Aksi Nuthuk Pedagang Terjadi di Pantai Parangtritis, Bayar 2 kali Lipat

- Seorang wisatawan di Pantai Parangtritis diminta membayar Rp40 ribu untuk satu es kelapa muda, jauh di atas harga normal sekitar Rp15–20 ribu.
- Pedagang yang menjual es kelapa muda tidak mencantumkan harga pada lapaknya, meski sudah ada imbauan dari Dinas Pariwisata Bantul agar semua pedagang melakukannya.
- Dinas Pariwisata Bantul menerima banyak laporan soal pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar dan berencana mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Bantul, IDN Times - Nasib apes menimpa salah seorang pengunjung Pantai Parangtritis, Kiki Lukman (32). Saat membeli es degan (kelapa muda) di Kawasan Pantai Parangtritis Kiki diminta untuk membayar Rp40 ribu. Padahal harga sewajarnya kelapa muda di objek wisata itu di kisaran Rp15 ribu-Rp20 ribu.
Kiki mengatakan kejadian itu terjadi pada Selasa (24/3/2026), saat cuaca sangat panas dan merasa haus, akhirnya mampir di salah satu lapak yang berjualan es kelapa muda.
"Saya pesan satu es kelapa muda dan duduk di tikar milik pedagang es kelapa muda itu," ujarnya, Kamis (26/3/2026).
1. Kaget karena harga tak wajar

Setelah selesai minum es kelapa muda, selanjutnya membayar kepada pedagang dan dikenai harga Rp40 ribu. Kiki mengaku pada awalnya kaget karena harga yang mahal sekali.
"Namun saya ndak protes dan langsung saya bayar. Wong pedagangnya juga mengeluh kunjungan wisatawan sedang sepi padahal masih libur Lebaran," ungkapnya.
"Ya mungkin harga Rp40 ribu termasuk sewa tikar tempat saya duduk sambil minum es kelapa muda," jelasnya.
2. Pedagang tak cantumkan harga

Kiki mengaku bahwa lapak pedagang es kelapa muda merupakan lapak semi permanen dan pedagang tidak mencantumkan harga dagangannya seperti lapak-lapak dagangan permanen.
"Ya untuk pengalaman saja dan ternyata imbauan dari Dinas Pariwisata Bantul agar semua pedagang mencantumkan harga dagangannya tidak dilakukan oleh semua pedagang," tuturnya.
3. Dinas Pariwisata banyak terima laporan

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Bantul, Saryadi mengaku banyak laporan yang masuk terkait tindakan pedagang yang 'nuthuk' wisatawan. Kejadian tersebut akan dievaluasi agar tidak terulang lagi.
"Kami sudah meminta agar semua pedagang mencantumkan harga menu dagangan yang dijual namun ternyata ada yang tidak mengindahkannya," katanya.


















