Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Longsor di Imogiri dan Tanah Gerak di Sedayu, Ini Langkah BPBD Bantul

Longsor di Imogiri dan Tanah Gerak di Sedayu, Ini Langkah BPBD Bantul
Bencana tanah longsor di Wunut, Sriharjo, Imogiri, Bantul. (Dok. BPBD Bantul)
Intinya Sih
  • Hujan lebat sepekan terakhir memicu longsor di Dusun Wunut, Imogiri, dan tanah gerak di Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Bantul, meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

  • BPBD Bantul mengevakuasi warga terdampak, meminjam alat pemecah batu ke BPBD DIY, serta menawarkan relokasi bagi penghuni zona merah bencana di Padukuhan Wunut.

  • Penanganan tanah gerak di Sedayu terkendala karena status lahan masih milik pengembang, namun BPBD tetap menyalurkan bantuan logistik dan berkoordinasi dengan Balai Geologi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

‎IDN Times - Hujan lebat yang berlangsung dalam satu pekan terakhir ini menyebabkan tanah longsor di Dusun Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, serta tanah gerak di Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul.

‎Sekretaris Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Bantul, Ribut Bimo Haryo Tejo, mengatakan bencana tanah longsor yang terjadi di Padukuhan Wunut Selasa (3/2/2026) pagi sekitar pukul 05.45 WIB. Material longsoran berupa batu besar dan tanah menimpa sebagian rumah milik Juradi, warga RT 05, hingga jebol.

‎"Longsoran batu besar menimpa kamar mandi berukuran 2x3, tembok rumah jebol dengan ukuran sekitar 6x3 meter, atap asbes rusak sekitar 15 lembar, serta saluran Pamsimas sepanjang kurang lebih 60 meter ikut terdampak," katanya, Jumat (6/3/2026).

1. ‎Masih ada ancaman batu besar lagi yang berpotensi longsor

Longsor di Imogiri dan Tanah Gerak di Sedayu, Ini Langkah BPBD Bantul
Sekretaris pelaksana BPBD Bantul Ribut Bimo Haryo Tejo. (IDN Times/Daruwaskita)

Rumah milik Juradi yang terdampak longsor dihuni oleh lima jiwa. Saat ini, seluruh penghuni rumah untuk sementara pindah ke rumah kerabat yang lebih aman. Bimo mengatakan, terdapat batu yang berukuran cukup besar yang berpotensi longsor dan menimpa rumah Juradi apabila hujan lebat mengguyur kembali.

‎"Batu yang berukuran besar itu butuh alat khusus untuk memecah batu yakni Jackhammer yang saat ini belum dimiliki oleh BPBD Bantul sehingga harus pinjam ke BPBD DIY," ujarnya.

2. ‎Tawarkan relokasi bagi warga yang berada di zona merah bencana

Longsor di Imogiri dan Tanah Gerak di Sedayu, Ini Langkah BPBD Bantul
Bencana tanah longsor di Wunut, Sriharjo, Imogiri, Bantul. (Dok. BPBD Bantul)

Bimo menjelaskan, BPBD Bantul sendiri telah memberikan bantuan logistik untuk gotong royong warga atau untuk berjaga-jaga antisipasi bencana longsor terjadi.

‎"Jadi di daerah RT 05 Padukuhan Wunut merupakan daerah zona merah dan solusinya adalah relokasi bagi warga yang tinggal di daerah tersebut," ungkapnya.

‎BPBD bersama Pemerintah Kalurahan Sriharjo saat ini masih melakukan pendekatan kepada warga agar bersedia direlokasi ke tempat lainnya atau transmigrasi lokal.

‎"Kalau memang tidak bersedia direlokasi maka BPBD akan memberikan surat pernyataan yang ditandatangani warga. Harapan jika terjadi bencana tanah longsor atau tanah amblas karena daerahnya berada bantaran Sungai Oya tidak menuntut ke pemerintah," ucapnya.

‎Menurut Bimo, jika warga bersedia direlokasi dengan transmigrasi lokal maka untuk pembangunan rumah akan ditanggung oleh pemerintah. BPBD akan mengajukan anggaran ke Kementerian PU. Sedangkan lahan nantinya akan disiapkan oleh pemerintah Kalurahan Sriharjo jika warga yang direlokasi sama sekali tidak punya lahan untuk dibangun rumah.

‎"Ya solusinya adalah relokasi karena daerah tersebut memang daerah zona merah bencana dari dahulu," ucapnya.

3. ‎Penanganan tanah amblas di Sedayu terkendala status tanah masih milik pengembang perumahan

Longsor di Imogiri dan Tanah Gerak di Sedayu, Ini Langkah BPBD Bantul
Tanah gerak dan amblas di Sedayu Bantul. (Dok. BPBD Bantul)

Sementara itu, peristiwa tanah gerak atau amblas di Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, pada Sabtu (28/3/2026) pagi mengakibatkan enam rumah dan satu tempat ibadah terdampak, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.

‎‎"Dugaan sementara penyebab tanah gerak yakni hujan dengan intensitas tinggi serta lahan yang ada di perumahan tersebut awalnya tanah uruk sehingga tanahnya labil," ujarnya.

‎‎BPBD Bantul, kata Bimo, sudah melakukan asesmen di perumahan yang terdampak dan telah memberikan bantuan logistik permakanan dan perlengkapan kepada warga terdampak.

‎‎"Yang terdampak ada enam rumah dan satu tempat ibadah. Korban nihil. Panjang rekahan tanah kurang lebih 50 meter. Kita juga berkoordinasi dengan Balai Geologi untuk memastikan apakah terjadi pergerakan tanah aktif atau hanya persoalan pemadatan tanah yang kurang optimal," tuturnya.

‎‎Lebih lanjut Bimo mengatakan untuk tanah gerak di Perumahan Graha Sedayu Sejahtera pihaknya mengalami kendala dalam penanganan bencana sebab status tanah tersebut milik pengembang dan belum diserahkan kepada Pemkab Bantul.

‎‎"Kalau kita menangani bencana di perumahan itu justru kita salah nantinya. Namun tetap kita membantu logistik yang dibutuhkan oleh warga. Kita kirim terpal untuk menutup tanah yang merekah agar tidak kemasukan air saat hujan lebat sehingga tidak bertambah parah retakan tanahnya atau semakin amblas tanahnya," tandasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More