Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

ISI Yogyakarta PTN di Jogja dengan UKT Termurah‎, Ini Besarannya

ISI Yogyakarta PTN di Jogja dengan UKT Termurah‎, Ini Besarannya
Kampus ISI Yogyakarta. (IDN Times/Daruwaskita)
Intinya Sih
  • ISI Yogyakarta akan menerima 1.700 mahasiswa baru melalui jalur SNBP, UTBK, dan Mandiri dengan UKT termurah di antara PTN Yogyakarta, mulai Rp500 ribu hingga Rp7,5 juta per semester.
  • Status ISI Yogyakarta yang masih sebagai satuan kerja (satker) membuat biaya kuliah tetap terjangkau karena pengelolaan keuangan mengikuti kebijakan pemerintah.
  • Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta membuka program S2 Magister Desain tahun ajaran 2026/2027 dengan biaya sekitar Rp8 juta per semester dan kuota 20–30 mahasiswa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bantul, IDN Times - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan menerima mahasiswa baru sebanyak 1.700 orang. Calon mahasiswa itu akan diterima dengan tiga jalur yakni Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Mandiri. ISI Yogyakarta juga memastikan bahwa uang kuliah tunggal atau UKT paling rendah sendiri dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri (PTN) di Yogyakarta.

‎Rektor ISI Yogyakarta Dr. Irwandi mengatakan UKT ISI Yogyakarta pada tahun 2026 mulai dari Rp500 ribu hingga paling mahal Rp7,5 juta per semester. Bahkan untuk mahasiswa baru yang memperoleh KIP Kuliah dipastikan tidak perlu membayar UKT alias nol rupiah.

‎"Ya dapat saya pastikan kuliah di ISI Yogyakarta itu paling rendah sendiri dibandingkan UKT PTN lainnya di Yogyakarta seperti UGM atau UNY," ujarnya, Selasa (14/4/2026).

1. ‎ISI Yogyakarta statusnya masih satker bukan PTNBH

‎Rektor ISI Yogyakarta saat ini adalah Dr. Irwandi(tengah).(IDN Times/Daruwaskita)
‎Rektor ISI Yogyakarta saat ini adalah Dr. Irwandi(tengah).(IDN Times/Daruwaskita)

Menurutnya UKT yang tergolong masih murah ini tidak lepas dari status ISI Yogyakarta yang saat masih satuan kerja atau satker. Berbeda dengan UGM atau UNY yang kini statusnya perguruan tinggi negeri berbadan hukum atau PTNBH yang punya keleluasaan untuk mengatur keuangannya sendiri.

‎‎"Karena status ISI masih satker sehingga tidak bisa leluasa mengatur keuangannya sendiri dan semua harus mengikuti pemerintah sebab sumber keuangan terbesar dari pemerintah serta UKT dari mahasiswa," ucapnya.

2. ‎Siapkan kuota afirmasi pada jalur mandiri untuk mahasiswa dari daerah 3T‎

Di sisi lain kata Irwandi penerima mahasiswa baru untuk jalur mandiri, ISI punya komitmen untuk menerima calon mahasiswa berprestasi dari daerah 3T melalui afirmasi.

Mahasiswa dari daerah 3T untuk mendaftar minimal harus mendapatkan rekomendasi dari tingkat kabupaten. ‎"Jadi ini seperti mahasiswa urusan daerah," ungkapnya.

3. ‎FSRD buka S2 Magister desain pada tahun ajaran 2026/2027

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, S.Sn., MT. (IDN Times/Daruwaskita)
Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, S.Sn., MT. (IDN Times/Daruwaskita)

Sementara itu Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, S.Sn., MT mengatakan selain menerima mahasiswa baru untuk jenjang S1, pada tahun ajaran baru 2026/2027 ini FSRD juga membuka jenjang S2 magister desain. Langkah ini diambil karena saat ini kampus-kampus di DIY dan Jawa Tengah ini belum ada yang membuka magister desain.

‎‎"Jadi magister desain ini untuk memfasilitasi lulusan S1 desain yang ingin melanjutkan jenjang ke S2 desain," ungkapnya.

‎‎"Magister desain ini linear sehingga yang bisa mendaftar ke magister desain adalah mahasiswa S1 lulusan desain. Kalau pasca sarjana desain itu kan semua lulusan S1 bisa mendaftar ke pasca sarjana desain. Itu bedanya antara magister desain dengan pasca sarjana desain," imbuhnya.

‎Terkait biaya untuk per semesternya, Sholahuddin mengaku masih cukup murah yakni Rp8 juta dan mahasiswa yang akan diterima sekitar 20 hingga 30 orang. ‎"Jadi UKT untuk S1 murah dan S2 juga terbilang juga cukup murah," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More