong hingga sejauh lima kilometer dari puncak serta Kali Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh tujuh kilometer dari puncak.

“Jika terjadi erupsi eksplosif, maka lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung,” ungkapnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Garuda Institute Minta Pemerintah Evaluasi BGN, Ini 7 Rekomendasinya

27 Jun 2026, 18:51 WIBNews