Ketua Partai Buruh DIY Mundur Bersama Seluruh Pengurus

- Seluruh pengurus Partai Buruh DIY, termasuk Ketua Irsad Ade Irawan, resmi mengundurkan diri secara kolektif setelah keluarnya ORI–KSPSI AGN sebagai inisiator utama partai.
- Buruh pabrik, petani pedesaan, dan Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY turut menarik dukungan mereka dari Partai Buruh, menandakan melemahnya basis massa di wilayah tersebut.
- Irsad menyampaikan bahwa langkah lanjutan organisasi akan dijelaskan dalam acara 'Perpisahan Serikat Buruh dengan Partai Buruh' pada 5 Juli 2026 mendatang.
Yogyakarta, IDN Times – Kepengurusan Partai Buruh di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan mengundurkan diri secara kolektif.
Keputusan tersebut diambil menyusul keluarnya ORI (Organisasi Rakyat Indonesia)–Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN sebagai salah satu inisiator terbesar pendirian kembali Partai Buruh.
Pengunduran diri diikuti seluruh pengurus DIY
Dalam rilisnya, Irsad Ade Irawan menyatakan berhenti dari jabatannya selaku Ketua Partai Buruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Sehubungan dengan keluarnya salah satu inisiator terbesar pendirian kembali Partai Buruh, yaitu ORI (Organisasi Rakyat Indonesia)–Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN, maka bersama ini saya, Irsad Ade Irawan, menyatakan berhenti dari jabatan Ketua Partai Buruh Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Irsad.
Ia mengatakan, keputusan tersebut tidak hanya diambil secara pribadi. Seluruh jajaran pengurus Partai Buruh di DIY disebut ikut mengundurkan diri.
"Keputusan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus Partai Buruh di DIY, mulai dari Exco Provinsi, Exco Kabupaten/Kota, hingga Exco Kecamatan," lanjutnya.
Buruh, petani, hingga MPBI DIY disebut menarik dukungan

Selain kepengurusan, Irsad menyebut basis dukungan Partai Buruh di DIY juga mengambil langkah serupa. Menurutnya, buruh di sejumlah pabrik dan petani di pedesaan yang selama ini mendukung Partai Buruh memutuskan keluar dari partai.
"Selain itu, buruh di berbagai pabrik serta petani di pedesaan yang selama ini menjadi bagian dari basis dukungan Partai Buruh di DIY juga menyatakan keluar dari Partai Buruh," tutur Irsad.
Ia juga menyampaikan Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY tidak lagi memberikan dukungan kepada Partai Buruh.
"Bersamaan dengan itu, Majelis Pekerja Buruh Indonesia DIY menarik dukungannya terhadap Partai Buruh. Dengan demikian, Partai Buruh tidak lagi menjadi bagian dari MPBI DIY," tegasnya.
Sikap lanjutan akan diumumkan 5 Juli
Irsad mengatakan penjelasan lebih rinci mengenai langkah organisasi selanjutnya akan disampaikan dalam agenda bertajuk "Perpisahan Serikat Buruh dengan Partai Buruh" yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026.
Pengunduran diri pengurus Partai Buruh DIY terjadi di tengah gelombang hengkangnya kader dan pengurus Partai Buruh di berbagai daerah. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli lebih dulu menyatakan mundur bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus ORI-KSPSI AGN di seluruh Indonesia.
Setelah itu, sejumlah kepengurusan daerah ikut menyatakan keluar secara kolektif sehingga memunculkan fenomena bedol desa di tubuh Partai Buruh.


















