Pembalap Aldi Satya Mahendra Harus Jalani Fisioterapi Imbas Kecelakaan

- Aldi Satya Mahendra mengalami retak tulang tangan kiri akibat kecelakaan di Yogyakarta dan kini menjalani fisioterapi di luar negeri sebelum seri balapan berikutnya.
- Cedera membuat Aldi gagal finis pada race kedua WorldSSP Portugal 2026 meski sempat tampil dengan bantuan painkiller, sementara hasil race pertama juga belum maksimal.
- Polresta Yogyakarta telah memeriksa pengemudi mobil penyebab kecelakaan yang mengaku bersalah, dan kasusnya kini ditangani bersama pihak pengacara dari KONI.
Yogyakarta, IDN Times - Pembalap WorldSSP 2026 asal Indonesia, Aldi Satya Mahendra disebut harus menjalani fisioterapi imbas kecelakaan lalu lintas yang dialaminya di Yogyakarta atau sebelum seri balapan di Portugal pertengahan Maret lalu.
"Disarankan masih harus fisioterapi, sekarang fisioterapi di luar negeri," kata Dessy Prasanti, ibunda Aldi saat dihubungi, Selasa (7/4/2026).
Balapan pakai painkiller, gagal finis di race Portugal
Bahkan, imbas kecelakaan yang membuat tangan Aldi mengalami retak tulang tangan kiri itu, sang pembalap pembalap AS BLU CRU Racing Yamaha tersebut tak mampu menyelesaikan race kedua balapan di WSSP Portugal akhir Maret 2026 kemarin.
Menurut Dessy, Aldi bisa menuntaskan race pertama balapan di Sirkuit Autodromo Internacional do Algarve, Portimao. Putranya sempat menempati posisi 10 sebelum akhirnya melorot dan finis di urutan ke-23.
Pada race kedua, posisi terbaik Aldi adalah urutan ke-12. Hanya saja, setelah beberapa putaran efek pereda nyeri (painkiller) yang diberikan tim medis mulai hilang dan ia pun harus menyudahi seri ini.
"Bisa nahan sakit untuk beberapa lap aja, habis itu masuk pit nggak bisa melanjutkan balapan, gagal finis," imbuh Dessy.
Bersiap lakoni race di Belanda
Sepenuturan Dessy, putranya itu belum kembali ke Tanah Air dan akan melanjutkan untuk WSSP Seri 3, Assen, Belanda pada 17-19 April mendatang.
Dessy berharap dari kasus kecelakaan yang dialami putranya ini ada mekanisme pertanggungjawab, meski apabila nantinya perkara selesai secara kekeluargaan. Pasalnya, keluarga juga sudah keluar uang untuk biaya rumah sakit serta sepeda Aldi yang rusak. Belum lagi hasil kurang memuaskan di seri balapan Portugal.
"Dongkolnya, fisik sudah disiapkan tapi kondisi malah cedera sampai gagal finis," kata Dessy.
Terduga pengemudi mobil sudah diperiksa
Terpisah, Kasat Lantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat menyebut pihaknya telah memintai keterangan dari sosok pria yang memicu kecelakaan Aldi di Jalan Magelang, Jetis, Kota Yogyakarta, DIY, Rabu (18/3/2026) lalu.
Alvian berujar, pria tersebut telah mengakui perbuatannya dan yang berdangkutan sejauh ini masih berstatus saksi.
"Ya mengakui semuanya, ya awalnya emosi-emosi di jalan biasa, mungkin merasa kaget atau apa, karena tidak saling kenal," kata Alvian saat dihubungi, Selasa (7/4/2026).
Alvian menegaskan, kasus ini tertangani berjalan dengan baik. Kepolisian prinsipnya mencari penyelesaian terbaik dari para pihak terkait.
"Dan bahwasanya case ini sudah diserahkan ke pihak pengacara yang disiapkan oleh KONI, sudah tertangani semua," pungkas Alvian.
Diberitakan sebelumnya, pembalap WorldSSP 2026 asal Indonesia, Aldi Satya Mahendra disebut mengalami retak tulang tangan kiri usai mengalami tabrak lari di Jalan Magelang, Jetis, Kota Yogyakarta, DIY, Rabu (18/3/2026) pagi.
Kecelakaan terjadi ketika Aldi tengah gowes menuju daerah Kaliurang, Sleman via Jalan Magelang bersama salah seorang rekannya. Temannya mengawal naik sepeda motor.
Benturan terjadi ketika di salah satu ruas jalan Aldi berbelok ke kiri. Namun tiba-tiba dari arah belakang sebuah mobil nyelonong di belokan tersebut.
Pengemudi mobil, seorang laki-laki perawakan bapak-bapak lantas keluar dari kendaraanya. Cekcok pun tak terhindarkan setelahnya. Setelahnya, si pengemudi mobil pergi dan dikejar oleh Aldi dan rekannya naik sepeda motor.
Si pengemudi mengarahkan kendaraanya ke sebuah tongkrongan dekat pertigaan Borobudur Plaza Yogyakarta. Namun, saat itu ia justru memanggil teman-temannya dan hendak memukul menggunakan sebuah konblok. Pihak Aldi lantas melaporkan kejadian ini ke kepolisian.















