Jumlah Laga PSS Sleman Lebih Banyak, Ini Strategi Pieter Huistra

- PSS Sleman akan tampil di Super League 2026/2027 setelah musim lalu berlaga di Championship, dengan persaingan yang dinilai lebih berat.
- Tim dijadwalkan menjalani 34 pertandingan liga serta League Cup yang diikuti 38 klub, sehingga kalender kompetisi menjadi lebih padat.
- Pelatih Pieter Huistra menilai kedalaman skuad dan penambahan pemain penting untuk rotasi, menjaga kebugaran, konsistensi performa, serta fleksibilitas taktik.
Sleman, IDN Times - PSS Sleman dipastikan akan berlaga di kompetisi kasta tertinggi, Super League 2026/2027. Di musim lalu, Laskar Sembada berlaga di Kompetisi Championsip. Persaingan yang semakin sengit menuntut PSS untuk mempersiapkan diri dengan lebih matang sebelum mengarungi kompetisi musim baru.
Menurut Pelatih PSS Sleman, Piter Huistra, tantangan yang dihadapi pada musim ini akan jauh lebih berat, terutama dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak dan jadwal kompetisi yang semakin padat. Huistra pun mengakui adanya perbedaan signifikan dibandingkan saat tim berkompetisi di Championship musim lalu.
1. Hadapi lebih banyak laga
Huistra mengatakan tak hanya melakoni 34 pertandingan di Super League, Super Elja juga berkiprah di turnamen League Cup yang diikuti oleh 38 kontestan (Super League 18 klub dan Championship 20 klub). Artinya, dengan jadwal kompetisi yang padat, rotasi pemain menjadi strategi penting serta kebutuhan mutlak untuk menjaga kebugaran dan konsistensi performa tim sepanjang musim ini
“Kami akan menghadapi lebih banyak pertandingan dibandingkan musim lalu. Selain menjalani 34 laga di liga, kami juga akan tampil di Piala Liga (League Cup). Karena itu, kami harus memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk menghadapi jadwal yang padat,” katanya dikutip laman resmi klub, Kamis (30/7/2026).
2. Penambahan pemain sangat penting

Mengantisipasi hal tersebut, pelatih asal Groningen ini menyebutkan pentingnya penambahan jumlah komposisi pemain tidak hanya untuk merotasi pemain melainkan sebagai opsi penting mengembangkan taktikal tim saat kompetisi bergulir.
“Rotasi pemain sangat mutlak melihat jumlah pertandingan yang akan kami mainkan. Selain itu juga menjadi opsi secara taktikal dengan jumlah pertandingan yang padat di musim ini,” jelasnya.
















