PSIM Jogja Tambah Pemain Asing Asal Ceko Perkuat Lini Belakang

- PSIM Jogja resmi merekrut bek asal Republik Ceko, Ondrej Rudzan, untuk memperkuat lini belakang menghadapi Super League 2026/2027 sesuai rekomendasi tim pelatih.
- Ondrej tertarik bergabung karena ingin mencari tantangan baru di Asia Tenggara setelah berkarier di Eropa dan menargetkan membantu PSIM meraih prestasi lebih tinggi.
- Selama adaptasi di Yogyakarta, Ondrej tidak menemui kendala berarti dan mengaku kagum dengan antusiasme suporter yang menyemangati latihan tim.
Yogyakarta, IDN Times - PSIM Jogja memperkuat kedalaman skuad untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027. Laskar Mataram resmi mengamankan tanda tangan bek asal Republik Ceko, Ondrej Rudzan.
Kehadiran Ondrej diproyeksikan untuk memperkokoh benteng pertahanan Laskar Mataram, khususnya di posisi bek kiri.
1. Perkuat lini belakang PSIM

Manajer Tim PSIM Jogja, Iksan Mahar, menuturkan pemain yang pernah membela Tim Nasional Ceko U-18 ini didatangkan berdasarkan rekomendasi tim pelatih.
“Perekrutan Ondrej Rudzan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan skuad di lini belakang. Hal itu sesuai dengan rekomendasi dari Coach Jean-Paul,” ujar Iksan.
Sebelum bergabung di Laskar Mataram, Ondrej memiliki rekam jejak panjang di kasta tertinggi Liga Slovakia bersama KFC Komárno dan MFK Skalica. Gaya bermainnya dinilai sangat selaras dengan skema yang dirancang tim pelatih.
“Kami percaya karakter permainannya sangat cocok dengan gaya bermain yang ingin dibangun tim pelatih untuk menghadapi panjangnya jadwal kompetisi musim ini,” jelas Iksan.
2. Ini alasan Ondrej bergabung ke PSIM
Pemain yang mengawali karier profesional di akademi FK Mladá Boleslav ini mengungkapkan alasannya menerima tawaran kerja sama dengan Laskar Mataram. Ia mengaku tertantang untuk bermain di Asia Tenggara setelah beberapa musim merumput di Eropa.
“Kami ingin melangkah keluar dari zona nyaman kami. Jadi, kami mencari suatu tantangan baru, dan PSIM memberikan tawaran kepada saya. Kami menyukai tawaran ini, jadi kami ingin mencobanya,” ungkap Ondrej.
Kesiapan fisik dan mental juga menjadi fokus utama pemain kelahiran 25 Juli 1998 ini dalam menghadapi iklim sepak bola Indonesia. Ia menegaskan target pribadinya untuk membantu PSIM Jogja mencapai prestasi lebih tinggi.
3. Tak temui kendala saat proses adaptasi
Belum genap seminggu berada di Kota Yogyakarta, Ondrej mengaku tidak menemui kendala dalam proses adaptasinya. “Suhu dan iklim bukan menjadi masalah bagi saya, jet lag juga bukan masalah. Saya ingin bersikap seterbuka mungkin serta beradaptasi secepat yang saya bisa,” jelas Ondrej.
Ia pun menyampaikan rasa kagum terhadap antusiasme suporter yang hadir menyaksikan latihan secara langsung. “Setelah latihan pertama, saya merasa takjub dengan atmosfer yang bisa diciptakan oleh para pendukung dan suporter kita. Jadi, saya akan sangat senang jika kita bisa melihat hal tersebut di setiap pertandingan kandang dan kita akan menang bersama,” pungkasnya.















