Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Derby PSIM Jogja Vs PSS Sleman Berpeluang Digelar dengan Penonton

Kota Yogyakarta
Derby PSIM Jogja Vs PSS Sleman Berpeluang Digelar dengan Penonton
Ilustrasi derbi PSIM Jogja vs PSS Sleman. (Gemini AI)
Intinya Sih
  • Polda DIY membuka peluang Derby DIY PSIM Yogyakarta versus PSS Sleman digelar dengan penonton, tetapi keputusan final menunggu rapat koordinasi seluruh pemangku kepentingan pekan depan.
  • Kepolisian menjadikan keamanan masyarakat sebagai pertimbangan utama, dengan opsi pertandingan berpenonton, tanpa penonton, atau skema pengamanan tertentu berdasarkan pemetaan situasi.
  • Menurut draf jadwal BRI Super League 2026/2027, PSIM menjamu PSS di Stadion Sultan Agung pada 10 Desember 2026; laga kedua berlangsung 20 Februari 2027 di Maguwoharjo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuka peluang laga Derby DIY antara PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman pada kompetisi BRI Super League 2026/2027 digelar di Yogyakarta dengan kehadiran penonton. Meski begitu, keputusan final masih menunggu hasil rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan.

Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pekan depan dan akan melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, manajemen kedua klub, hingga perwakilan suporter.

1. Polda: Semua bisa digelar di Jogja, tetapi harus dikaji

Para pemain PSS Sleman melakoni sesi latihan. (Dok. Tim Media PSS)
Para pemain PSS Sleman melakoni sesi latihan. (Dok. Tim Media PSS)

Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono mengatakan, pada prinsipnya pertandingan sepak bola, termasuk Derby DIY, memungkinkan digelar di wilayah Yogyakarta. Namun, seluruh aspek keamanan harus dikaji secara matang sebelum keputusan diambil.

"Semua bisa dilakukan di Jogja. Tapi nanti ada prediksi-prediksi, ada diskusi, ada pertemuan dengan para pemilik klub dan para presiden suporter. Nanti akan dilaksanakan minggu depan kalau tidak salah, akan mempertemukan PSIM, PSS Sleman, para manajer, pemilik, dan Pemda setempat, Jogja dan Sleman," kata Anggoro usai menghadiri kegiatan di Kompleks Kepatihan, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, hasil pembahasan bersama nantinya akan menjadi dasar penentuan apakah pertandingan digelar dengan penonton, tanpa penonton, atau menggunakan skema pengamanan tertentu.

2. Faktor keamanan jadi pertimbangan utama

WhatsApp Image 2026-08-05 at 18.15.41.jpeg
Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Anggoro menegaskan, kepolisian akan mengutamakan keamanan masyarakat dalam setiap keputusan terkait penyelenggaraan Derby DIY. Apabila hasil pemetaan menunjukkan situasi belum memungkinkan, kepolisian tidak akan ragu mengambil langkah pengamanan yang dianggap paling tepat.

"Nanti kita lihat putusannya bagaimana. Kalau melihat situasi tidak memungkinkan pasti kita amankan demi Jogja. Jogja aman, harus. Segala sesuatu bisa, mungkin terjadi," ujarnya.

Derby DIY menjadi salah satu pertandingan yang selalu menyedot perhatian publik karena mempertemukan dua klub dengan basis pendukung besar, yakni Brajamusti dan The Maident di PSIM serta Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania di PSS Sleman.

3. Derby DIY dijadwalkan berlangsung 10 Desember 2026

PSIM sukses melanjutkan tren kemenangannya setelah menaklukan Persik Kediri pada pekan lanjutan Super League 2025/2026, Jumat (31/10/2025) sore. (Intasgram/psimjogja)
PSIM sukses melanjutkan tren kemenangannya setelah menaklukan Persik Kediri pada pekan lanjutan Super League 2025/2026, Jumat (31/10/2025) sore. (Intasgram/psimjogja)

Berdasarkan draf jadwal BRI Super League 2026/2027 yang dirilis operator liga, PSIM akan menjadi tuan rumah pada pertemuan pertama melawan PSS Sleman. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (10/12/2026) pukul 15.30 WIB. Sementara pertemuan kedua akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 20 Februari 2027.

Sebelum menghadapi rival sedaerahnya, Laskar Mataram akan membuka musim dengan menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung pada Sabtu (5/9/2026). Pertandingan tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-97 PSIM.

Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, mengatakan pihaknya menerima draf jadwal kompetisi tanpa mengajukan keberatan berarti. "Kami dari awal sifatnya menerima draf ini. Tidak ada hal yang urgen atau yang perlu kami garis bawahi. Jadwal yang diumumkan lebih kepada memastikan lawan-lawan yang akan kami hadapi," ujarnya.

Ia mengungkapkan, manajemen memang sejak awal mengajukan permohonan agar PSIM memainkan laga kandang pada pekan pertama agar peluncuran tim, pertandingan perdana, dan perayaan ulang tahun klub dapat digelar dalam satu rangkaian acara. "Kami memang meminta bermain di kandang pada tanggal 5 September agar launching tim, pertandingan perdana, dan perayaan HUT ke-97 PSIM bisa menjadi satu rangkaian kegiatan," kata Iksan.

Sepanjang musim 2026/2027, PSIM dijadwalkan menjalani 34 pertandingan, terdiri atas 17 laga kandang dan 17 laga tandang. Selain Derby DIY, Laskar Mataram juga akan menghadapi sejumlah tim besar seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar, Bali United, hingga Arema FC.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More