Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PSS Sleman Belum Pernah Menang, Ini Persiapan Lawan Dewa United

Kab. Sleman
2 min read
PSS Sleman Belum Pernah Menang, Ini Persiapan Lawan Dewa United
PP Sleman kalah 1-3 Lawan Madura United saat laga kandang perdana di Stadion Maguwoharjo Sleman, Sabtu (12/9/2026). (Instagram PSS Sleman)
  • PSS Sleman menghadapi Dewa United di Serang pada pekan ketiga setelah menelan dua kekalahan pembuka, meski pelatih Pieter Huistra menilai tim mampu bersaing dalam beberapa fase permainan.
  • PSS menyoroti efektivitas penyelesaian peluang sebagai prioritas, karena kesempatan yang tidak dikonversi menjadi gol dan kesalahan kecil dinilai sangat menentukan di Super League.
  • Pieter Huistra menyatakan pemain serta staf pelatih memiliki keinginan sama dengan suporter untuk menang, sambil menjadikan dua laga awal sebagai bahan perbaikan menuju hasil lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

PSS Sleman akan menghadapi Dewa United Banten FC pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027, di Stadion Banten Internasional, Serang, Minggu (20/09/2026) sore. Laskar Sembada berusaha meraih poin dalam laga ini, setelah dalam dua laga pembuka mengalami kekalahan.

Menurut, Pelatih Kepala PSS, Pieter Huistra, dalam dua pertandingan awal menunjukkan bahwa timnya mampu bersaing dalam sejumlah fase permainan. Namun, kemampuan tersebut belum diikuti efektivitas yang dibutuhkan untuk menghasilkan poin.

“Kami selalu melihat pertandingan berdasarkan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Saat menghadapi Bali, saya pikir kami bermain dengan baik. Sementara melawan Madura, kami mampu mengimbangi mereka, bahkan lebih dari itu. Memang, hal tersebut tidak tercermin dari skor akhir,” ujar Pieter sebelum bertolak ke Banten, Sabtu (19/09/2026).

  1. 1. PSS harus bermain dengan efektif

    Pelatih PSS, Pieter Huistra. (Dok. Tim Media PSS)
    Pelatih PSS, Pieter Huistra. (Dok. Tim Media PSS)

    Pieter menambahkan salah satu hal yang harus segera diperbaiki adalah efektivitas dalam memanfaatkan peluang. Saat menghadapi Madura United FC, Super Elang Jawa mampu menciptakan sejumlah kesempatan, tetapi belum mengonversinya secara maksimal. Sebaliknya, tim lawan mampu memanfaatkan peluang yang mereka dapatkan menjadi gol.

    Situasi tersebut menjadi pembelajaran penting bagi skuad setelah kembali bersaing di kasta tertinggi. Pieter menilai Super League memberikan tuntutan berbeda dibandingkan Championship. Setiap peluang memiliki konsekuensi lebih besar, sedangkan kesalahan dapat menentukan hasil pertandingan.

    “Di Super League, peluang-peluang tersebut harus bisa dimanfaatkan. Itulah perbedaan besarnya. Kami harus berkembang dengan sangat cepat agar bisa memenangkan pertandingan,” ujar Pieter.

  2. 2. Pelatih dan pemain ingin PSS menang

    Pieter menegaskan pemain dan jajaran pelatih memiliki tujuan yang sama dengan para suporter, yakni melihat tim asal Sleman meraih hasil terbaik.

    “Kami juga tidak ingin kalah. Keinginan kami sama dengan para suporter. Para pemain tidak ingin kalah, kami jajaran pelatih juga tidak ingin kalah, dan para suporter pun demikian,” tuturnya.

  3. 3. Hasil laga harus menjadi pembelajaran

    Pieter mengungkapkan dua hasil awal tidak boleh berhenti sebagai catatan kekalahan. Setiap pertandingan harus menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki detail permainan sekaligus mempercepat perkembangan tim. Menghadapi Dewa United Banten FC, Super Elang Jawa membawa tuntutan terhadap dirinya sendiri: tampil lebih efektif, dan mengubah perkembangan permainan menjadi hasil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More