Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ansyari Lubis Ogah Ambil Pusing Masuk Nominasi Pelatih Terbaik

Ansyari Lubis Ogah Ambil Pusing Masuk Nominasi Pelatih Terbaik
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis ogah ambil pusing soal dirinya masuk daftar nominasi pelatih terbaik Championship 2025/2026. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
Intinya Sih
  • Ansyari Lubis menegaskan dirinya tak terlalu memikirkan nominasi pelatih terbaik, fokus utamanya adalah membawa PSS Sleman menang dan promosi ke Super League.
  • Menjelang final melawan Garudayaksa FC, Ansyari menolak kaitan sepak bola dengan politik serta bertekad mempertahankan rekor tak terkalahkan di Stadion Maguwoharjo.
  • Ia berharap laga final berjalan profesional dengan kepemimpinan wasit yang adil karena pertandingan akan disaksikan langsung oleh para petinggi PSSI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sleman, IDN Times - Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis ogah ambil pusing soal dirinya masuk daftar nominasi pelatih terbaik Championship 2025/2026. Baginya, yang terpenting adalah tim asuhannya menang dan meraih promosi Super League.

"Kalau itu tidak saya pikirkan, yang saya pikirkan tim. Kalau tim menang, juara (Championship), itu sudah satu bonus yang luar biasa buat saya," kata Ansyari di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (8/5/2026).

1. Sepak bola tak ada sangkut paut dengan politik

Pemain PSS Sleman melompat untuk menyundul bola dalam pertandingan melawan PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
PSS Sleman memastikan tiket promosi ke Super League musim depan usai memenangi laga terakhir fase grup Championship 2025/2026 kontra PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (3/5/2026) sore. (Instagram.com/pssleman)

PSS masih menghadapi duel pamungkas atau partai final Championship 2025/2026 lawan Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026) malam. Ansyari mengaku tak ciut menghadapi tim kepunyaan Presiden Prabowo Subianto di final.

"Sepak bola itu sportivitas, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan politik," tegasnya.

2. Pertahankan rekor apik, runtuhkan pertahanan lawan

Pemain PSS Sleman melompat menyundul bola saat menghadapi PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, dalam laga penentuan promosi.
PSS Sleman memastikan tiket promosi ke Super League musim depan usai memenangi laga terakhir fase grup Championship 2025/2026 kontra PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (3/5/2026) sore. (Instagram.com/pssleman)

Ansyari berkomitmen menjaga rekor tak terkalahkan PSS di Stadion Maguwoharjo sepanjang musim ini. Sang pelatih bertekad untuk meruntuhkan tembok pertahanan Garudayaksa yang hanya kebobolan 19 gol di fase grup.

PSS juga tak gentar menghadapi amunisi terbaik tim calon lawan, termasuk kapten Andik Virmansyah yang kini jadi top assist.

"Ya besok kita lemahkan pertahanan mereka. Ya kan, simpel, karena semuanya mau menang, jadi punya motivasi yang tinggi. Saya kira itu yang kita instruksikan kepada seluruh pemain," tegasnya.

3. Jadi tontonan petinggi PSSI

Suporter PSS Sleman Brigata Curva Sud menampilkan koreografi besar bergambar tiga wajah di tribun stadion dengan latar warna hijau dan putih.
Suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS). (instagram.com/bcsxpss.1976)

Ansyari berharap laga hari ini bisa berjalan profesional. Para perangkat pertandingan bisa bekerja secara adil, terlebih bakal jadi tontonan para petinggi PSSI.

"Jadi saya harapkan juga pertandingan akan berjalan menarik dan dengan kepemimpinan wasit yang bagus gitu lho. Kita enggak berpikir mau mereka apa segala macam, yang penting siapa yang terbaik, itulah yang akan memenangkan pertandingan," pungkas Ansyari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest Sport Jogja

See More