Naga Sembilan Sabet Piala Paku Alam 2026 di Indonesia’s Horse Racing

- Kuda Naga Sembilan asal DKI Jakarta menjuarai Kelas Terbuka Handicap 2.000 meter dan merebut Piala Bergilir Paku Alam 2026 di ajang Indonesia’s Horse Racing di Bantul, Yogyakarta.
- IHR Piala Paku Alam 2026 menghadirkan 18 kelas dengan total hadiah Rp600 juta, melibatkan 155 kuda dari 10 daerah serta berbagai hiburan keluarga yang menarik ribuan pengunjung.
- Acara hasil kolaborasi SARGA.CO, PP PORDASI, dan Kadipaten Pakualaman ini diharapkan menjadi ikon sportourism Yogyakarta yang memadukan sportivitas, budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata.
Bantul, IDN Times - Ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) menjadi momen keberhasilan kuda Naga Sembilan merebut Piala Bergilir Paku Alam 2026. Kuda asal DKI Jakarta itu tampil sebagai unggulan utama di Kelas Terbuka Handicap 2.000 meter.
Pada kelas tersebut, Naga Sembilan harus menghadapi sistem handicap yang mengatur total beban pelana dan joki agar seluruh peserta memiliki peluang yang sama untuk bersaing. Meski membawa beban lebih besar dan menghadapi kuda-kuda ex-derby terbaik Indonesia, seperti Romantic Spartan, Queen Devona, dan Triple SS, Naga Sembilan tetap keluar sebagai juara. Kemenangan itu sekaligus menambah catatan prestasinya sebagai salah satu kuda pacu jarak menengah terbaik di Indonesia.
Hadirkan kelas lokal DIY

Kemenangan Naga Sembilan menjadi salah satu sorotan utama dalam Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Paku Alam 2026 yang digelar di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (14/6/2026). Sorotan lainnya datang dari kemenangan kuda Dewa United asal DKI Jakarta di Kelas Terbuka Sprint Handicap 1.300 meter setelah mengalahkan unggulan utama, Dominator.
IHR Piala Paku Alam 2026 juga menghadirkan Kelas Lokal DIY 1.000 meter yang diikuti kuda-kuda kelahiran Yogyakarta dengan pemilik kuda berasal dari DIY. Kelas yang diinisiasi Kadipaten Pakualaman sebagai upaya mendorong pengembangan pacuan kuda di Yogyakarta itu dimenangkan oleh Berkahsari setelah bersaing ketat dengan Masih Rindu 99.
Dari perolehan podium, BHM Stable menjadi stable dengan podium terbanyak, yakni delapan kali. Posisi berikutnya ditempati BHM & Djon’s Stable dengan empat podium, sedangkan Aragon Stable, Eclipse Stable, dan Winning Stable masing-masing mengoleksi tiga podium.
Pada kategori joki, Salman Farid menjadi peraih podium terbanyak dengan lima kali naik podium. Ia disusul Rian Firmansyah dengan empat podium dan Achmad Saefudin dengan tiga podium.
Perlombakan 18 kelas dengan total hadiah Rp600 juta

IHR Piala Paku Alam 2026 diikuti 155 kuda dari 10 daerah di Indonesia yang bertanding dalam 18 kelas dengan total hadiah Rp600 juta. Ajang tersebut menghadirkan pengalaman baru menyaksikan pacuan kuda dengan berbagai kegiatan hiburan bagi pengunjung di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, DI Yogyakarta.
Selain menyajikan kompetisi olahraga, IHR Piala Paku Alam 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas hiburan keluarga, seperti parade karnaval, permainan interaktif, kompetisi karaoke, pembagian popcorn dan cotton candy gratis, serta penampilan Inul Daratista. Beragam kegiatan itu menghibur ribuan pengunjung dari berbagai kalangan yang memadati arena pacuan.
Managing Director Sarga Group, Nugdha Achadie, mengatakan penyelenggaraan pacuan kuda dengan konsep sportainment yang memadukan olahraga, nilai budaya, dan hiburan modern merupakan upaya SARGA.CO untuk menghidupkan kembali olahraga tersebut agar lebih relevan dan diminati generasi saat ini.
"Melalui IHR Piala Paku Alam 2026 kita bersama-sama telah merasakan atmosfer kompetisi, hiburan, dan budaya Indonesia yang berpadu dalam satu acara," ujarnya.
Diharapkan jadi ruang temu sportivitas hingga pariwisata

Sementara, Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X, berharap Piala Paku Alam tidak hanya menjadi ajang pacuan kuda, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara sportivitas, tradisi, ekonomi kreatif, pariwisata, dan kehormatan budaya.
"Saya berharap Piala Paku Alam dapat berkembang menjadi ikon sportourism Yogyakarta, melahirkan ekosistem pacuan kuda yang semakin profesional, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Sri Paduka Paku Alam X.
Penyelenggaraan Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Paku Alam 2026 merupakan hasil kolaborasi antara SARGA.CO, PP PORDASI, dan Kadipaten Pakualaman. Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ekosistem olahraga berkuda nasional sekaligus memperkenalkan pacuan kuda sebagai olahraga dan hiburan yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
















