Taklimat Media penutupan Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2026 di Kota Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026). (Dok. KHFF)
Direktur Program KHFF 2026, Suluh Pamuji, menjelaskan bahwa tema besar "Kontekstualisasi" yang diusung tahun ini merupakan puncak dari perjalanan kuratorial empat tahun festival, dimulai dari Introduksi pada 2023, berlanjut ke Interaksi, lalu Posisi, hingga akhirnya Kontekstualisasi pada 2026. Menurutnya, sejak awal KHFF tidak ingin berhenti sekadar pada urusan melestarikan warisan budaya.
"Kami selalu berorientasi tidak berhenti pada pelestarian, tetapi heritage itu selalu diorientasikan pada masa depan," ujar Suluh.
Dari sisi jumlah karya, KHFF 2026 menerima 184 film submission, jumlah tertinggi sepanjang empat tahun penyelenggaraan festival ini. Dari jumlah tersebut, terpilih 27 film untuk ditayangkan, terdiri dari 24 film nasional dan tiga film internasional, yang tersebar dalam delapan program pemutaran dan enam sesi tanya jawab dua arah. Sebagian besar sineas yang karyanya diputar turut hadir dalam sesi tanya jawab tersebut.
Selain program kompetisi, festival juga menghadirkan program non-kompetisi seperti Heritage in Indonesian Cinema, Heritage in Experimental Cinema, dan Panorama, serta tiga program non-pemutaran berupa Director Talk "Mistik Melampaui Ketakutan" bersama Wregas Bhanuteja, Heritage Workshop: Stop Motion, dan Heritage Talk "Merawat yang Hidup" bersama kurator Zaki Habibi dan Suluh Pamuji sendiri.
Suluh menambahkan, pendekatan kurasi tahun ini tak lagi memandang warisan budaya sekadar sebagai objek yang direkam dalam film.
"Penyelenggaraan tahun ini tidak hanya mencari film yang menampilkan heritage sebagai objek, tetapi juga melihat bagaimana sinema dapat menjadi cara untuk membaca kembali hubungan manusia dengan sejarah, lingkungan, tradisi, dan perubahan sosial," katanya.
Soal asal karya, film yang masuk berasal dari 21 provinsi di lima wilayah besar Indonesia. Yogyakarta jadi penyumbang terbanyak dengan 46 film, disusul Jawa Timur (32 film), Jawa Tengah (30 film), dan Jawa Barat (29 film). Di luar Jawa, submission juga datang dari berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, sampai Sulawesi Selatan.