Kiprah PSIM Jogja, Debut Tim Promosi Super League 2025/2026

- PSIM Jogja tampil mengejutkan di awal musim Super League 2025/2026 dengan menembus papan atas klasemen dan hanya kalah tiga kali dari 17 laga pertama.
- Performa PSIM menurun di paruh kedua musim hingga finis di posisi ke-11, gagal mencapai target sepuluh besar namun sukses menghindari degradasi sebagai tim promosi.
- PSIM menjadi tim promosi kedua dengan rapor terbaik, mempertahankan pelatih Jean-Paul van Gastel untuk musim depan, serta berpotensi kehilangan pemain andalan yang diminati klub lain.
PSIM Jogja melewati perjalanan panjang di BRI Super League 2025/2026. Tampil sebagai tim promosi, skuad besutan Pelatih Jean-Paul van Gastel ini merasakan kerasnya persaingan di level tertinggi sepak bola Indonesia dengan meraih rapor cukup memuaskan.
Menariknya, PSIM sempat membuat gebrakan pada awal Super League musim ini. Mereka mengemban predikat tim kuda hitam karena bersaing dengan tim unggulan juara, antara lain Persib Bandung, Borneo FC Samarinda, dan Persija Jakarta. Namun, kejutan tim berjuluk Laskar Mataram tersebut terhenti sampai akhir liga lantaran mengalami penurunan performa.
Lantas seperti apa kiprah PSIM Jogja di Super League 2025/2026?
1. PSIM sempat diperhitungkan di awal musim

Sepak terjang PSIM Jogja diperhitungkan di awal Super League 2025/2026. Laskar Mataram langsung bikin kejutan dengan mengalahkan Persebaya Surabaya 1-0 pada laga pembuka, saat bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025).
Catatan positif PSIM berlanjut dalam tiga pertandingan selanjutnya. Mereka mampu menahan imbang Arema FC dan Persib Bandung dengan skor 1-1. Dilanjutkan meraih kemenangan kedua di kandang Malut United dengan skor 2-0 pada 30 Agustus 2025.
PSIM terus menunjukkan permainan apiknya karena memiliki grafik performa cukup stabil. Puncaknya, mereka menutup paruh musim Super League 2025/2026 dengan bersaing di papan atas. Laskar Mataram menduduki peringkat ke-6 klasemen dengan mengumpulkan 30 poin dari 17 laga. Lebih hebatnya lagi, hanya mengalami tiga kekalahan saja dari Borneo FC Samarinda, Persita Tangerang, dan Persija Jakarta.
2. Gagal mencapai target tembus sepuluh besar
Sayangnya, PSIM Jogja justru mengalami penurunan performa pada putaran kedua Super League 2025/2026. Mereka dihukum dengan hasil buruk dalam dua pertandingan awal. Laskar Mataram dibantai Persebaya dengan skor 0-3 pada 25 Januari 2026, kemudian takluk 1-2 dari Borneo FC pada 1 Februari 2026.
Rapor itu merupakan titik awal penurunan grafik performa PSIM. Terbukti, Laskar Mataram hanya membukukan tiga kali kemenangan sepanjang putaran kedua. Bahkan selama 14 laga mengalami 8 kekalahan dan 6 kali seri. Ini membuat PSIM lengser ke posisi sebelas di klasemen akhir dengan mencatat 45 poin dari 34 laga.
PSIM dipastikan gagal mencapai target tertinggi di Super League 2025/2026. Pasalnya, Laskar Mataram membidik posisi sepuluh besar. Namun capaian musim ini patut disyukuri karena PSIM mampu memenuhi target untuk menghindari hukuman degradasi sebagai tim debutan di kasta tertinggi.
3. PSIM menjadi tim promosi kedua dengan rapor terbaik
Di balik kiprahnya musim ini, PSIM Jogja menyimpan catatan apik yang tak kalah menarik. Mereka dipastikan menjadi tim promosi kedua dengan torehan rapor terbaik di Super League 2025/2026. Capaian Laskar Mataram hanya kalah dari Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Bhayangkara menunjukkan perubahan signifikan dalam statistik performa. Sempat terseok-seok pada awal musim, tim berjuluk The Guardians of Saburai itu bisa bangkit pada putaran kedua. Capaian menohok Bhayangkara makin terlihat ketika menempati peringkat ke-5 di klasemen akhir dengan raihan 53 poin dari 34 laga.
Di sisi lain, PSIM Jogja menorehkan rapor lebih baik dari Persijap Jepara yang berada di peringkat ke-13 klasemen. Tim asal Jawa Tengah itu hanya menyatatkan 36 poin dari 34 laga. Bahkan, Persijap harus berjuang mati-matian guna menghindari ancaman degradasi menjelang akhir musim.
4. PSIM tetap menaruh harapan kepada Jean-Paul van Gastel
Jean-Paul van Gastel memiliki kontribusi besar terhadap kiprah PSIM Jogja di Super League 2025/2026. Pria berkebangsaan Belanda itu memegang tanggung jawab utama sebagai pelatih kepala. Boleh dikatakan, capaian Laskar Mataram musim ini merupakan buah kerja keras Paul van Gastel dalam membentuk visi permainan anak asuhnya.
PSIM Jogja telah mengumumkan kepastian dari nasib pelatih berusia 54 tahun tersebut. Mereka dipastikan melanjutkan kerja sama untuk menyongsong Super League 2026/2027. Keputusan ini diambil berdasar kepuasan jajaran pengurus tim terhadap kinerja Paul van Gastel. Artinya, sang pelatih diberi kesempatan untuk menggapai capaian lebih baik lagi pada musim depan.
"Coach Van Gastel sudah membuktikan kapasitasnya sepanjang musim ini. Yang terpenting, tim ini konsisten menunjukkan identitas permainan menyerang dan penguasaan bola dari awal hingga akhir musim. Membangun skuad yang kuat dan berkelanjutan juga tidak bisa dilakukan secara instan, semua membutuhkan proses yang terus berkembang. Karena itu, Coach Van Gastel adalah sosok yang sangat tepat untuk melanjutkan fondasi ini," kata General Manager PSIM Jogja, Steven Sunny, dikutip situs resmi klub pada 23 Mei 2026.
5. Sejumlah pemain PSIM berpotensi menjadi incaran tim lain
PSIM Jogja wajib bergerak cepat untuk menentukan kerangka tim musim depan, untuk menghindari upaya tim lain dalam membajak pemain yang dimiliki Laskar Mataram. Pasalnya, tidak sedikit penggawa PSIM yang berhasil menunjukkan performa menawan di Super League 2025/2026.
Salah satunya Ze Valente. Pemain berusia 32 tahun berpaspor Portugal itu merupakan gelandang kreatif yang diandalkan PSIM Jogja. Terbukti, Ze berkontribusi besar melalui sumbangan 10 gol dan 4 assist dari 32 penampilan di Super League 2025/2026. Eks PSS Sleman dan Persebaya Surabaya ini adalah top skor Laskar Mataram.
Berikutnya adalah pemain asal Argentina, Norberto Ezequiel Vidal dan Franco Ramos Mingo, tak boleh dikesampingkan. Vidal tampil mumpuni sebagai penyerang sayap dengan membukukan 8 gol dan 6 assist. Sedangkan, Ramos menjelma sebagai bek produktif lewat raihan 4 gol dan 1 assist. Bek jebolan Boca Juniors U-20 itu bahkan menjadi kapten tim Laskar Mataram sepanjang musim.
Kiprah PSIM Jogja di kompetisi Super League Indonesia 2025/2026 boleh dibilang berakhir dengan rapor positif. Laskar Mataram sebagai tim promosi mampu bersaing dengan klub yang punya nama besar. Kini, PSIM Jogja menatap tantangan lebih besar untuk menorehkan capaian lebih baik di kompetisi musim depan.















