Tanjakan Clongop Gunungkidul Longsor Lagi, Warga Diimbau lewat Jalur Lain

- Tanjakan Clongop di Gunungkidul kembali longsor pada Sabtu malam setelah hujan lebat, meski sebelumnya sudah dibersihkan oleh BPBD setempat.
- BPBD menemukan retakan tanah baru dan melakukan pemotongan pohon untuk mengurangi risiko longsor susulan di area perbukitan sekitar lokasi.
- Pemerintah kecamatan mengimbau warga agar menggunakan jalur alternatif saat hujan deras karena kondisi jalan masih rawan longsor.
Gunungkidul, IDN Times - Jalur tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Kabupaten Klaten kembali longsor pada Sabtu (7/3/2026) malam. Sebelumnya, ruas jalan itu juga longsor pada Selasa (3/3/2026) setelah hujan lebat mengguyur Gedangsari. Material longsoran sempat dibersihkan oleh BPBD hingga Sabtu (7/3/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarno, membenarkan peristiwa longsor tersebut. Ia menyebut longsor terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, setelah siang harinya dilakukan pembersihan material longsoran.
"Hari Minggu ini (8/3/2026) kita membersihkan material yang berserakan di jalan dengan alat berat jenis loader," ujarnya, Minggu (8/3/2026).
1. Ada retakan tanah yang berpotensi terjadinya longsor kembali

Selain membersihkan material longsoran, BPBD Gunungkidul juga melakukan pemotongan pohon di sekitar bukit yang rawan longsor.
"Kemarin saya cek ke atas bersama Kalak BPBD Gunungkidul dan ada retakan yang mungkin bisa longsor lagi jika hujan lebat kembali berlangsung," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarno.
Edy menjelaskan pemotongan pohon dilakukan untuk mengantisipasi dan mengurangi beban di sekitar perbukitan. Apalagi masih terdapat retakan yang cukup besar di area tersebut.
"Jalan sudah dibuka hari ini, namun pengguna jalan diminta lebih berhati-hati," tuturnya.
2. Saat hujan turun material di atas berpotensi langsung meluncur ke bawah

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan longsor susulan tidak bersumber dari retakan yang sebelumnya diketahui pada Rabu (4/3/2026). Setelah dicek kembali, retakan tersebut masih berada sekitar 26 meter dari bibir tebing dan dinilai masih stabil.
"Jadi longsor susulan diakibatkan bagian bawahnya sudah dibersihkan, sehingga tidak ada penopang. Saat hujan turun, material di atas langsung meluncur ke bawah," katanya.
3. Saat hujan lebat pengguna jalan diminta menggunakan jalur alternatif

Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, mengimbau masyarakat untuk mencari jalur alternatif saat hujan deras dan tidak melintasi tanjakan Clongop.
"Sudah selesai dibersihkan, kami mengimbau jika hujan deras tidak melalui tanjakan Clongop terlebih dahulu," katanya.

















