Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Yayasan Badan Wakaf UII Kuatkan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

Yayasan Badan Wakaf UII Kuatkan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat
Apotek Unisia 24 di Condongcatur, Depok, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih
  • Apotek Unisia 24 resmi dibuka di Condongcatur, Sleman, sebagai cabang ke-6 untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan Yayasan Badan Wakaf UII bagi masyarakat dan mahasiswa sekitar.
  • Layanan apotek ini menawarkan kemudahan digital seperti pemesanan obat via WhatsApp dan pengantaran ke rumah, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dengan mobilitas tinggi.
  • Pihak yayasan berharap apotek baru ini menjadi bagian dari ekosistem layanan kesehatan UII yang lebih luas, melengkapi fasilitas seperti rumah sakit dan unit usaha kesehatan lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sleman, IDN Times - Lalu lintas di kawasan Condongcatur, Depok, Sleman tak pernah benar-benar sepi. Di antara deretan ruko dan riuh kendaraan yang hilir mudik, fasilitas penunjang kesehatan baru hadir, Apotek Unisia 24.

Apotek Unisia 24 kini hadir di sudut Depok, Sleman, menambah satu titik akses layanan kesehatan di kawasan yang kian padat oleh mahasiswa dan warga urban. Bagi sebagian orang, apotek mungkin hanya tempat membeli obat. Namun bagi yang lain, terutama mereka yang butuh layanan cepat di tengah keterbatasan waktu, kedekatan jarak bisa menjadi penentu.

1. Perluas jangkauan layanan kesehatan

Peresmian Apotek Unisia 24 di Condongcatur, Depok, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Peresmian Apotek Unisia 24 di Condongcatur, Depok, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Direktur PT Unisia Polifarma, Novi Dwi Ruguarti, menyebut kehadiran cabang ini sebagai bagian dari langkah bertahap memperluas jangkauan layanan. Sebelumnya, jaringan Apotek Unisia telah lebih dulu hadir di sejumlah titik seperti kawasan Kampus Terpadu UII, Gentan, Murangan, Palagan, hingga pusat kota Yogyakarta. “Ini cabang ke-6 yang kami dirikan, di dekat FBE UII,” ujarnya di sela peresmian, Selasa (21/4/2026).

Namun di balik angka ekspansi itu, ada perubahan pola kebutuhan masyarakat yang turut mendorongnya. Kawasan Condongcatur, misalnya, bukan hanya dihuni warga tetap, tetapi juga ribuan mahasiswa dengan mobilitas tinggi. Kebutuhan akan layanan kesehatan yang praktis, bahkan instan, menjadi semakin terasa.

Apotek yang berada di bawah Yayasan Badan Wakaf UII ini mencoba menjawabnya dengan cara yang sederhana, mendekatkan layanan. Tak hanya secara fisik, tetapi juga lewat akses digital. Pemesanan obat bisa dilakukan melalui ponsel, lalu diantar ke rumah. Sebuah layanan yang kini semakin relevan di tengah gaya hidup serba cepat.

“Layanan kami memang utamanya berupa layanan obat dan perbekalan farmasi yang tentu dengan berbagai kemudahan. Tinggal buka handphone, kirim WhatsApp ke tempat kami, kami akan antar. Ada di tempat kami layanan delivery order,” ucap Novi.

2. Diharap hadirkan fasilitas yang semakin lengkap

Apotek Unisia 24 di Condongcatur, Depok, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Apotek Unisia 24 di Condongcatur, Depok, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Kehadiran apotek tetap tidak bisa dilepaskan dari harapan masyarakat sekitar. Kepala Dukuh Dero, Ribut Suparman, melihat lebih dari sekadar fungsi jual-beli obat. Ia berharap fasilitas ini ke depan bisa berkembang menjadi layanan kesehatan yang lebih lengkap.

“Ya harapannya tetap menjaga marwah UII dan bisa berguna dengan masyarakat. Karena di sini dulu juga ada apotek tapi tutup, tapi ini saya harapkan untuk apotek UII ini juga berkembang. Nanti ada dokter yang praktik yang ada di sini bisa mendukung kepentingan warga masyarakat, itu harapan saya,” ucap Ribut.

3. Membangun ekosistem layanan kesehatan lebih luas

Apotek Unisia 24 di Condongcatur, Depok, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Apotek Unisia 24 di Condongcatur, Depok, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Harapan serupa juga datang dari pihak yayasan yang menaungi. Ketua Pengembangan Usaha Yayasan Badan Wakaf UII, Zulian Yamit, menilai kawasan Condongcatur memang membutuhkan akses layanan kesehatan yang memadai, seiring pertumbuhan penduduk yang cukup pesat.

Di sisi lain, ia juga melihat langkah ini sebagai bagian dari ekosistem layanan kesehatan yang lebih luas, yang selama ini sudah dibangun melalui rumah sakit hingga unit usaha lainnya. “Saya kira ke depan mudah-mudahan Apotek Polifarma ini berkembang. Karena kami sudah memiliki klaster kesehatan ini sangat luar biasa. Yang paling utama adalah JIH, Rumah Sakit UII yang ada di selatan dan apotek,” ungkap Zulian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More