Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tren Lari Santai, Olahraga Murah dengan Segudang Manfaat Bagi Tubuh

Kab. Sleman
Tren Lari Santai, Olahraga Murah dengan Segudang Manfaat Bagi Tubuh
Lari santai jadi tren olahraga murah dan bermanfaat bagi tubuh. (IDNTimes/Febriana Sinta)
Intinya Sih
  • Slow jogging atau lari santai menjadi olahraga murah dan mudah, dilakukan dengan intensitas ringan hingga tetap bisa mengobrol serta bernapas stabil tanpa memacu tenaga berlebihan.

  • Prof. Zainal UGM menekankan hidrasi sebelum dan selama olahraga, penggunaan sepatu yang sesuai, pemanasan, ritme napas, serta tidur cukup untuk mencegah overheating dan cedera.

  • Lari santai mendukung kesehatan jantung, sirkulasi, pembakaran lemak, dan mental; pemula dianjurkan mulai 5–10 menit, lalu bertahap menuju 30–45 menit sebanyak 3–5 kali seminggu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sleman, IDN Times - Lari dan jogging menjadi pilihan olahraga yang mudah, murah, dan makin digemari. Salah satu yang tengah menjadi tren adalah slow jogging alias lari santai. Berbeda dengan jogging biasa, slow jogging dilakukan tanpa memacu tenaga secara berlebihan. Saking santainya, kita masih bisa tersenyum, mengobrol tanpa terengah-engah, dan bernapas dengan stabil.

Pakar Fisiologi Olahraga Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zainal Muttaqin, membagikan sejumlah panduan penting agar aktivitas slow jogging memberikan hasil optimal sekaligus aman bagi tubuh.

1. Persiapan wajib sebelum berlari

Lari santai jadi tren olahraga murah dan bermanfaat bagi tubuh. (IDNTimes/Febriana Sinta)
Lari santai jadi tren olahraga murah dan bermanfaat bagi tubuh. (IDNTimes/Febriana Sinta)

Meski terkesan sederhana, persiapan tidak boleh diabaikan. Prof. Zainal menyoroti dua hal mendasar, yaitu hidrasi dan perlengkapan. Cairan yang cukup sangat penting untuk mencegah tubuh mengalami panas berlebih atau overheating.

"Minumlah air 2–3 jam sebelum berolahraga, minum kembali 30 menit sebelum mulai, dan dianjurkan minum sedikit demi sedikit setiap 15 menit saat beraktivitas," ujar Prof. Zainal, Senin (3/8/2026).

Ditambah penggunaan sepatu lari yang sesuai penting untuk meredam benturan, sehingga lutut dan sendi panggul tetap terlindungi dari risiko cedera.

2. Manfaat lari santai

ilustrasi joging (Unsplash)
ilustrasi joging (Unsplash)

Lari santai membawa manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Olahraga ini mendorong jantung bekerja lebih efisien serta melancarkan sirkulasi darah hingga ke jaringan kulit luar, yang berdampak positif pada kesehatan kulit.

Bagi yang ingin menurunkan berat badan, olahraga ini menjadi solusi efektif. "Pembakaran lemak optimal justru terjadi pada olahraga berintensitas ringan tetapi dilakukan dalam durasi yang relatif lama," jelasnya.

Tidak hanya fisik, lari santai juga ampuh menjaga kesehatan mental. Gerakannya mampu mengaktifkan saraf otak ke-10 atau vagus nerve atau wandering nerve. Saraf ini berfungsi menyeimbangkan respons fight or flight atau stres, serta rest and digest sebagai proses pemulihan. Dampaknya, seseorang menjadi lebih tenang, sabar, ceria, tidak mudah marah, serta terhindar dari risiko depresi.

Manfaat ini makin terasa jika dilakukan bersama kelompok yang membantu menyelaraskan sistem saraf tubuh. "Orang dengan tubuh yang segar karena rutin berolahraga umumnya tidak gampang marah, depresi, atau sedih. Mereka cenderung lebih bersemangat," tambah Prof. Zainal.

3. Panduan latihan untuk pemula

ilustrasi joging di taman (unsplash.com/Marcel Ardivan)
ilustrasi joging di taman (unsplash.com/Marcel Ardivan)

Agar tidak memicu cedera atau kelelahan berlebih, Prof. Zainal membagikan beberapa tips praktis saat lari santai:

  • Pemanasan untuk meningkatkan suhu tubuh, melancarkan aliran darah, dan melenturkan otot agar tidak kram.
  • Jaga Ritme Napas, jika mulai terengah-engah, artinya intensitas sudah berlebihan.
  • Tidur Cukup, pastikan istirahat cukup sebelum berolahraga agar tubuh siap menerima beban latihan.
  • Durasi dan Frekuensi Ideal, direkomendasikan 30–45 menit per sesi, dilakukan 3–5 kali seminggu.
  • Bertahap bagi Pemula:, jangan memaksakan diri. Mulailah dari durasi pendek yaitu 5–10 menit, lalu tingkatkan secara bertahap.

"Siapa pun yang baru mulai berolahraga, mohon kendalikan emosi. Jangan ngoyo dan harus dilakukan secara bertahap, step by step," tegas Prof. Zainal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More