Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jadi Satu-satunya Zona Merah, Klaster Karyawan Merebak di Kalasan

Kab. Sleman
Jadi Satu-satunya Zona Merah, Klaster Karyawan Merebak di Kalasan
Default Image IDN
Share Article

Sleman, IDN Times - Kapanewon Kalasan menjadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Sleman yang menjadi zona merah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan, dari 17 kapanewon yang ada di Sleman, tujuh di antaranya dinyatakan sebagai zona kuning, sembilan zona oranye, dan satu kapanewon berzona merah.

"Mulai banyak yang jadi zona oranye, kuning. Merahnya hanya satu," ungkapnya pada Selasa (23/2/2021).

  1. 1. Didominasi klaster karyawan

    ilustrasi ruang isolasi (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)
    ilustrasi ruang isolasi (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)

    Joko menjelaskan, dari hasil observasi yang dilakukan Dinkes Sleman, zona merah di Kapanewon Kalasan sendiri disebabkan oleh klaster karyawan. Di mana para karyawan yang bertempat tinggal di kos menularkan kepada penghuni kos lainnya.

    "Setelah area yang zona merah ini kami dalami, ternyata di Kalasan banyak perusahaan, pegawainya itu tinggal di kos. Jadi mereka yang tinggal di kos-kosan atau seperti asrama begitu, ada satu yang positif lalu menularkan kepada yang lain," terangnya. 

  2. 2. Ada 118 kasus COVID-19 aktif

    default-image.png
    Default Image IDN

    Menurut Joko, saat ini di Kapanewon Kalasan terdapat 118 kasus aktif COVID-19. Namun demikian, dia menggarisbawahi jika semua kasus merupakan klaster karyawan.

    "Satu Kapanewon Kalasan ada 118 kasus. Namun tidak semuanya karyawan, dan kasus itu menyebar di berbagai RT," katanya.

  3. 3. Para pasien memilih lakukan isolasi mandiri maupun di Asrama Haji

    Ilustrasi. Petugas medis yang tangani pasien COVID-19 harus mengenakan alat pelindung diri atau APD (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
    Ilustrasi. Petugas medis yang tangani pasien COVID-19 harus mengenakan alat pelindung diri atau APD (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

    Joko menyebutkan, saat ini para pasien COVID-19 yang berasal dari Kapanewon Kalasan, sebagian memilih untuk melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya. Sebagian lainnya, memilih isolasi di Asrama Haji, yang merupakan shelter bagi pasien COVID-19 yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

    "Mereka kebanyakan mandiri, namun ada juga yang di Asrama Haji," paparnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More