Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Aksi Gejayan Memanggil Kritik Koperasi Merah Putih dan Korupsi MBG

Aksi Gejayan Memanggil Kritik Koperasi Merah Putih dan Korupsi MBG
Ratusan mahasiswa dan warga sipil yang tergabung Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Simpang Tiga Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (14/6/2026). (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
Intinya Sih
  • Ratusan mahasiswa dan warga tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi di Simpang Tiga Gejayan meski diguyur hujan deras.
  • Massa menyoroti dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional serta menuntut penghentian Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Peserta aksi membakar ban dan mengajak pengendara membunyikan klakson sebagai simbol protes terhadap kinerja pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sleman, IDN Times - Ratusan mahasiswa dan warga sipil yang tergabung Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Simpang Tiga Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (14/6/2026). Aksi tetap berjalan meski hujan mengguyur deras.

Massa aksi datang untuk menyuarakan 10 tuntutan, di nataranya memprotes Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

1. Kritik MBG hingga KDMP

Ratusan mahasiswa dan warga sipil yang tergabung Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Simpang Tiga Gejayan, Caturtunggal,
Ratusan mahasiswa dan warga sipil yang tergabung Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Simpang Tiga Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (14/6/2026). (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Dalam aksi tersebut, perwakilan berbagai elemen masyarakat bergantian menyampaikan orasi dan mengkritik kebijakan pemerintah. Salah satu yang paling disinggung adalah MBG.

"Katanya MBG bikin petani sejahtera, mana? Petani masih aja susah sampai sekarang," kata salah satu orator dari atas mobil komando.

Massa aksi menyoroti kasus korupsi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka mendesak MBG dihentikan lantaran rawan praktik rasuah dan minim pengawasan publik.

Selain MBG, massa turut menolak program KDMP yang menyimpang dari prinsip ekonomi rakyat dan berpotensi menjadi instrumen kontrol politik.

"Kami meminta pada kesempatan ini Presiden Prabowo dan Wakil Presiden masih pro rakyat untuk meninjau ulang seluruh program yang dipermasalahkan," kata Guru Besar Bidang Ilmu Media dan Jurnalisme Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki.

2. Minta pengendara bunyikan klakson

Ratusan mahasiswa dan warga sipil yang tergabung Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Simpang Tiga Gejayan, Caturtunggal,
Ratusan mahasiswa dan warga sipil yang tergabung Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Simpang Tiga Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (14/6/2026). (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Saat aksi beberapa peserta membakar ban di sisi utara pertigaan Gejayan. Sejumlah peserta aksi yang masih berada di lokasi juga meminta pengendara yang melintas untuk membunyikan klakson apabila merasa muak terhadap kinerja pemerintah.

3. Bunyi 10 poin tuntutan Gejayan Memanggil

Aksi Rakyat Memanggil di Pertigaan Gejayan, Sleman, Sabtu (13/6/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Aksi Rakyat Memanggil di Pertigaan Gejayan, Sleman, Sabtu (13/6/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Dalam demonstrasi kali ini, massa menyampaikan 10 poin tuntutan. Di antaranya penghentian sejumlah program yang dianggap bermasalah, seperti Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.

Mereka juga mendesak pencabutan revisi UU TNI, UU Polri, UU Kejaksaan, serta UU Peradilan Militer.

Selain itu, peserta aksi menuntut perlindungan terhadap kebebasan sipil, pengakhiran impunitas aparat, pembebasan tahanan politik, dan penghentian kriminalisasi terhadap warga yang menyampaikan kritik.

Massa juga mendesak pemenuhan hak-hak dasar masyarakat melalui penyediaan pendidikan dan layanan kesehatan gratis, peningkatan kesejahteraan ekonomi, perlindungan hak pekerja, perbaikan regulasi transportasi daring, serta jaminan atas hak tanah dan ruang hidup yang layak. Mereka turut menuntut penghentian penggusuran paksa serta pengusutan tuntas kasus korupsi Stadion Mandala Krida di Yogyakarta.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More