Matangkan Persiapan, Pelatih PSS Sleman: Lawan PSM Jadi Laga Krusial

- Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menilai laga melawan PSM Makassar pada 11 Oktober krusial untuk mengukur hasil perbaikan tim bersama pemain, staf, dan manajemen.
- Selama jeda kompetisi tiga minggu, PSS Sleman akan memaksimalkan persiapan demi membenahi permainan sebelum kembali menjalani pertandingan kompetitif.
- Huistra menjaga komunikasi dengan manajemen soal target tim, sekaligus meminta suporter tetap menghormati pemain meski kecewa atas tiga hasil awal kompetisi.
Sleman, IDN Times - Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menyatakan pertandingan melawan PSM Makasar, Minggu 11 Oktober mendatang merupakan hal penting bagi timnya. Laga ini menjadi pertandingan untuk menunjukkan sejauh mana proses perbaikan yang dilakukan bersama pemain, staf, dan manajemen.
Huistra menekankan selama jeda kompetisi selama tiga minggu ini, tim Super Elang Jawa, sebutan bagi PSS Sleman, akan melakukan persiapan.
1. Komunikasi tetap terjaga dengan manajemen

Manajer Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra. (IDNTimes/ Febriana Sinta) Komunikasi yang terjalin dengan manajemen menjadi ruang bagi dirinya untuk menjelaskan apa yang sedang dilakukan tim, target yang ingin dicapai, serta langkah untuk mewujudkannya.
“Ketika kami memenangkan tiga pertandingan, saya berbicara dengan manajemen. Ketika kami kalah dalam tiga pertandingan, saya juga berbicara dengan manajemen. Saya menjelaskan apa yang sedang kami lakukan, apa target kami, dan bagaimana kami ingin mencapainya,” ujarnya Sabtu (26/09/2026).
2. Maksimalkan jeda kompetisi

PP Sleman kalah 1-3 Lawan Madura United saat laga kandang perdana di Stadion Maguwoharjo Sleman, Sabtu (12/9/2026). (Instagram PSS Sleman) Ia pun memahami kekecewaan yang dirasakan suporter terhadap hasil tiga pertandingan di awal kompetisi. Menurutnya, suporter memiliki hak untuk kecewa, tetapi ia berharap tetap disampaikan dengan menghormati para pemain dan kepercayaan kepada tim.
“Suporter selalu boleh merasa kecewa. Namun, dalam menyikapinya, mereka harus tetap menghormati para pemain,” tutur pelatih asal Belanda tersebut.
Menurut Pieter, tiga pekan yang tersedia menjadi periode penting untuk memperbaiki permainan sebelum kembali menjalani pertandingan kompetitif. “Ya, kami membutuhkan lebih banyak waktu. Saya sudah menyampaikan hal itu. Jadi, bagi kami, tiga pekan ini sangat bagus,” pungkasnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)












