Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PSS Uji Coba Lawan Persita, Huistra: Chemistry Pemain Meningkat

Kab. Sleman
PSS Uji Coba Lawan Persita, Huistra: Chemistry Pemain Meningkat
Laga uji tanding PSS Sleman dan Persita Tangerang di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (15/8/2026). (Dokumentasi PSS Sleman)

  • PSS Sleman menguji fisik pemain melalui laga pramusim melawan Persita Tangerang yang berlangsung 2x45 menit ditambah 30 menit, dengan setiap pemain tampil selama 60 menit.
  • Pieter Huistra menilai skuad PSS mampu menjaga intensitas dan tampil kompetitif setelah dibagi menjadi dua tim, meski ini baru uji coba pramusim kedua.
  • Laga yang berakhir 1-1 digunakan untuk mengukur kebugaran, pemahaman taktik, dan mentalitas; pemain lama membantu adaptasi pemain baru sehingga chemistry serta kondisi fisik meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sleman, IDN Times - Laga uji tanding PSS Sleman dan Persita Tangerang menjadi tolok ukur penting bagi Pieter Huistra beserta jajaran pelatih untuk menguji ketahanan fisik para penggawa Super Elja.

Pada pertandingan 2x45 menit ditambah ekstra waktu 30 menit ini, setiap pemain diberi kesempatan tampil selama 60 menit. Durasi pertandingan ini lebih panjang ketimbang uji coba perdana kontra Kendal Tornado FC.

  1. 1. Soroti peningkatan fisik pemain

    WhatsApp Image 2026-07-23 at 2.38.41 PM.jpeg
    pekan kedua latihan pramusim, sejumlah wajah baru mulai terlihat di sesi latihan PSS Sleman di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (22/7/2026). (pssleman.id)

    Menghadapi sesama klub penghuni kasta teratas, para pemain PSS sukses menjaga intensitas permainan. Huistra menilai peningkatan fisik dan daya saing anak asuhnya menunjukkan progres positif.

    “Hari ini kami selalu menetapkan target tertentu. Hal terpenting adalah semua pemain mendapat menit bermain selama 60 menit. Di pertandingan sebelumnya mereka hanya bermain 45 menit,” ujar Pieter Huistra, Sabtu (15/8/2026).

  2. 2. Bagi pemain dalam 2 kelompok

    Uji coba kedua pramusim ini, tim pelatih membagi skuad ke dalam dua tim guna memantau perkembangan sekaligus menjaga ritme bertanding.

    “Kami membagi pemain menjadi dua tim dan senang melihat keduanya tampil kompetitif serta bermain cukup baik, mengingat ini baru pertandingan kedua. Ini minggu yang baik setelah latihan keras, dan lawan hari ini memberikan pengalaman bagus untuk merasakan atmosfer sepak bola Super League,” terang pelatih asal Belanda ini.

  3. 3. Chemistry pemain lama dan baru meningkat

    Chemistry yang mulai terbangun antara pemain lama dan baru mempercepat proses adaptasi. “Pemain lama mengambil peran sebagai pemimpin. Mereka membantu pemain baru beradaptasi dengan cepat dan berani memainkan gaya sepak bola kita. Senang juga melihat fisik pemain baru yang semakin kuat,” tegas pelatih asal Belanda tersebut.

    Menurut Huistra, pertandingan yang berakhir imbang 1-1, lebih menitikberatkan pada kebugaran fisik, pemahaman taktik, dan kesiapan mental bertanding.

    “Bagi saya, pertandingan hari ini bukan soal skor. Pertama, kebugaran fisik pemain dalam kondisi bagus. Kedua, pemahaman gameplan, terutama untuk pemain baru dan pemain muda. Ketiga adalah mentalitas: berani dan tidak takut memainkan gaya yang kita inginkan. Mereka berhasil melakukannya hari ini,” pungkas Huistra.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More