Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ekonomi Tertekan, Begini Kondisi Penjualan Apartemen di Jogja

Ekonomi Tertekan, Begini Kondisi Penjualan Apartemen di Jogja
Barsa City di Jalan Laksda Adisutjipto Km 7 Yogyakarta, Jumat (12/6/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih
  • Pasar apartemen nasional sedang lesu akibat pelemahan ekonomi, dengan minat investasi menurun dan pembeli kini lebih fokus pada kebutuhan hunian langsung.
  • Di Yogyakarta, penjualan apartemen didominasi end user seperti keluarga mahasiswa, sementara Ciputra Group tetap optimistis karena kebutuhan hunian nasional masih tinggi.
  • Barsa City Yogyakarta tinggal menyisakan sekitar 15% unit belum terjual dan menawarkan promo menarik termasuk PPN DTP 100% untuk menarik calon pembeli.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sleman, IDN Times – Pelemahan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir turut berdampak pada sektor properti, terutama pasar apartemen. Penjualan apartemen secara nasional masih menghadapi tantangan karena masyarakat cenderung menunda investasi dan lebih memprioritaskan kebutuhan pokok serta hunian yang digunakan untuk ditempati.

Direktur Ciputra Group, D. Agung Krisprimandoyo, mengatakan pasar apartemen saat ini belum berada dalam kondisi ideal, terutama pada segmen investasi yang sebelumnya menjadi pendorong utama penjualan.

“Kalau apartemen secara keseluruhan secara nasional memang saat yang berat. Walaupun kebutuhannya ada, tetapi bukan menjadi pilihan utama. Untuk pasar investasi apartemen ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, masih struggle dan masih mencari bentuk lagi untuk kembali naik,” ujar Agung di sela peluncuran Marketing Gallery baru di Barsa City, Jalan Laksda Adisutjipto Km 7 Yogyakarta, Jumat (12/6/2026).

1. Pembeli apartemen kini didominasi end user

WhatsApp Image 2026-06-12 at 14.16.45-2.jpeg
Direktur Ciputra Group, D. Agung Krisprimandoyo. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Agung mengatakan pasar apartemen saat ini lebih banyak diserap oleh end user atau pengguna langsung dibanding investor. Di Yogyakarta, terutama pada proyek apartemen di kawasan pendidikan, permintaan didominasi keluarga yang menyediakan tempat tinggal bagi mahasiswa.

“Market yang menyerap sekarang benar-benar end user. Apakah untuk tempat tinggal atau seperti di sini karena daerah kampus, digunakan sebagai tempat tinggal mahasiswa,” kata Agung.

Menurut Agung, kondisi tersebut berbeda dengan beberapa tahun lalu saat pembelian apartemen untuk investasi dan disewakan masih menjadi tren. Meski pasar apartemen masih menghadapi tantangan, ia tetap optimistis terhadap sektor properti secara umum karena industri ini memiliki siklus naik dan turun yang perlu diantisipasi pengembang.

Ia menambahkan, kebutuhan hunian nasional yang masih tinggi dan dukungan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) turut menjaga permintaan di sektor properti. “Properti itu siklus. Tetap ada penjualan dan tetap masih bisa menjual. Tinggal bagaimana developer menyesuaikan produk dan timing dengan kondisi market yang ada,” ujarnya.

2. Optimis dan atur strategi pemasaran

WhatsApp Image 2026-06-12 at 16.24.52.jpeg
Barsa City, di Jalan Laksda Adisutjipto Km 7 Yogyakarta. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Meski pasar apartemen sedang menghadapi tekanan, Agung menyebut penjualan apartemen Barsa City Yogyakarta masih terus berjalan. Saat ini jumlah unit yang belum terjual tinggal sekitar 15 persen dari total unit yang dipasarkan. Karena itu, perusahaan kini lebih fokus menghabiskan stok unit yang tersisa dalam satu hingga dua tahun ke depan.

“Unit yang belum laku mungkin tinggal lima belasan persen. Jadi dalam satu sampai dua tahun ke depan tahapannya menghabiskan unit saja,” ujarnya.

Untuk mendukung penjualan, Ciputra Group memindahkan aktivitas pemasaran lebih dekat ke lokasi proyek agar calon pembeli dapat langsung melihat kondisi apartemen yang sudah beroperasi.

Di tengah pasar yang melambat, Agung mengatakan pihaknya tidak menerapkan strategi pemasaran yang agresif seperti saat meluncurkan proyek baru. Sebaliknya, perusahaan mengandalkan keunggulan apartemen yang telah selesai dibangun dan beroperasi.

Menurutnya, kondisi ini memberikan kepastian bagi calon konsumen karena produk yang ditawarkan sudah dapat dilihat dan digunakan. “Kita lebih menunjukkan ke publik bahwa proyek ini sudah jadi dan operasionalnya sudah berlangsung. Jadi bukan pre-project selling, tetapi barangnya sudah ada,” jelasnya.

3. Kenalkan unit terbaru

WhatsApp Image 2026-06-12 at 16.27.08.jpeg
Barsa City di Jalan Laksda Adisutjipto Km 7 Yogyakarta, Jumat (12/6/2026). (Dok. Istimewa)

Marketing Manager Barsa City, Isti Okvita menambahkan Barsa City juga memperkenalkan Mockup Unit terbaru Tipe Deluxe yang dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai konsep ruang, desain interior, serta kenyamanan yang dapat dinikmati oleh penghuni. Peluncuran mockup unit ini menjadi semakin istimewa karena saat ini stok unit Tipe Deluxe hanya tersisa 3 unit, menjadikannya salah satu tipe hunian paling eksklusif dan terbatas di Barsa City Yogyakarta.

Untuk memberikan nilai lebih bagi calon pembeli, selama periode Open House Barsa City menghadirkan berbagai penawaran spesial, antara lain unit fully furnished, diskon 50% Uang Tanda Jadi (UTJ) dan kesempatan memanfaatkan Program Pemerintah PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Berbagai promo tersebut dihadirkan untuk memberikan kemudahan sekaligus keuntungan lebih bagi konsumen yang ingin memiliki hunian modern maupun aset investasi yang potensial di kawasan strategis Yogyakarta.

“Menariknya lagi, pembeli yang memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan program pemerintah berupa PPN DTP 100%, sehingga biaya akuisisi properti menjadi lebih ringan dan memberikan nilai investasi yang semakin menarik,” kata Isti.

Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More