Pembalap Aldi Satya Mahendra Jadi Korban Tabrak Lari di Kota Jogja

- Aldi Satya Mahendra, pembalap WorldSSP 2026 asal Indonesia, mengalami kecelakaan tabrak lari saat bersepeda di Jalan Magelang, Kota Yogyakarta pada Rabu pagi.
- Polisi mengantongi ciri kendaraan pelaku berupa mobil Agya warna silver berplat H yang terekam CCTV meninggalkan lokasi dan sempat terlibat keributan dengan saksi.
- Aldi mengalami luka lecet di jari tangan kiri, sementara Polresta Yogyakarta masih memeriksa saksi serta mengumpulkan bukti untuk mengungkap pelaku tabrak lari tersebut.
Yogyakarta, IDN Times - Pembalap WorldSSP 2026 asal Indonesia, Aldi Satya Mahendra, diduga menjadi korban tabrak lari di Kota Yogyakarta, DIY, Rabu (18/3/2026) pagi. Polisi kini tengah mendalami peristiwa tersebut. Petugas sudah mengantongi ciri-ciri kendaraan yang terlibat tabrak lari ini.
1. Mobil Agya warna silver plat H
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia mengatakan, Aldi mengalami kecelakaan ketika sedang bersepeda melintasi Jalan Magelang, Jetis, Kota Yogyakarta, Rabu pagi.
Menurut Pandia, Aldi kala itu terlibat kecelakaan dengan sebuah kendaraan roda empat.
"Mobil Agya warna silver plat H, ini masih kita dalami," kata Pandia ditemui di Ngampilan, Kota Yogyakarta, DIY, Rabu.
2. Tinggalkan TKP dan sempat terjadi keributan
Menurut Pandia, mobil tersebut terekam dalam rekaman kamera pengawas alias CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari situ pula, polisi mendapati mobil langsung meninggalkan TKP pascakejadian.
"Setelah kejadian, pengemudi kendaraan mobil meninggalkan TKP dan sempat dikejar oleh saksi berinisial AB yang kemudian bertemu di daerah Simpang Empat Jetis, Bangirejo, dan terlibat keributan. Setelah itu saksi meninggalkan tempat tersebut," jelas Pandia.
3. Alami luka di sebelah tangan kiri
Imbas kejadian tersebut, menurut Pandia, Aldi mengalami luka di tangan sebelah kiri. Kendati, yang bersangkutan sampai saat ini belum dimintai keterangan.
"Luka lecet di jari tangan kiri," tuturnya.
Pandia menekankan, unit lantas dan reskrim Polresta Yogyakarta masih mendalami kejadian ini, antara lain memeriksa saksi serta mengumpulkan barang bukti.
"Mudah-mudahan nanti segera bisa dapat (pelaku)," tutup Pandia.














