Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stok Minyakita Kosong, Zulkifli Hasan Beberkan Penyebabnya
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengakui kekosongan stok minyak goreng rakyat merek Minyakita. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

  • Zulkifli Hasan mengakui stok Minyakita kosong di sejumlah pasar karena produk ini diburu semua kalangan, padahal awalnya ditujukan untuk masyarakat kecil di pasar tradisional.
  • Selisih harga yang tipis antara Minyakita dan minyak premium membuat konsumen tetap memilih Minyakita, sehingga pasokannya cepat menipis meski tersedia berbagai merek lain.
  • Zulhas memastikan stok minyak goreng nasional masih aman, namun ketersediaan khusus Minyakita belum bisa dijamin karena distribusinya difokuskan ke pasar tradisional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengakui kekosongan stok minyak goreng rakyat merek Minyakita di sejumlah pasar dalam beberapa waktu terakhir.

Ia mengungkap faktor atau penyebab di balik kondisi tersebut.

1. Cepat habis jadi rebutan semua kalangan

Minyak goreng merek MinyaKita dijual Kopdes Pendrikan Lor Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Zulhas menyebut Minyakita jadi rebutan di semua kalangan masyarakat. Padahal, Minyakita diproduksi khusus untuk kebutuhan masyarakat kecil di pasar tradisional saja.

"Minyakita itu kan tadinya minyak yang ada di pasar, namanya minyak curah. Zaman saya Mendag, minyak curah itu kita kasih packaging, namanya Minyakita. Minyak itu sebetulnya untuk di pasar tradisional. Namun saat ini semua orang membeli Minyakita, termasuk dijual di supermarket," ujar Zulhas ditemui usai meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Depok, Sleman, Kamis (16/4/2026).

Fenomena inilah yang menurut Zulhas menjadi salah satu penyebab pasokan Minyakita di pasaran cepat habis.

2. Selisih harga tipis, Minyakita tetap jadi pilihan

Ilustrasi Minyakita (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Zulhas menyatakan, tak hanya menyediakan Minyakita, ritel modern juga menjual berbagai produk minyak jenis premium. Namun konsumen yang mampu membeli minyak goreng premium tetap memilih Minyakita.

"Harusnya kalau ritel modern itu kan banyak merek yang premium. Yang ini, minyak curah yang ada di pasar. Tapi sekarang semua orang beli itu, ya tentu kurang kalau semua mengambil Minyakita. Tapi kan ada premium, ya, ada merek-merek lain. Bedanya (harga) enggak banyak juga. Kalau Minyakita Rp16 ribu, itu (premium) Rp17 ribu, biasanya gitu," ungkapnya.

3. Klaim stok minyak goreng aman

ilustrasi minyak goreng (freepik.com/atlascompany)

Terlepas dari itu, Zulhas memastikan stok minyak goreng masih mencukupi untuk saat ini. Namun khusus untuk komoditas Minyakita, dia belum bisa menjaminnya.

"Minyak cukup, minyak goreng cukup. Tapi belum tentu Minyakita, ya. Kalau Minyakita adanya difokuskan ke pasar tradisional," pungkasnya.

Editorial Team